Home  / 
Rabu, 28 Agustus 2013 | 15:00:36

Diresmikan Rumah Singgah Baiduri untuk Penderita Kanker Anak
PEKANBARU - Keluarga para penderita kanker anak, thalasemia dan haemophilia dari berbagai pelosok di Riau, yang dirujuk berobat ke RSUD Arifin Achmad (RSAA), kini boleh sedikit lega. Sebab Yayasan Hemato Onkologi Anak(YHOA) telah menghadirkan rumah singgah bagi mereka dan keluarganya. 

Rumah singgah yang diberi nama “Baiduri” itu, diresmikan penggunaannya oleh Kabid Pelayanan Medik RSAA, dr Ruswaldi SpKO, di Jalan Dwikora 45 Pekanbaru, beberapa hari lalu. 

Acara itu ditandai dengan pemotongan tumpeng yang dihadiri 100 penderita penderita kanker anak, thalasemia dan hemofilia, beserta keluarganya. Dr Ruswaldi mengaku terharu dengan inisiatif yang dilakukan oleh Yayasan Hemato Onkologi Anak dalam menyediakan rumah singgah tersebut. Sebab dengan demikian, para keluarga penderita yang umumnya berasal dari keluarga kurang mampu, dapat menginap gratis, selama anaknya berobat atau menjalani transfusi darah beberapa hari di RSAA. 

“Mestinya itu tanggungjawab RSAA. Tapi karena tempat yang terbatas, dan jumlah pasien yang sangat banyak, menyebabkan RSAA tak mampu menyiapkan rumah singgah secara optimal. Karena itu, langkah yaysan ini harus kami dukung,” ujarnya.

Menurut Ketua Yayasan Hemato Onkologi Anak Riau, dr Elmi Ridar SpA, menghadirkan rumah singgah itu sudah lama diimpikannya. Sebab, selaku dokter spesialis kanker dan darah anak di RSAA, dia tahu persis bahwa penderita ketiga jenis penyakit darah dan kanker itu mencapai 250 orang. Sebagian besar diantara mereka adalah golongan masyarakat kurang mampu yang datang dari berbagai kabupaten/ kota di provinsi ini. 

“Untuk berobat saja yang memang membutuhkan biaya jutaan rupiah tiap dua bulan, mereka sudah kewalahan. Apalagi untuk akomodasi keluarga mereka yang mengantar, yang biasanya mencapai 2-3 orang,” urai dr Elmi yang juga Ketua Persatuan Orangtua Penderita Thalasaemia Indonesia (POPTI) Riau. 

Rumah Singgah “Baiduri” sepintas terlihat sederhana. Namun memiliki empat kamar, perlengkapan tidur, ruang sholat, dapur dan ruang tamu. Untuk tahap awal rumah itu disewa untuk masa satu tahun, dengan bantuan sebuah perusahan obat hemofilia. 

“Kalau memang bermanfaat, tahun depan kontraknya dapat diperpanjang. Tapi, dukungan donatur juga sangat diharapkan,” pungkas dr Elmi. 

Usai peresmian rumah singgah, acara dilanjutkan dengan Family Gathering POPTI di Taman Alam Mayang. Di tempat hiburan ini, semua penderita thalasemia terlihat ceria, bernyanyi dan bergembira hingga petang hari.***(rls) 

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riauheadline.com
Share |
Tinggalkan Komentar
Nama*:
Email*:
Website:
Komentar*:
: * Masukkan kode disamping!
Berita Terhangat...
Jumat, 24 Oktober 2014 | 13:29:15
Sambut Mahasiswa Baru
Sekdakab Kuansing Beri Kuliah Umum di Uniks
Jumat, 24 Oktober 2014 | 13:17:03
KPK Mulai Telusuri Aset dan Harta Kekayaan Gubri Nonaktif
Jumat, 24 Oktober 2014 | 13:01:40
Kasus Pencemaran Lingkungan di Kawasan Pelindo Belum Jelas
Jumat, 24 Oktober 2014 | 12:58:52
Kasus Pembunuhan Bayi Jeanette Gracia
Kami Depan, Dona Dijadwalkan Jalani Sidang Perdana
Jumat, 24 Oktober 2014 | 12:57:31
Muncul Spanduk Permintaan KPK Sidik APBD Rohil
Jumat, 24 Oktober 2014 | 12:56:20
BNN Riau Tangkap Truk Fuso Muatan Ganja di Pekanbaru
Jumat, 24 Oktober 2014 | 00:55:43
Wisuda Perdana, Universitas Islam Kuansing Tamatkan 422 Sarjana
Jumat, 24 Oktober 2014 | 00:53:05
Tiga Pimpinan Defenitif DPRD Meranti Resmi Dilantik
Jumat, 24 Oktober 2014 | 00:50:12
Budidaya Ikan Sembilang Prospek Besar Naikan Taraf Hidup
Jumat, 24 Oktober 2014 | 00:43:26
Dinyatakan Karyawan Bersalah, Chevron Kecewa Hasil Kasasi MA