Berita Terhangat...
Selasa, 2 September 2014 | 18:02:56
61 Anggota DPRD Riau Baru Bakal Gunakan Mitsubishi Pajero
Selasa, 2 September 2014 | 18:01:27
Berikut Formasi Sementara CPNS 2014 Pemko Pekanbaru
Selasa, 2 September 2014 | 18:00:44
Peserta Tes CPNS 2014 KemenPAN Dapat Pilih Tempat
Selasa, 2 September 2014 | 15:55:27
Antisipasi Ilegal Fishing, Diskanlut Riau Bentuk Kopmas
Selasa, 2 September 2014 | 15:54:11
KONI Riau Kirimkan Atlet Berpotensi Raih Medali
Selasa, 2 September 2014 | 15:45:19
BLH Bengkalis Taja Sosialisasi Penghargaan Tingkat Nasional
Selasa, 2 September 2014 | 15:44:06
Pemprov Riau Kekurangan Tenaga Perekam Medis
Selasa, 2 September 2014 | 15:42:18
Guruh Soekarno Bahas Muatan Lokal Saat Berkunjung ke Disdik Riau
Selasa, 2 September 2014 | 15:41:19
Dipolisikan dalam Kasus Pencabulan,
Kemendagri Janji tak Persulit Izin Pemeriksaan Gubri
Selasa, 2 September 2014 | 15:40:01
Hari Ini, Pekanbaru Terima Formasi Seleksi CPNS 2014
Home  / 
Rabu, 28 Agustus 2013 | 15:00:36

Diresmikan Rumah Singgah Baiduri untuk Penderita Kanker Anak
PEKANBARU - Keluarga para penderita kanker anak, thalasemia dan haemophilia dari berbagai pelosok di Riau, yang dirujuk berobat ke RSUD Arifin Achmad (RSAA), kini boleh sedikit lega. Sebab Yayasan Hemato Onkologi Anak(YHOA) telah menghadirkan rumah singgah bagi mereka dan keluarganya. 

Rumah singgah yang diberi nama “Baiduri” itu, diresmikan penggunaannya oleh Kabid Pelayanan Medik RSAA, dr Ruswaldi SpKO, di Jalan Dwikora 45 Pekanbaru, beberapa hari lalu. 

Acara itu ditandai dengan pemotongan tumpeng yang dihadiri 100 penderita penderita kanker anak, thalasemia dan hemofilia, beserta keluarganya. Dr Ruswaldi mengaku terharu dengan inisiatif yang dilakukan oleh Yayasan Hemato Onkologi Anak dalam menyediakan rumah singgah tersebut. Sebab dengan demikian, para keluarga penderita yang umumnya berasal dari keluarga kurang mampu, dapat menginap gratis, selama anaknya berobat atau menjalani transfusi darah beberapa hari di RSAA. 

“Mestinya itu tanggungjawab RSAA. Tapi karena tempat yang terbatas, dan jumlah pasien yang sangat banyak, menyebabkan RSAA tak mampu menyiapkan rumah singgah secara optimal. Karena itu, langkah yaysan ini harus kami dukung,” ujarnya.

Menurut Ketua Yayasan Hemato Onkologi Anak Riau, dr Elmi Ridar SpA, menghadirkan rumah singgah itu sudah lama diimpikannya. Sebab, selaku dokter spesialis kanker dan darah anak di RSAA, dia tahu persis bahwa penderita ketiga jenis penyakit darah dan kanker itu mencapai 250 orang. Sebagian besar diantara mereka adalah golongan masyarakat kurang mampu yang datang dari berbagai kabupaten/ kota di provinsi ini. 

“Untuk berobat saja yang memang membutuhkan biaya jutaan rupiah tiap dua bulan, mereka sudah kewalahan. Apalagi untuk akomodasi keluarga mereka yang mengantar, yang biasanya mencapai 2-3 orang,” urai dr Elmi yang juga Ketua Persatuan Orangtua Penderita Thalasaemia Indonesia (POPTI) Riau. 

Rumah Singgah “Baiduri” sepintas terlihat sederhana. Namun memiliki empat kamar, perlengkapan tidur, ruang sholat, dapur dan ruang tamu. Untuk tahap awal rumah itu disewa untuk masa satu tahun, dengan bantuan sebuah perusahan obat hemofilia. 

“Kalau memang bermanfaat, tahun depan kontraknya dapat diperpanjang. Tapi, dukungan donatur juga sangat diharapkan,” pungkas dr Elmi. 

Usai peresmian rumah singgah, acara dilanjutkan dengan Family Gathering POPTI di Taman Alam Mayang. Di tempat hiburan ini, semua penderita thalasemia terlihat ceria, bernyanyi dan bergembira hingga petang hari.***(rls) 

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riauheadline.com
Share |
Tinggalkan Komentar
Nama*:
Email*:
Website:
Komentar*:
: * Masukkan kode disamping!