Home  / 
Senin, 16 September 2013 | 18:25:54

10 Kilang Sagu Diambil Samplenya,
BLH Kepulauan Meranti Lakukan Penelitian Air Sungai Suir
SELATPANJANG, RIAUHEADLINE.COM- Kurangnya hasil tangkapan ikan di perairan Sungai Suir beberapa tahun belakangan ini diperkirakan bahwa sungai tersebut sudah tercemar oleh limbah dari beberapa kilang sagu yang beroperasi disepanjang sungai yang berada di Pulau Tebing Tinggi itu. Untuk memastikannya, pihak Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Kepulauan Meranti telah menurunkan tim independen untuk menelitinya. Hal ini disampaikan oleh Kepala Kantor Bandan Lingkungan Hidup, Drs Irmansyah MSi, Senin (16/9) kepada sejumlah wartawan usai membuka sosialisasi Perlaksanaan Project Re-Entry MSTB-01 di Gedung Serbaguna Desa Alahair Timur.
 
“Kita sudah membentuk tim independen dari kalangan ahli untuk meneliti sejauh mana kualitas air di Sungai Suir, karena ada indikasi, kualitas air disana sudah tercemar akibat dari limbah-limbah sagu yang berasal pabrik yang beroperasi disepanjang pinggir sungai tersebut. Selama ini, kita hanya menduga-duga, jadi dengan adanya penilitian ini, tentu bisa menjawab permasalahan tersebut secara ilmiah,” sebut Irmansyah.
 
Menurutnya lagi, saat ini tim independen tersebut sudah mengambil sample dari 10 kilang sagu, yang mengambil sample air disekitar kilang sagu beroperasi. Dalam hal ini BLH menggandeng Sucofindo untuk menginventarisir dan melihat kondisi limbah yang terjadi di Sungai Suir.

“Kajian atau uji air ini kita lakukan adalah ingin mengetahui tentang kualitas air. Salah satu contohnya mengenai zat-zat yang terkandung di dalam air, seperti zat kimia yang bisa menyebabkan terjadinya pencemaran. Akhir tahun ini mudah-mudahan kita sudah mendapatkan hasil yang pasti, apakah limbah sagu tersebut menimbulkan pencemaran. Selama ini kita tidak sulit menjelaskan kepada masyarakat karena secara ilmiah belum dilakukan peneltian di Sungai tersebut,” ungkapnya.
 
Jika terbukti terjadi pencemaran di Sungai Suir akibat limbah sagu, pihaknya akan segera mengambil langkah-langkah untuk penyelamatan, termasuk mensosialisasikan kepada pemilik kilang sagu, agar tidak langsung membuang limbahnya ke Sugai Suir. “Jika ada temuan pencemaran, maka kita akan wajibkan kepada pemilik kilang agar membuat bak penampungan limbah sagu sedikitnya 3 buah bak penampungan. Apalabila kadar zat-zat pencemar sudah berkurang atau netral, baru nantinya limbah tersebut dibuang ke sungai,” beber Irmansyah.
 
Terkait masalah izin Anasis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) yang tak dimiliki hampir semua kilang sagu di Kepulauan Meranti, Irman mengataan pihaknya secara bertahap berupaya agar kilang-kilang sagu tersebut mengantongi izin AMDAL. “Kilang Sagu tersebut sudah ada jauh sebelum Kabupaten Kepulauan Meranti ini dimekarkan. Kita sulit juga memaksakan mereka untuk memiliki izin secara serta merta, karena disana menyangkit hidup orang banyak. Namun secara pelan-pelan kita akan mensosialisasikan kepada pemilik sagu,” tandasnya. (fan)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riauheadline.com
Share |
Tinggalkan Komentar
Nama*:
Email*:
Website:
Komentar*:
: * Masukkan kode disamping!
Berita Terhangat...
Sabtu, 25 Oktober 2014 | 15:51:40
Pengisian Jabatan Gubri Tunggu PP Pelengkap Perppu Pilkada
Sabtu, 25 Oktober 2014 | 15:30:02
Bupati Meranti Berharap Dewan Baru Suarakan Kepentingan Rakyat
Sabtu, 25 Oktober 2014 | 15:26:54
Kontingen Meraih Juara Umum Prorprov Riau
Bupati Bengkalis Langsung datang ke Rengat
Sabtu, 25 Oktober 2014 | 15:25:25
Ribu Warga Duri Meriahkan Tahun Baru 1 Muharam 1436 Hijriyah
Sabtu, 25 Oktober 2014 | 13:13:05
Usai Diperiksa KPK, Bos PT Duta Palma Lari Ketakutan
Sabtu, 25 Oktober 2014 | 13:04:19
Terkait Penangkapan Belasan Ton Ganja
Polda Riau Kerahkan Anggota Tingkatkan Razia di Perbatasan
Sabtu, 25 Oktober 2014 | 12:50:32
Antisipasi Banjit di Musim Hujan
Pemko Pekanbaru Gencar Normalisasi Drainase dan Sungai
Sabtu, 25 Oktober 2014 | 12:31:45
Hikmah Ritual Satu Suro
Beriniat Minta Jodoh, Pemuda ini Malah Ketemu Mantan Pacar
Sabtu, 25 Oktober 2014 | 12:28:33
Kasus Kredit Macet Rp97 Miliar di BNI Belum Tersentuh Hukum
Sabtu, 25 Oktober 2014 | 12:25:18
Puluhan Warga Minta Kapolsek Kampar Kiri Dipecat