Berita Terhangat...
Jumat, 25 Juli 2014 | 11:19:30
Pengusaha Pujasera O2 Santuni Anak Yatim di Meranti
Jumat, 25 Juli 2014 | 10:10:24
Tetapkan 1 Syawal 1435 H,
Kemenag Tentukan 111 Lokasi Rukyatul Hilal di 33 Provinsi
Jumat, 25 Juli 2014 | 09:47:32
PLN Rengat Tetap Lakukan Pemadaman Saat Lebaran
Jumat, 25 Juli 2014 | 09:45:40
Polres Siak Dalami Kasus Mutilasi Dua Bocah
Jumat, 25 Juli 2014 | 09:42:13
Kabupaten Rokan Hilir Hasilkan Terasi Kualitas Ekspor
Jumat, 25 Juli 2014 | 09:35:46
Wabup Rokan Hilir Lantik Pejabat Eselon II, III dan IV
Jumat, 25 Juli 2014 | 09:33:47
Asap Mulai Menyengat Nafas Warga Pekanbaru
Jumat, 25 Juli 2014 | 09:32:24
Tiga Hari Operasi Ketupat,
Tiga Nyawa Melayang di Jalan Raya
Jumat, 25 Juli 2014 | 09:31:18
Ribuan Warga Bengkalis Nikmati Sembako Gratis
Jumat, 25 Juli 2014 | 03:12:19
CPNS 2014, 11 Jabatan Untuk Sarjana Semua Jurusan
Home  / 
Senin, 16 September 2013 | 18:25:54

10 Kilang Sagu Diambil Samplenya,
BLH Kepulauan Meranti Lakukan Penelitian Air Sungai Suir
SELATPANJANG, RIAUHEADLINE.COM- Kurangnya hasil tangkapan ikan di perairan Sungai Suir beberapa tahun belakangan ini diperkirakan bahwa sungai tersebut sudah tercemar oleh limbah dari beberapa kilang sagu yang beroperasi disepanjang sungai yang berada di Pulau Tebing Tinggi itu. Untuk memastikannya, pihak Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Kepulauan Meranti telah menurunkan tim independen untuk menelitinya. Hal ini disampaikan oleh Kepala Kantor Bandan Lingkungan Hidup, Drs Irmansyah MSi, Senin (16/9) kepada sejumlah wartawan usai membuka sosialisasi Perlaksanaan Project Re-Entry MSTB-01 di Gedung Serbaguna Desa Alahair Timur.
 
“Kita sudah membentuk tim independen dari kalangan ahli untuk meneliti sejauh mana kualitas air di Sungai Suir, karena ada indikasi, kualitas air disana sudah tercemar akibat dari limbah-limbah sagu yang berasal pabrik yang beroperasi disepanjang pinggir sungai tersebut. Selama ini, kita hanya menduga-duga, jadi dengan adanya penilitian ini, tentu bisa menjawab permasalahan tersebut secara ilmiah,” sebut Irmansyah.
 
Menurutnya lagi, saat ini tim independen tersebut sudah mengambil sample dari 10 kilang sagu, yang mengambil sample air disekitar kilang sagu beroperasi. Dalam hal ini BLH menggandeng Sucofindo untuk menginventarisir dan melihat kondisi limbah yang terjadi di Sungai Suir.

“Kajian atau uji air ini kita lakukan adalah ingin mengetahui tentang kualitas air. Salah satu contohnya mengenai zat-zat yang terkandung di dalam air, seperti zat kimia yang bisa menyebabkan terjadinya pencemaran. Akhir tahun ini mudah-mudahan kita sudah mendapatkan hasil yang pasti, apakah limbah sagu tersebut menimbulkan pencemaran. Selama ini kita tidak sulit menjelaskan kepada masyarakat karena secara ilmiah belum dilakukan peneltian di Sungai tersebut,” ungkapnya.
 
Jika terbukti terjadi pencemaran di Sungai Suir akibat limbah sagu, pihaknya akan segera mengambil langkah-langkah untuk penyelamatan, termasuk mensosialisasikan kepada pemilik kilang sagu, agar tidak langsung membuang limbahnya ke Sugai Suir. “Jika ada temuan pencemaran, maka kita akan wajibkan kepada pemilik kilang agar membuat bak penampungan limbah sagu sedikitnya 3 buah bak penampungan. Apalabila kadar zat-zat pencemar sudah berkurang atau netral, baru nantinya limbah tersebut dibuang ke sungai,” beber Irmansyah.
 
Terkait masalah izin Anasis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) yang tak dimiliki hampir semua kilang sagu di Kepulauan Meranti, Irman mengataan pihaknya secara bertahap berupaya agar kilang-kilang sagu tersebut mengantongi izin AMDAL. “Kilang Sagu tersebut sudah ada jauh sebelum Kabupaten Kepulauan Meranti ini dimekarkan. Kita sulit juga memaksakan mereka untuk memiliki izin secara serta merta, karena disana menyangkit hidup orang banyak. Namun secara pelan-pelan kita akan mensosialisasikan kepada pemilik sagu,” tandasnya. (fan)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riauheadline.com
Share |
Tinggalkan Komentar
Nama*:
Email*:
Website:
Komentar*:
: * Masukkan kode disamping!