Berita Terhangat...
Kamis, 21 Agustus 2014 | 05:58:46
SHARP Bekali Pengetahuan Tanaman Obat & Lebah Madu Sejak Dini
Rabu, 20 Agustus 2014 | 23:03:12
Pasar Malam ala Hotel ibis Pekanbaru
Hidangan Tradisional, Musik Tango, hingga Layar Tancap
Rabu, 20 Agustus 2014 | 18:22:19
Gubri Dipolisikan Tiga Wanita,
MUI Riau Sarankan Digelar Majelis Tabayun
Rabu, 20 Agustus 2014 | 18:20:57
Tim Wartawan-Disparpora Meranti Ramaikan Pacu Sampan di Alai
Rabu, 20 Agustus 2014 | 18:19:52
Warga Nilai Pembongkaran Kos-kosan 70 Pekanbaru Setengah Hati
Rabu, 20 Agustus 2014 | 18:19:03
Jaksa KPK Serahkan Memori Kasasi untuk Terdakwa Rusli Zainal
Rabu, 20 Agustus 2014 | 18:17:30
LAM Riau Turun ke Pungkat,
Polisi Mestinya Menyelidiki Penyebab Warga Marah ke PT SAL
Rabu, 20 Agustus 2014 | 18:16:19
Bupati Bengkalis Pimpin Puncak Hari Anak Nasional 2014
Rabu, 20 Agustus 2014 | 18:15:07
10 Customer CS Mal Raih Voucher Belanja Puluhan Juta
Rabu, 20 Agustus 2014 | 18:14:06
Anggaran Dipertanyakan, Mobil Dinas Pejabat Pakai Stiker Tour de Siak
Home  / 
Senin, 16 September 2013 | 18:25:54

10 Kilang Sagu Diambil Samplenya,
BLH Kepulauan Meranti Lakukan Penelitian Air Sungai Suir
SELATPANJANG, RIAUHEADLINE.COM- Kurangnya hasil tangkapan ikan di perairan Sungai Suir beberapa tahun belakangan ini diperkirakan bahwa sungai tersebut sudah tercemar oleh limbah dari beberapa kilang sagu yang beroperasi disepanjang sungai yang berada di Pulau Tebing Tinggi itu. Untuk memastikannya, pihak Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Kepulauan Meranti telah menurunkan tim independen untuk menelitinya. Hal ini disampaikan oleh Kepala Kantor Bandan Lingkungan Hidup, Drs Irmansyah MSi, Senin (16/9) kepada sejumlah wartawan usai membuka sosialisasi Perlaksanaan Project Re-Entry MSTB-01 di Gedung Serbaguna Desa Alahair Timur.
 
“Kita sudah membentuk tim independen dari kalangan ahli untuk meneliti sejauh mana kualitas air di Sungai Suir, karena ada indikasi, kualitas air disana sudah tercemar akibat dari limbah-limbah sagu yang berasal pabrik yang beroperasi disepanjang pinggir sungai tersebut. Selama ini, kita hanya menduga-duga, jadi dengan adanya penilitian ini, tentu bisa menjawab permasalahan tersebut secara ilmiah,” sebut Irmansyah.
 
Menurutnya lagi, saat ini tim independen tersebut sudah mengambil sample dari 10 kilang sagu, yang mengambil sample air disekitar kilang sagu beroperasi. Dalam hal ini BLH menggandeng Sucofindo untuk menginventarisir dan melihat kondisi limbah yang terjadi di Sungai Suir.

“Kajian atau uji air ini kita lakukan adalah ingin mengetahui tentang kualitas air. Salah satu contohnya mengenai zat-zat yang terkandung di dalam air, seperti zat kimia yang bisa menyebabkan terjadinya pencemaran. Akhir tahun ini mudah-mudahan kita sudah mendapatkan hasil yang pasti, apakah limbah sagu tersebut menimbulkan pencemaran. Selama ini kita tidak sulit menjelaskan kepada masyarakat karena secara ilmiah belum dilakukan peneltian di Sungai tersebut,” ungkapnya.
 
Jika terbukti terjadi pencemaran di Sungai Suir akibat limbah sagu, pihaknya akan segera mengambil langkah-langkah untuk penyelamatan, termasuk mensosialisasikan kepada pemilik kilang sagu, agar tidak langsung membuang limbahnya ke Sugai Suir. “Jika ada temuan pencemaran, maka kita akan wajibkan kepada pemilik kilang agar membuat bak penampungan limbah sagu sedikitnya 3 buah bak penampungan. Apalabila kadar zat-zat pencemar sudah berkurang atau netral, baru nantinya limbah tersebut dibuang ke sungai,” beber Irmansyah.
 
Terkait masalah izin Anasis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) yang tak dimiliki hampir semua kilang sagu di Kepulauan Meranti, Irman mengataan pihaknya secara bertahap berupaya agar kilang-kilang sagu tersebut mengantongi izin AMDAL. “Kilang Sagu tersebut sudah ada jauh sebelum Kabupaten Kepulauan Meranti ini dimekarkan. Kita sulit juga memaksakan mereka untuk memiliki izin secara serta merta, karena disana menyangkit hidup orang banyak. Namun secara pelan-pelan kita akan mensosialisasikan kepada pemilik sagu,” tandasnya. (fan)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riauheadline.com
Share |
Tinggalkan Komentar
Nama*:
Email*:
Website:
Komentar*:
: * Masukkan kode disamping!