Home  / 
Selasa, 1 Oktober 2013 | 20:14:05

Dewan Diminta Tuntaskan Ranperda RTRW Kepulauan Meranti
MERANTI, RIAUHEADLINE.COM- Ketua Yayasan Pejuang Meranti Ramlan Abdulah, meminta DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti untuk menggesa pembahasan Perda RTRW. Karena kata dia, untuk mendukung kebijakan Pemkab Kepulauan Meranti menerapkan program pembangunan yang pro bisnis tentunya harus didukung dengan payung hukum berupa Perda RTRW ini yang dijadikan acuan dalam penataan kawasan untuk pembangunan. 

"Perda RTRW itu sangat penting sebagai bahan acuan penataan wilayah untuk kepentingan pembangunan. Untuk itu, kita minta agar tim pansus yang membahas Ranperda RTRW ini bisa bekerja lebih maksimal. Soalnya, sudah dua tahun dianggarkan tapi sampai hari ini  pembahasan produk Ranperda tersebut belum juga selesai. Ada apa sebenarnya?,' ujar  Ramlan dengan nada setengah bertanya.

Menurut nya, penataan tata ruang wilayah sangat penting bagi percepatan program pembangunan. Kalaupun daerah lain belum memiliki perda RTRW, hal ini seharusnya tidak dijadikan alasan bagi Meranti untuk ikut mengulur-ngulur penetapan perda terkait. 

Dengan kondisi Meranti yang semakin mendapat perhatiandari investor, harusnya perda RTRW sebagai bahan acuan pengembangan kawasan sudah siap untuk diterapkan. Namun sayangnya, perda terkiat masih belum juga tuntas dan apa sebabnya juga tidak  ada informasi yang jelas. 

Sementara, alokasi anggaran untuk pembahasan perda terkait sudah dianggarkan dua tahun, mulai tahun 2012 hingga tahun 2013. Disisi lainnya, kalangan dunia usaha juga butuh kepastian terkait penataan ruang wilayah bagi kepentingan investasi. Untuk itu, tim pansus yang membahas Ranperda RTRW ini harus bisa menuntaskan tugasnya sesuai dengan harapan semua pihak. 

“Kalau sampai terus molor, ini jelas akan menimbulkan asumsi yang miring ditengah-tengah masayrakat. Apalagi Pemkab Meranti juga sangat berharap produk hokum tersebut bisa segera di syahkan. Ini penting sebagai payung  hokum Pemkab dalam melakukan penataan pengembangan wilayah untuk kepentingan pembangunan. Untuk itu, kita berharap agar tim pansus yang membahas Ranperda RTRW ini bisa bekerja lebih gesit agar bisa selesai lebih cepat,” beber Ramlan.

Sementara itu Ketua Tim Pansus Raperda RTRW Fauzi Hasan, belum lama ini mengatakan tim pansus terus berkerja esktra dalam memantapkan  produk ranperda RTRW. Sesuai dengan rencana, Ranperda ini sudah harus tuntas sebelum ahir Agustus lalu. Namun,masih ada beberapa hal penting yang terkait dengan beberapa hal penting yang masih harus dibahas, hal ini yang menyebabkan proses pembahasan Ranperda RTRW ini belum bisa diselesaikan. 

“Kita tetap konsisten untuk seseera mungkin menuntaskan kerja tim pansus Ranperda. Namun, kita juga harus professional, karena ini menyangkut produk hokum yang menjadi dasar pijakan masa depan dalam menata kawasan pembangunan, tim pansus juga harus ekstra hati-hati," katanya melanjutkan. 

"Kita tidak ingin produk perda yang dihasilkan nantinya tumpang tindih dengan aturan hokum yang lebih tinggi. Untuk itu, kita memang secara intens berupaya mencari berbagai referensi yang leibh kuat untuk mendudukan Ranperda RTRW ini. Untuk itu,kita harapkan semua pihak bisa bersikap objektif dan sabar, tim Pansus tetap konsisten menyelesaikan tugas-tugasnya," pungkasnya.***(dok) 

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riauheadline.com
Share |
Tinggalkan Komentar
Nama*:
Email*:
Website:
Komentar*:
: * Masukkan kode disamping!
Berita Terhangat...
Kamis, 23 Oktober 2014 | 14:51:46
SKK Migas Hormati Proses Hukum Kasus Bioremediasi
Kamis, 23 Oktober 2014 | 14:49:02
Relawan Peduli Kasus Mutilasi di Riau Galang Dukungan
Kamis, 23 Oktober 2014 | 14:48:14
Bupati Bengkalis Akan Tindak Tegas Pegawai Lakukan Pungli
Kamis, 23 Oktober 2014 | 14:39:57
Soal Komisi DPR, Lobi PDIP dan Koalisi Prabowo Macet
Kamis, 23 Oktober 2014 | 14:36:33
Kubu Prabowo Minta Jokowi Segera Umumkan Formasi Kabinet
Kamis, 23 Oktober 2014 | 14:34:39
APV Pick Up Paling Banyak Terjual
Selam Pameran Suzuki Berhasil Jual 143 Unit di MP
Kamis, 23 Oktober 2014 | 14:32:59
Fitra Desak KPK Usut Dugaan Suap Pengesahan APBD Riau 2015
Kamis, 23 Oktober 2014 | 14:28:28
Besi Bekas Jembatan Pedamaran II Rohil Jadi Incaran Pemulung
Kamis, 23 Oktober 2014 | 14:25:13
Periksa Saksi Suap Annas Maamun,
Penyidik KPK 'Garap' Tiga Bos PT Duta Palma Nusantara
Kamis, 23 Oktober 2014 | 14:23:44
Istri dan Anak-anak Urus Izin Jenguk Gubri Nonaktif di Rutan Guntur