Depan | Redaksi | Kode Etik | Disclaimer | Sitemap | RSS | Versi Mobile
riauheadline.com merupakan situs berita menginspirasi semangat masyarakat riau.
Berita Terhangat...
Selasa, 2 September 2014 | 15:55:27
Antisipasi Ilegal Fishing, Diskanlut Riau Bentuk Kopmas
Selasa, 2 September 2014 | 15:54:11
KONI Riau Kirimkan Atlet Berpotensi Raih Medali
Selasa, 2 September 2014 | 15:45:19
BLH Bengkalis Taja Sosialisasi Penghargaan Tingkat Nasional
Selasa, 2 September 2014 | 15:44:06
Pemprov Riau Kekurangan Tenaga Perekam Medis
Selasa, 2 September 2014 | 15:42:18
Guruh Soekarno Bahas Muatan Lokal Saat Berkunjung ke Disdik Riau
Selasa, 2 September 2014 | 15:41:19
Dipolisikan dalam Kasus Pencabulan,
Kemendagri Janji tak Persulit Izin Pemeriksaan Gubri
Selasa, 2 September 2014 | 15:40:01
Hari Ini, Pekanbaru Terima Formasi Seleksi CPNS 2014
Selasa, 2 September 2014 | 15:38:12
270 Polisi Kawal Pelantikan Anggota DPRD Dumai 2014-2019
Selasa, 2 September 2014 | 15:35:27
Pertamina Dumai Sumbang 18 Alat Fogging
Senin, 1 September 2014 | 18:46:18
Riau Inflasi 0,89 Persen Pada Agustus lalu
Home  / Hukrim  / Hukrim
Senin, 23 Desember 2013 | 12:36:36

Tante Penganiaya Balita Terancam 5 Tahun Penjara
PEKANBARU - Pelaku penganiayaan sorang anak berusia di bawah lima tahun (balita), ES (36), warga Kecamatan Rumbai, Pekanbaru, Riau, jika terbukti maka terancam lima tahun kurungan penjara dan denda Rp70 juta.
         
"Sesuai dengan hasil penyidikan, pelaku akan kami jerat dengan Undang-Undang tentang Perlindungan Anak," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Pekanbaru, Komandan Arief Fajar Satria kepada Antara di Pekanbaru, Senin.
         
ES pada Sabtu (21/12) telah diamankan dan menjalani pemeriksaan atas tuduhan kasus penganiayaan terhadap balita, keponakan pelaku.
         
Setelah diperiksa beberapa jam, akhirnya bukti-bukti memenuhi dan yang bersangkutan (ES) ditetapkan sebagai tersangka, katanya.
         
Sebelumnya pihak Polresta Pekanbaru mendapat laporan masyarakat terkait kasus penganiayaan yang dialami oleh MY (3 tahun).
         
Balita laki-laki itu  mengalami luka gores bekas sayat dan lebam di bagian wajah dan dada, serta leher.
         
Mendapat laporan itu anggota kemudian menyelidikinya dan akhirnya menangkap pelaku, Sabtu (21/12).
         
Pelaku menurut dia, sebelumnya sempat diperiksa oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reskrim Polresta Pekanbaru.
         
Saat dimintai keterangannya, ES yang awalnya banyak menyatakan  tidak tahu akhirnya mengaku.
         
"Yang jelas pelaku mengaku sebagai tante dari korban. Korban dianiaya dia karena bawel dan tidak mau disuruh-suruh. Makanya kemudian terjadi tindak penganiayaan itu," katanya.***(ant)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riauheadline.com
Tinggalkan Komentar
Nama*:
Email*:
Website:
Komentar*:
: * Masukkan kode disamping!