Depan | Redaksi | Kode Etik | Disclaimer | Sitemap | RSS | Versi Mobile
riauheadline.com merupakan situs berita menginspirasi semangat masyarakat riau.
Berita Terhangat...
Minggu, 21 September 2014 | 16:50:14
Korban Angin Puting Beliung Masih Trauma di Dumai
Minggu, 21 September 2014 | 16:49:05
Wawako Dumai Berikan Bantuan Korban Angin Puting Beliung
Minggu, 21 September 2014 | 16:48:07
57 Kecelakaan Kerja PT. IBP,
Serikat Pekerja Minta Disnaker Dumai Benar-benar Turun
Sabtu, 20 September 2014 | 10:22:50
Pemkab Bengkalis Resmi Buka Penerimaan 142 Formasi CPNS 2014
Sabtu, 20 September 2014 | 10:20:27
Pemkab Rohil Resmi Buka Lowongan CPNS 2014
Sabtu, 20 September 2014 | 10:19:02
Pemkab Kuansing Mulai Seleksi Penerimaan CPNS 2014
Sabtu, 20 September 2014 | 10:16:31
Pemprov Riau Bantu 160 Rumah Layak Huni di Kuantan Singingi
Sabtu, 20 September 2014 | 10:15:05
Sekwan DPRD Pekanbaru Tak Tahu Pengadaan Laptop Rp787 Juta
Sabtu, 20 September 2014 | 10:14:01
Tembak Tiga Warga Rohil Hingga Tewas, Pensiunan TNI Ditangkap
Sabtu, 20 September 2014 | 10:13:03
Sengketa Lahan, 3 Warga Rohil Tewas Ditembak Pensiunan TNI
Home  / Hukrim  / Hukrim
Senin, 23 Desember 2013 | 12:36:36

Tante Penganiaya Balita Terancam 5 Tahun Penjara
PEKANBARU - Pelaku penganiayaan sorang anak berusia di bawah lima tahun (balita), ES (36), warga Kecamatan Rumbai, Pekanbaru, Riau, jika terbukti maka terancam lima tahun kurungan penjara dan denda Rp70 juta.
         
"Sesuai dengan hasil penyidikan, pelaku akan kami jerat dengan Undang-Undang tentang Perlindungan Anak," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Pekanbaru, Komandan Arief Fajar Satria kepada Antara di Pekanbaru, Senin.
         
ES pada Sabtu (21/12) telah diamankan dan menjalani pemeriksaan atas tuduhan kasus penganiayaan terhadap balita, keponakan pelaku.
         
Setelah diperiksa beberapa jam, akhirnya bukti-bukti memenuhi dan yang bersangkutan (ES) ditetapkan sebagai tersangka, katanya.
         
Sebelumnya pihak Polresta Pekanbaru mendapat laporan masyarakat terkait kasus penganiayaan yang dialami oleh MY (3 tahun).
         
Balita laki-laki itu  mengalami luka gores bekas sayat dan lebam di bagian wajah dan dada, serta leher.
         
Mendapat laporan itu anggota kemudian menyelidikinya dan akhirnya menangkap pelaku, Sabtu (21/12).
         
Pelaku menurut dia, sebelumnya sempat diperiksa oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reskrim Polresta Pekanbaru.
         
Saat dimintai keterangannya, ES yang awalnya banyak menyatakan  tidak tahu akhirnya mengaku.
         
"Yang jelas pelaku mengaku sebagai tante dari korban. Korban dianiaya dia karena bawel dan tidak mau disuruh-suruh. Makanya kemudian terjadi tindak penganiayaan itu," katanya.***(ant)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riauheadline.com
Tinggalkan Komentar
Nama*:
Email*:
Website:
Komentar*:
: * Masukkan kode disamping!