Depan | Redaksi | Kode Etik | Disclaimer | Sitemap | RSS | Versi Mobile
riauheadline.com merupakan situs berita riau terkini
Berita Terhangat...
Sabtu, 19 April 2014 | 13:12:50
Karir Johar Firdaus di DPRD Riau Terancam Kandas
Sabtu, 19 April 2014 | 13:08:42
Kamis Putih, Paus Fransiskus Basuh Kaki Pria Muslim
Sabtu, 19 April 2014 | 13:06:09
Wilayah Dumai Terbanyak Titip Api di Riau
Sabtu, 19 April 2014 | 13:02:12
Polda Riau Limpahkan Berkas Maimanah dan Anaknya ke Jaksa
Sabtu, 19 April 2014 | 12:44:20
HMD Surati Panwaslu dan KPU Dumai untuk PSU
Sabtu, 19 April 2014 | 11:52:11
Berikan Kepuasan Kunci Perusahaan Kepada Pelanggan,
Kini Hadir Gloria Rent Car Jasa Rental Mobil Pekanbaru
Sabtu, 19 April 2014 | 11:49:20
Apindo Sebut Kenaikan TDL Bukti Lemah Daya Saing Industri
Sabtu, 19 April 2014 | 11:36:22
SKK Migas dan Chevron Taja Lomba Balita Sehat di Minas
Sabtu, 19 April 2014 | 10:58:38
Mencaruti Wartawan, Annas Maamun Bukan Sosok Kepala Daerah
Sabtu, 19 April 2014 | 10:56:00
Pemkab Kuansing Susun Formasi Penerimaan CPNS 2014
Home  / Lingkungan  / Lingkungan
Senin, 22 Juli 2013 | 17:38:40

Antisipasi Krisis Air Bersih,
Bupati Meranti Bakal Kelola Tasik Air Putih dan Putri Puyu
SELATPANJANG - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti terus berupaya untuk segera keluar dari krisis air bersih. Selain berupaya menggandeng investor untuk mengelola penyulingan air laut, Pemkab juga  akan memanfaatkan potensi debit air Tasik Air Putih dan tasik Putri Puyu di Pulau Padang sebagai sumber air bersih. 

Rencananya di kedua lokasi tasik tersebut akan dibangun PDAM berskala besar. Tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan air bersih untuk masyarkat, tapi juga untuk kepentingan kawasan industri Pulau Rangsang. Terkait bagaimana teknis pengelolaan dan pembangunan PDAM tersebut, masih dalam tahap evaluasi tim tekhnis Pemkab Kepulauan Meranti.

Bupati Kepulauan Meranti Irwan Nasir mengungkapkan rencananya, tahun 2015 pembagunan PDAM di kedua Tasik di Pulau Terluar ini sudah dirampungkan dan beroperasi. 

“Apakah nantinya dikelola Pemda melalui BUMD atau langsung swastanisasi, itu masih dalam tahap kajian tim tekhnis. Bisa saja dengan melibatkan investor, bisa juga dengan melalui anggaran APBD Meranti. Kita evaluasi dulu mana yang lebih efektif, kondusif dan menguntungkan daerah. Secara tekhnis dan kuaitas, untuk Tasik Air Putih sudah memenuhi syarat. Namun untuk Tasik Putri Puyu, masih dalam tahap study kelayakan” ungkap Bupati Irwan.

Untuk jangka pendek lanjut Bupati, direncanakan Pemkab Kepulauan Meranti akan memprioritaskan dulu pengelolaan Tasik Air Putih. Dari hasil study kelayakan, debit air dan kualitas air Tasik Air Putih, sudah memenuhi standar. Debit air Tasik Air Putih diperkirakan tidak akan pernah kering dan tersedia sepanjang tahun, meskipun debit curah hujan berkurang. 

Disisi lainnya katanya, meskipun ketinggian volume air Tasik Air Putih bergerak seiring dengan pasang surutnya air laut, hal ini tidak menjadikan Tasik Air Putih terintrusi air laut. Kondisi air Tasik Air Putih, tetap jernih dan tawar. Apalagi Hutan Tasik Air Putih merupakan salah satu hutan lindung  suaka margasatwa yang telah ditetapkan Pemrintah. 

Untuk itu, pengelolaanya akan Tasik Air Putih akan disinergikan dengan pengembangan ekowisata alam Hutan Lindung Tasik Air Putih. Menyinggung berapa total pagu anggaran pembangunan PDAM dan jaringannya, Bupati belum dapat membeberkan angka pastinya. Untuk iuetem ini menjadi tanggung jawab PU dan beberapa lintas satker. 

"Untuk itu, kita masih menunggu hasil kerja tim tekhnis yang berwewenang terkait pengesahan perda. Kita harapkan dengan menjadikan Tasik Air Putih sebagai sumber air beresih dan dibangun PDAM sekala bear, akan mampu menjawab peresoalan krisis air bersih di Pulau Rangsang. Baik untuk keperluan  masyarakat, maupun industry,” beber Irwan, di Selatpanjang.

Masih dievaluasi 

Selain merencanakan untuk memanfaatkan debit air kedua tasik tersebut, Bupati Irwan juga mengatakan Pemkab Meranti akan segera menurunkan tim untuk melakukan evaluasi terhadap kondisi bangunan PDAM Teluk Belitung, Bantar dan Tanjung Samak. 

Diturunkannya tim evaluasi ini untuk mengecek kondisi fifik ketiga PDAM warisan Bengkalis tersebut. Apakah masih layak dipakai atau tidak. Kalau memang dari hasil evaluasi kondisinya masih bagus, Pemkab Meranti berupaya untuk melakukan revitalisasi. Namun kalau tidak bisa lagi dipergunakan, Pemkab Meranti akan membangun PDAM baru. 

“Kita akan hitung dulu, apakah masih layak atau tidak. Baik dari sisi efektifitas biaya operasionaklnya maupun biaya revitalisasinya. Kalau lebih efektif direvitalisasi, kita manfaatkan. Kalau tidak efektif, ditinggalkan dan kita bangun PDAM baru. Yang jelas, semua instrument akan dievaluasi dengan melibatkan tim tekhnis” tandas Bupati Irwan.

Camat Rangsang Janevi Maeza, mengatakan masyarakat Rangsang sebenarnya sudah lama berharap agar Pemkab Meranti segera mengoptimalkan PDAM Tanjung Samak. Apalagi dengan memanfaatkan potensi sumber air Tasik Air Putih. Untuk itu, dengan adanya rencana Pemkab untuk memanfaatkan Tasik Air Putih sebagai sumber air bersih untuk masyarakat, sangat berterima kasih. (hkc/red)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riauheadline.com
Tinggalkan Komentar
Nama*:
Email*:
Website:
Komentar*:
: * Masukkan kode disamping!