Depan | Redaksi | Kode Etik | Disclaimer | Sitemap | RSS | Versi Mobile
Informasi Berita Ramadhan 2014
riauheadline.com merupakan situs berita menginspirasi semangat masyarakat riau.
Berita Terhangat...
Jumat, 25 Juli 2014 | 11:19:30
Pengusaha Pujasera O2 Santuni Anak Yatim di Meranti
Jumat, 25 Juli 2014 | 10:10:24
Tetapkan 1 Syawal 1435 H,
Kemenag Tentukan 111 Lokasi Rukyatul Hilal di 33 Provinsi
Jumat, 25 Juli 2014 | 09:47:32
PLN Rengat Tetap Lakukan Pemadaman Saat Lebaran
Jumat, 25 Juli 2014 | 09:45:40
Polres Siak Dalami Kasus Mutilasi Dua Bocah
Jumat, 25 Juli 2014 | 09:42:13
Kabupaten Rokan Hilir Hasilkan Terasi Kualitas Ekspor
Jumat, 25 Juli 2014 | 09:35:46
Wabup Rokan Hilir Lantik Pejabat Eselon II, III dan IV
Jumat, 25 Juli 2014 | 09:33:47
Asap Mulai Menyengat Nafas Warga Pekanbaru
Jumat, 25 Juli 2014 | 09:32:24
Tiga Hari Operasi Ketupat,
Tiga Nyawa Melayang di Jalan Raya
Jumat, 25 Juli 2014 | 09:31:18
Ribuan Warga Bengkalis Nikmati Sembako Gratis
Jumat, 25 Juli 2014 | 03:12:19
CPNS 2014, 11 Jabatan Untuk Sarjana Semua Jurusan
Home  / Lingkungan  / Lingkungan
Jumat, 21 Juni 2013 | 23:22:52

Berikut Penyebab Kebakaran Hutan dan Lahan di Riau
PEKANBARU - Kabut asap di Singapura diketahui muncul sebagai akibat adanya beberapa titik api di Pekanbaru, Riau. Padahal, jumlah titik api (hotspot) di Indonesia sebenarnya jauh lebih kecil dibandingkan dengan negara-negara ASEAN lainnya.

"Negara ASEAN lain seperti Thailand, Kamboja, Laos, Myanmar dan Vietnam menurut data selama tahun 2013 ini lebih banyak jumlah titik apinya dibandingkan dengan Indonesia," tutur Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho.

Hal tersebut dikatakannya dalam jumpa pers di Kantor BNPB, Jalan Veteran, Jakarta Timur, Jumat (21/6/2013).

Jumlah hotspot di Indonesia adalah 3.862, sementara Thailand 20.208 hotspot, Kamboja 17.757 hotspot, Laos 15.107 hotspot, Myanmar 41.458 hotspot, dan Vietnam 9.769 hotspot. Lantas mengapa titik api di Indonesia bisa menjalar hingga ke Singapura?

"Jadi, hangatnya perairan laut di Indonesia menyebabkan timbulnya pusat tekanan rendah dan siklon tropis sehingga muncul massa uap air dan asap yang mengarah pada pusat tekanan rendah tersebut," kata Sutopo.

Menurut Sutopo, tumbuh siklon tropis Leepi di Samudera Pasifik pada Selasa (18/6) kemarin. Sehingga, arah angin Indonesia mengarah ke siklon tersebut.

"Dan pada Kamis (20/6) kemarin, tumbuh siklon Bebinca di Laut Cina Selatan. Kondisi siklon seperti ini bisa bertahan selama 7-10 hari," lanjutnya.

Akibat kondisi alamiah ini, titik api di Indonesia yang walaupun jumlahnya lebih sedikit bisa memberikan dampak yang lebih besar pada negara tetangga, seperti Singapura.

Sutopo menjelaskan bahwa sebenarnya 20 persen hotspot di Indonesia terjadi di hutan, dan 80 persen sisanya di lahan perkebunan.

190 Titik Api di Riau Berada di Lahan Perusahaan Singapoera

Pemerintah mengungkap peta titik api di Riau yang memicu kabut asap hingga ke negara tetangga. Hutan tanaman industri (HTI) milik dua perusahaan yang berbasis di Singapura memiliki titik api terbanyak. Dengan demikian pihak Singapura juga harus bertanggung jawab atas kebakaran hutan di Riau.

"Saya kira iya (bertanggung jawab), karena perusahaan ini punya kantor pusat di sana (Singapura). Jadi saya kira perlu diselesaikan dengan baik," kata Kepala Unit Kerja Presiden bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4) Kuntoro Mangkusubroto menjawab pertanyaan wartawan, di kantornya, Jalan Veteran 3, Jakarta Pusat, Jumat (21/6/2013).

Perusahaan yang dimaksud adalah APP dan APRIL yang bergerak di industri pulp and paper. Dua perusahaan tersebut memiliki konsesi HTI di Riau, yang diduga menjadi sumber bencana kebakaran hutan dan asap.

"Anda bisa melihat titik hitam (titik api) ini ada di wilayah mereka, dan dua perusahaan ini kantor pusatnya di Singapura. Yang merah ini konsesinya APP dan yang kuning APRIL," ujar Kuntoro sambil menunjukkan sebuah peta konsesi.

Peta yang yang ditunjukkan Kuntoro menggambarkan Provinsi Riau berwarna merah muda. Di wilayah berwarna merah muda tersebut ada pola-pola berwarna merah dan kuning. Warna merah mengacu pada APP, dan kuning menunjukkan konsesi HTI milik APRIL.

Di antara warna merah dan kuning tersebut ada titik-titik hitam yang disebut titik api. Peta ini menunjukkan APP memiliki 112 titik api dan APRIL memiliki 78 titik api, jadi total titik api dari dua perusahaan yang berkantor pusat di Singapura ini mencapai 190 titik.

"Saya ingin menyampaikan, kejadian di sini tapi pelakunya perusahaan-perusahaan besar," ujar Kuntoro.

Kuntoro menyatakan perlunya pembenahan terkait temuan ini, termasuk persoalan administrasi yang harus disinkronkan dengan informasi lainnya. Ia menilai temuan ini menunjukkan penyelesaian yang tidak mudah.

"Secara sistematik, saya bisa melihat ini adalah ulah perusahaan-perusahaan ini, dan saya minta tidak menyalahkan rakyat kecil," tutup Kuntoro.

Pemerintah Lakukan Hujan Buatan di Riau

Pemerintah Pusat akan melakukan hujan buatan untuk memadamkan kebakaran lahan di Riau. Tim dari pemerintahan saat ini sudah berada di Pekanbaru.

Rencana itu disampaikan, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPM), Syamsul Maarfi kepada wartawan di Markas TNI AU Pekanbaru, Jumat (21/6/2013).

Dia menjelaskan, pihaknya bersama BBPT mulai besok berencana akan membuat hujan buatan di Riau. Namun sebelum melakukan itu, akan terlebih dahulu melakukan pemetaan yang matang.

"Akan ada tim teknis untuk melakukan pemetaan yang matang dimana tempat yang bisa untuk disemai sehingga menimbulkan hujan nantinya," kata Syamsul.

Dia menjelaskann dalam melakukan hujan buatan ini pihaknya juga dibantu TNI AU yang menyediakan pesawat Hercules dan Cassa. Sedangkan pihaknya juga menyediakan 3 heli untuk melakukan bom air.

"Selain melakukan hujan buatan, heli kita nantinya akan melakukan penyiraman dari udara di lokasi kebakaran," katanya.***(dtc/okz/die)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riauheadline.com
Tinggalkan Komentar
Nama*:
Email*:
Website:
Komentar*:
: * Masukkan kode disamping!