Depan | Redaksi | Kode Etik | Disclaimer | Sitemap | RSS | Versi Mobile
riauheadline.com merupakan situs berita menginspirasi semangat masyarakat riau.
Berita Terhangat...
Home  / Pendidikan  / Pendidikan
Rabu, 15 Januari 2014 | 19:55:39

PKB Usulkan Penyetaraan Gaji Honor Madrasah dan Guru Honor Pemda
BENGKALIS - Dewan Perwakilan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Bengkalis mengusulkan kepada Pemerintah Kabupaten melalui DPRD untuk menyetarakan gaji guru honor madrasah yang berada dibawah naungan Departemen Agama (Depag) dengan gaji guru sekolah umum (honor pemerintah daerah).

Hal itu dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap dunia pendidikan dan supaya tidak menimbulkan kesenjangan dalam proses belajar mengajar di Negeri Junjungan. Demikian disampaikan Ketua DPC PKB Kabupaten Bengkalis, Misliadi, SH.I kepada Pesisir Pos, Rabu (15/1). Dikatakannya bahwa penyetaraan perlu dilakukan pada dunia pendidikan karena setiap guru pada prinsipnya memiliki hak yang sama dalam memperoleh perhatian dari pemerintah

"Kita (PKB) di DPRD Bengkalis akan mengusulkan penyetaraan gaji guru honor madrasah dengan gaji guru honor Pemda, supaya tidak ada lagi kesenjangan-kesenjangan," Kata Misliadi yang juga ketua Karang Taruna Kabupaten Bengkalis ini

Disampaikan Misliadi bahwa honor guru madrasah saat ini hanya berkisar Rp. 500 ribu sampai Rp. 800 ribu sebulan, sedangkan honor guru Pemda mencapai Rp. 1,3 juta, padahal tugas pokok dan fungsi antara keduanya sama dalam proses mencerdaskan kehidupan bangsa

"Sudah saatnya kita menghilangkan perbedaan dan kesenjangan terhadap guru honor yang pada hakikatnya memiliki hak yang sama mendapatkan perhatian dari pemerintah," tambah Politisi muda yang terkenal vokal ini

Lebih lanjut dikatakan pentolan PKB Kabupaten Bengkalis ini bahwa pemerintah Kabupaten harus memberikan perhatian yang lebih terhadap pengembangan dunia pendidikan, karena dari sistim pendidikan yang handal dapat menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang handal pula untuk bersaing di masa mendatang

"Faktor utama yang sangat penting itu adalah memperhatikan kesejahteraan guru, termasuk guru madrasah yang bertungkus lumus dalam membangun SDM yang cerdas serta berakhlak," tandasnya

Oleh karena itulah kata Misliadi anggota DPRD Kabupaten Bengkalis asal Rupat ini bahwa kedepan tidak boleh lagi dibeda-bedakan, antara guru honor madrasah dengan guru honor Pemda. "Tak boleh lagi dibeda-bedakan," Tutup Misliadi. (win/ias)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riauheadline.com
Tinggalkan Komentar
Nama*:
Email*:
Website:
Komentar*:
: * Masukkan kode disamping!