Depan | Redaksi | Kode Etik | Disclaimer | Sitemap | RSS | Versi Mobile
riauheadline.com merupakan situs berita menginspirasi semangat masyarakat riau.
Berita Terhangat...
Kamis, 18 September 2014 | 19:09:47
Perlombaan Bazar Turut Memeriahkan HGK-PPK Ke-42 di Dumai
Kamis, 18 September 2014 | 19:07:17
Waduh, Rokok Tanpa Cukai Beredar Luas di Kepulauan Meranti
Kamis, 18 September 2014 | 19:05:33
Anggaran Rp1 Miliar Bawaslu Meranti Belum Digunakan
Kamis, 18 September 2014 | 18:57:16
Royalti Ekpor Timah di Meranti Tembus Rp 2,5 Miliar
Kamis, 18 September 2014 | 17:51:56
Kecewa, Wawako Dumai Ajak Istri Meninggalkan Acara
Kamis, 18 September 2014 | 17:50:46
Pengujian Emisi Kenderaan,
Dishub Dumai Sosialisasikan Perda No. 6 Tahun 2014
Kamis, 18 September 2014 | 17:49:58
Pendaftaran CPNS di Dumai Dibuka 20 September - 3 Oktober 2014
Kamis, 18 September 2014 | 17:49:06
Kadisnakkanla Dumai: Kebutuhan Sapi Kurban Diprediksi 2.000 Ekor
Kamis, 18 September 2014 | 17:48:08
Persoalan Transportasi Diperlukan Penanganan Optimal
Kamis, 18 September 2014 | 16:53:52
Guru Dituntut Kreatif Menciptakan Inovasi Pembelajaran di Riau
Home  / Pendidikan  / Pendidikan
Senin, 17 Juni 2013 | 15:29:16

Kemenag Rohil Cairkan Dana BOS 2013
BAGANSIAPIAPI - Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Rokan Hilir telah mencairkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di semua sekolah madrasah rekening masing-masing. Pencairan dana BOS 2013 ini memang terjadi keterlambatan akibat sebelumnya belum disahkan DPR RI.   

"Alhamdulillah, tahun ini dana BOS dari pusat sudah sampai ke daerah dan telah pula kita salurkan ke rekening sekolah masing-masing diawal minggu pertama bulan Juni lalu," ujar Kepala Kemenag Rohil, H Agustiar S Ag, ketika dikonfirmasi riauheadlinecom, Senin (17/6/13) melalui telpon selulernya.

Disinnggung mengenai penggunaan dana BOS apakah selama sudah tepat sasaran, Agustiar mengakatan belum ada laporan yang mengganggu sistem. 

"Semoga dana BOS tetap disalurkan kepada yang berhak oleh sekolah penerima. Memang, selama ini belum ada laporan terjadi diluar sistem mengenai penyalurannya kepada siswa," sebutnya.

Sebab, belakangan setiap kepala sekolah diminta pertanggungjawaban dalam bentuk laporan penggunaan dana BOS tersebut. 

"Harus kita akui, dana BOS sangat rawan diselewengkan. Tetapi kan kepala sekolah tetap diminta membuat laporan penggunaannya, nah belakangan laporan yang disampaikan ke kita tidak ditemukan indikasi penyelewengan," jelasnya.

Ditambahkannya, penyaluran dana BOS dilakukan setiap per triwulan. 

"Selama ini penyaluran dana BOS ke pihak sekolah tidak pernah terlambat, namun baru kali ini terjadi keterlambatan. Tetapi itupun tak terlalu lama lah. Sehingga segala kegiatan sekolah terhadap kesiswaan dapat terlaksana sesuai rencana," katanya.***(rh/ide)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riauheadline.com
Tinggalkan Komentar
Nama*:
Email*:
Website:
Komentar*:
: * Masukkan kode disamping!