Depan | Redaksi | Kode Etik | Disclaimer | Sitemap | RSS | Versi Mobile
riauheadline.com merupakan situs berita menginspirasi semangat masyarakat riau.
Berita Terhangat...
Rabu, 17 September 2014 | 20:08:48
Kenaikan Tarif Listrik Buat yang Non Subsidi
Rabu, 17 September 2014 | 20:07:33
Wawako Dumai Pimpin Upacara Lima Momen Sekaligus
Rabu, 17 September 2014 | 20:06:05
Fauzi Hasan Diajukan Jadi Ketua DPRD Meranti Defenitif
Rabu, 17 September 2014 | 20:04:58
Jelang Pilkada Meranti, Nama Dedi Putra Mencuat
Rabu, 17 September 2014 | 20:02:51
Dewan Baru Prihatin Jalan Perabot Tak Tersentuh Pembangunan
Rabu, 17 September 2014 | 20:01:15
CDN Serahkan New CBR150R Kepada 8 Konsumen Pembeli Perdana
Rabu, 17 September 2014 | 20:00:28
DPRD Riau Sahkan Tatib Dewan Periode 2014-2019
Rabu, 17 September 2014 | 19:59:30
Gubri Annas Lebih Pilih Pilkada Langsung
Rabu, 17 September 2014 | 19:58:23
Sepasang Kekasih Jadi Korban Kebakaran di Pujasera Meranti
Rabu, 17 September 2014 | 11:35:50
Gonjang-ganjing Hutang Proyek PON,
Siapa Dituding Dahlan Minta Komisi 5 Persen?
Home  / Politik  / Politik
Kamis, 20 Juni 2013 | 11:15:18

Rusli Zainal Bakal Dicopot Jadi Gubernur Riau
JAKARTA - Rusli Zainal segera dicopot dari jabatannya sebagai Gubernur Riau minggu depan. Pencopotan Rusli saat ini masih menunggu surat registrasi yang mencantumkan status Rusli sudah menjadi terdakwa.

''Kalau sudah berhalangan permanen maka akan kita non aktifkan. Mudah-mudahan seminggu lagi sudah keluar nomor registrasinya,'' ujar Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi di Kompleks Parlemen, Rabu (19/6/2013) kemarin.

Saat ini, Rusli masih menjabat sebagai Gubernur Riau. Dia juga adalah Ketua DPP Partai Golkar Bidang Hubungan Eksekutif dan Yudikatif. Rusli ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) seusai diperiksa selama enam jam lebih pada Jumat (14/6/2013). Selama ditahan oleh KPK, tugas pemerintahan yang diemban Rusli dilakukan oleh wakilnya.

''Sudah ada aturan kalau gubernur berhalangan maka wakil melakukan tugas. Ini kan dianggap halangan sementara, maka dijalankan oleh wakilnya," kata Gamawan.

Adapun Rusli ditahan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pemberian izin usaha pemanfaatan hasil hutan dan kayu-hutan tanaman industri tahun 2001-2006 di Kabupaten Siak dan Pelalawan, Riau. Selain tersangka dalam kasus izin usaha pemanfaatan hasil hutan dan kayu-hutan tanaman industri (IUPHHTI) itu, Rusli juga ditetapkan sebagai tersangka penerima dan pemberi suap terkait pembangunan arena PON Riau.

Dalam kasus dugaan korupsi pemberian IUPHHTI di Siak dan Pelalawan ini, KPK menyangka Rusli melanggar Pasal 2 Ayat (1) dan atau Pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat 1 Ke-1 KUHP. Pasal yang disangkakan ini merupakan pasal penyalahgunaan wewenang selaku penyelenggara negara. ***(grc/mog)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riauheadline.com
Tinggalkan Komentar
Nama*:
Email*:
Website:
Komentar*:
: * Masukkan kode disamping!