• Home
  • Ekbis
  • Trade Expo Indonesia 2017, Presiden Jokowi Tertarik Bibit Sawit Topaz Riau

Trade Expo Indonesia 2017, Presiden Jokowi Tertarik Bibit Sawit Topaz Riau

Hadi Pramono Kamis, 12 Oktober 2017 20:32 WIB
Presiden dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo didampingi Menteri Perdagangan RI Enggartiasto Lukita berkunjung ke stand booth Asian Agri di Trade Expo Indonesia 2017, Tangerang, Banten, kemarin (11/10/17).
JAKARTA - Bibit unggul kelapa sawit Topaz yang diproduksi dari Riau menarik perhatian Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo dan rombongan saat mengunjungi stand Asian Agri yang berpartisipasi dalam Trade Expo Indonesia (TEI) 2017 di Indonesia Convention and Exhibition (ICE) di BSD City, Tangerang, 11 " 15 Oktober 2017.

Dalam rilis yang diterima riauterkinicom, Kamis (12/10/17), disebutkan saat meninjau stand pameran perdagangan di Hall 8 itu, Presiden dan Ibu Negara didampingi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Darmin Nasution dan Menteri Perdagangan RI Enggartiasto Lukita serta Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

Stan Asian Agri yang berlokasi ini mengusung tema pengelolaan kelapa sawit yang berkelanjutan, yang diwujudkan dalam stan bernuansa perkebunan kelapa sawit dengan menempatkan tiga pohon, empat tandan buah segar (TBS) kelapa sawit serta ramet sebagai daya tarik bagi para pengunjung.

Presiden sempat bertanya kepada Ang Boon Beng, Topaz Seeds Senior Breeder Asian Agri, bibit kelapa sawit yang dibudidaya dan diproduksi di Kebun Topaz Riau.

Saat ditanya Presiden Joko Widodo, Ang Boon Beng menyampaikan bahwa Asian Agri berfokus pada intensifikasi dan karena itu tim R & D terus mengembangkan bibit kelapa sawit Topaz yang dapat menghasilkan produk minyak kelapa sawit yang tinggi, sambil menunjukkan kualitas buah kelapa sawit dari bibit Topaz yang dibawa dari Kebun Topaz Riau.

Dijelaskan Ang Boon Beng, Asian Agri memiliki kebun pembibitan Topaz seluas 300 hektare di Riau dengan kapasitas produksi bibit Topaz yang mencapai 25 juta bibit per tahun. “Saat ini kami memproduksi sesuai dengan permintaan yang ada,” katanya.

Bernard Riedo, Head of Sustainability & Stakeholder Relations Asian Agri menambahkan, keikutsertaan Asian Agri di TEI 2017 ini merupakan yang pertama sekaligus menegaskan komitmen perusahaan untuk mengelola perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan kepada para pengunjung.

”Merupakan suatu kehormatan bagi kami, pada TEI 2017 Bapak Presiden Joko Widodo berkenan mengunjungi stan kami dan berdialog langsung mengenai perkembangan industri kelapa sawit, kapasitas produksi dan bibit unggul yang kami hasilkan,," ucapnya.

Di kesempatan itu, Presiden juga meminta, Asian Agri untuk dapat membantu para petani sawit di lapangan mendapatkan bibit unggul untuk hasil panen yang lebih baik.

"Kesempatan ini tentunya kami manfaatkan untuk mengedukasi dan mempromosikan kelapa sawit Indonesia yang lestari, berwawasan lingkungan dan membangun kemitraan dengan para petani,” kata Bernard yang saat menyambut kehadiran Presiden Jokowi didampingi Corporate Affairs Director Asian Agri, Fadhil Hasan.

Menurut Fadhil, Asian Agri berfokus pada intensifikasi perkebunan dengan meningkatkan kualitas produk di lahan yang sudah ada, menerapkan praktik agronomi terbaik, mendampingi petani melalui program kemitraan dengan petani plasma seluas 60.000 hektare dan petani swadaya seluas lebih dari 25.000 hektare.

"Perusahaan kami juga berkomitmen, menjaga kelestarian lingkungan lewat pencegahan kebakaran dalam program Desa Bebas Api, membangun 7 Pembangkit Listrik Tenaga Biogas dari target 20 unit pada tahun 2020, serta memproduksi bibit unggul Topaz bagi peremajaan kebun kelapa sawit petani," katanya menambahkan.

(rls/rdk)
Tags Asian AgriKelapa SawitPresiden Jokowi
Komentar