• Home
  • Infotorial
  • Dulrempak Dumai Solusi Bendung Kekerasan Perempuan dan Anak

Dulrempak Dumai Solusi Bendung Kekerasan Perempuan dan Anak

Advertorial Jumat, 29 Maret 2019 11:38 WIB
Wakil Walikota Dumai Eko Suharjo mengukuhkan Komunitas Peduli Perempuan dan Anak (Dulrempak) Kota Dumai tahun 2019 di Gedung Pendopo Sri Bunga Tanjung.
DUMAI - Untuk membendung tingkat kekerasan perempuan dan anak yang akhir-akhir ini marak terjadi membuat Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Dumai melahirkan solusi dengan menghadirkan Komunitas Peduli Perempuan dan Anak (Dulrempak) Kota Dumai.

Buktinya jajaran pengurusnya langsung dikukuhkan secara langsung oleh Wakil Walikota Dumai Eko Suharjo, di Gedung Pendopo Sri Bunga Tanjung. Dengan terbentuknya Komunitas Peduli Perempuan dan Anak ini diharapkan mampu membendung lajunya kekerasan terhadap kaum hawa maupun terhadap anak-anak.

Demikian disampaikan orang nomor dua di Pemerintah Kota Dumai saat memberikan kata sambuta. "Jangan sebaliknya, dengan terbentuknya komunitas Dulrempak ini tingkat kekerasan terhadap perempuan dan anak  menjadi meningkat. Ini tentunya sangat aneh sekali," ucap Eko Suharjo yang juga politisi Demokrat ini.

Ia berharap dengan terbentuknya komunitas ini bisa menjadi jembatan bagi kaum perempuan dan anak-anak untuk segera melapor tentang kejadian yang menimpanya. "Sudah saatnya kini kita harus berani melapor melalui media SMS, WA, Email atau media sosial lainnya ke Dulrempak atau intansi-intansi terkait yang menangani masalah ini," ujarnya.

Dijelaskanya, Komunitas Dulrempak juga diharapkan dapat mempermudah sosialisasi dan pengarahan kepada masyarakat tentang hal-hal yang mencakup tentang perlindungan perempuan dan anak. Oleh karena itu, kerjasama dari semua pihak sangat diperlukan, termasuk juga peran serta masyarakat sendiri dan berkomitmen bersama dalam pencegahan kekerasan pada perempuan dan anak.

"Untuk pencegahan kekerasan pada perempuan dan anak memang perlu adanya kelompok atau komunitas-komunitas yang khusus dalam bidang pencegahan kekerasan pada perempuan dan anak yang saat ini semakin memprihatinkan dan perlu ada tindakan yang nyata. Semoga ke depannya Kota Dumai bisa bebas atau setidaknya bisa mengurangi angka kekerasan pada perempuan dan anak," pungkasnya.

Sementara Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinas PPPA) Kota Dumai, Dameria SKM, M.Si mengatakan Komunitas Dulrempak sendiri berfungsi melindungi perempuan dan anak dilokasi kejadian dari hal yang dapat membahayakan, menempatkan dan mengungsikan perempuan dan anak yang mengalami permasalahan ke UPT PPPA Kota Dumai.
"Komunitas Dulrempak Kota Dumai ini bisa melakukan rekomendasi kepada organisasi layanan perempuan dan anak yang dibentuk UPT PPPA. Serta, memberikan layanan seoptimal mungkin dengan memperhatikan hak perempuan dan anak yang mengalami permasalahan," kata Dameria, menjelaskan tupoksi dari Dulrempak Kota Dumai.

Tida itu saja, kata Dameria, dalam keadaan darurat Dulrempak Kota Dumai dapat bekerjasama dengan lembaga-lembaga tertentu untuk memberikan perlindungan dan memberikan kemudahan, kenyamanan dan keselamatan serta menggunakan bahasa sederhana yang mudah dimengerti bagi perempuan dan anak.

"Keberadaan DULREMPAK sendiri bersikap empati dan sensitif terhadap perempuan dan anak yang mengalami permasalahan. Sedangkan tugas Dulrempak melakukan penjangkauan terhadap perempuan dan anak yang menglamai permasalahan dan melakukan indentifikasi kondisi dan layanan yang dibutuhkan perempuan dan anak yang mengalami permasalahan," jelasnya.

Ia menerangkan, Komunitas Dulrempak ini dipandang perlu agar diketahui semua pihak. Sebab, komunitas Dulrempak Kota Dumai ini hadir akan mencarikan solusi terbaik bagi korban untuk mendapatkan hak-haknya sebagaimana dijamin dalam peraturan perundang-undangan. 

"Komunitas Dulrempak Kota Dumai bukan sebagai saingan organisasi yang sudah dibentuk pemerintah, tapi sebagai pelengkap dalam penanganan kasus perempuan dan anak yang mengalami permasalahan. Oleh karena itulah, kehadiran Komunitas Dulrempak ini sebagai wujud tanggung jawab pemerintah dalam memberikan perlindungan kepada korban kekerasan," ucapnya.

Dijelaskan Dameria, Komunitas Dulrempak akan memberikan layanan seoptimal mungkin dengan memperhatikan hak perempuan dan anak yang mengalami permasalahan. Komunitas Dulrempak sendiri, lanjutnya, setiap menangani permasalahan harus menggunakan bahasa sederhana yang mudah dimengerti oleh perempuan dan anak yang mengalami permasalahan.

"Untuk melaksanakan tugas tersebut Komunitas Dul Rempak mempunyai fungsi penjangkauan terhadap perempuan dan anak yang mengalami permasalahan, melakukan identifikasi kondisi dan layanan yang dibutuhkan serta melindungi perempuan dan anak dilokasi kejadian dari hal yang dapat membahayakan dirinya," ungkap Dameria.

Sebelum menyudahi, Dameria berharap dengan hadirnya Komunitas Dulrempak Kota Dumai ini mampu memberikan perlindungan dan pemenuhan hak bagi korban serta untuk merespon permasalahan perempuan dan anak yang banyak terjadi di masyarakat. "Mudah-mudahan Komunitas Dulrempak Kota Dumai ini memberikan efek baik bagi masyarakat," pungkasnya.

Artikel ini merupakan bentuk kerja sama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Kota Dumai.

(Advertorial)
Tags DPPPA DumaiDulrempakPemko DumaiWawako Dumai
Komentar