• Home
  • Sosial
  • Deklarasi KAMI di Riau Berpotensi Bikin Gaduh

Deklarasi KAMI di Riau Berpotensi Bikin Gaduh

Hadi Pramono Rabu, 14 Oktober 2020 18:46 WIB
PEKANBARU - Deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Riau Jumat (16/10/2020) mendatang bentuk ketidakpekaan akan kondisi terkini masyarakat di masa pandemi COVID-19. 

Tak hanya itu, deklarasi KAMI Riau tersebut berpotensi bikin gaduh antar-sesama anak kemenakan. Situasi sudah kondusif dan tidak gaduh sekarang ini, berpotensi ricuh dan gaduh lagi.  

"Kita dari LAM, meminta semua pihak berhentilah membuat gaduh, kita sedang berfokus mengatasi COVID-19," kata Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat Lembaga Adat Melayu Riau (MKA LAMR), Datu Seri Al Azhar, Rabu (14/10/2020). 

Sebelumnya, Al Azhar dan Dosen Ilmu Politik FISIP Unri, Tito Handoko menjadi pembicara dalam Focus Group Discussion (FGD) digelar Forum Santri Riau, di ruang pertemuan Lantai I Gedung LAM Riau.  

Dalam FGD tersebut bertema: "Buat Apa Ada KAMI?". Hadir sebagai peserta berbagai latar belakang, mulai dari aktivis kepemudaan, tokoh lintas agama, lintas etnis, serta perempuan di Riau. 

Al Azhar mengatakan, masih banyak permasalahan perlu dijadikan prioritas di Riau saat ini. Penanganan COVID-19 dan pemulihan ekonomi masyarakat, lebih diprioritaskan dibandingkan urusan politik seperti deklarasi KAMI Riau.  

Membahas politik, jelas Al Azhar, di masa sekarang ini justru bentuk ketidakpekaan akan kondisi masyarakat.  

"Isu-isu politik ini sebetulnya tidak laku di masyarakat. Masalah politik ini masalah elit, tidak sesuai dengan mayoritas masyarakat kita sedang menghadapi persoalan-persoalan ril akibat terdampak COVID-19," jelas Al Azhar. 

Gerakan KAMI Riau, kata Al Azhar, LAM Riau menerima dengan terbuka setiap tamu yang datang ke Riau. Namun, ia meminta tetap menjaga tatanan adat serta budaya Melayu.  

"Terkait KAMI Riau, setiap yang datang ke kita adalah tamu. Sebagai tamu, mereka harus kita hormati. Tapi, jangan sampai menimbulkan provokasi-provokasi justru membuat kita tidak produktif. Negeri kita jadi tidak kondusif, muncul polarisasi politik," ungkap tokoh Riau ini.

Ia juga berharap kemunculan kelompok ini  tidak ditanggapi dengan keras sampai menimbulkan kekisruhan antar kelompok masyarakat.  

"Ini negeri yang Alhamdulillah aman, jangan dicederai. Apalagi dengan kepentingan politik kekuasaan, kita geser dulu ke politik kesejahteraan," tutupnya.

Rencana Deklarasi KAMI Mendapat Penolakan di Riau

Aliansi Pemuda Riau Cinta Damai menolak rencana deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia ( KAMI) di Riau. Aliansi dari latar belakang organisasi, daerah, dan kampus yang berbeda, menyatakan menolak deklarasi KAMI tersebut. 

Ketua Aliansi Pemuda Riau Cinta Damai Fandi menyebut, kegiatan KAMI itu dinilai berpotensi menimbulkan kegaduhan dan perpecahan di tengah warga Riau yang majemuk dan harmonis, yang sedang fokus menghadapi pandemi Covid-19.

"Telah terjadi penolakan terhadap KAMI di berbagai daerah harusnya menjadi jawaban bahwa masyarakat tidak mau lagi dibodohi oleh tokoh-tokoh yang haus akan jabatan. Ini sangat ditolak oleh Pemuda Riau yang sangat mencintai Riau yang damai dalam kemajemukan," kata Fandi, Selasa (13/10) kemarin. 

Ia menyampaikan ada sembilan poin penolakan terhadap rencana deklarasi KAMI ataupun kehadirannya di Riau. Menurut Fandi, Aliansi khawatir akan terjadi provokasi yang bisa menimbulkan gejolak di tengah masyarakat Riau.

Aliansi mendesak aparat kepolisian agar tidak memberikan izin terhadap setiap aktivitas KAMI di Riau. Aliansi mengajak seluruh elemen masyarakat Riau untuk tetap mengedepankan persatuan, menjaga kondusifitas, serta menolak gerakan-gerakan politik yang memecah belah persatuan dan kebhinekaan. 

Kemudian, meminta pemerintah dan semua elemen masyarakat agar dapat bersatu serta membangun kepercayaan dan gotong-royong dalam menghadapi dampak dari pandemi Covid-19. 

"Bila nantinya KAMI tetap hadir di Riau dalam bentuk apapun, Aliansi Pemuda Riau Cinta Damai akan mengusir secara paksa," kata Fandi.

Sementara itu, meski mendapat penolakan, KAMI renacananya akan tetap menggelar kegiatan di Pekanbaru, Riau. Presidium KAMI Riau Erwan menyebutkan, deklarasi KAMI rencananya akan digelar pada 16 Oktober 2020. Namun, ia belum menjelaskan lokasi deklarasi.

"Deklarasi ini bisa saja nanti dalam bentuk diskusi. Kita kan tidak menggelar aksi demo, karena negara menjamin ada kebebasan untuk masyarakat, untuk rakyat berkumpul dan menyatakan pendapat. Deklarasi ini kita sebut acara silaturahim," ujar Erwan.
Sumber: Kumparan.com dan Kompas.com

Tags Deklarasi KAMIKAMILAM Riau
Komentar