• Home
  • Ekbis
  • Pedagang Petasan Mulai Marak di Kota Dumai

Jelang Ramadhan 1436 Hijriah

Pedagang Petasan Mulai Marak di Kota Dumai

Senin, 15 Juni 2015 20:20 WIB
DUMAI - Memasuki Bulan Suci Ramadhan 1436 Hijriah yang sudah di depan mata mulai dimanfaatkan pedagan petasan musiman ini. Kini wilayah jalan perkotaan sudah mulai ramai di jajakan petasan dari ukuran kecil hingga ukuran besar.

Jono, salah satu pedagang petasan di sekitar jalan Sukajadi mengatakan, dirinya sudah biasa kalau menjelang Ramadhan berjualan petasan. Menurutnya hal itu sudah menjadi kebiasaan untuk meramaikan suasana Ramadhan. 

Untuk jenis petasan yang dijual itu ada 12 macam, yaitu petasan tikus,  gangsing, banting, perepet, disko, kupu-kupu, suit, sot, dan jenis kembang api lainnya.

"Saya sudah biasa kalau mau memasuki bulan puasa jualan petasan disini, karena saya juga selain hobi main petasan juga lumayan menguntukan, sebab biasanya jika menjelang puasa orang-orang banyak yang mencari petasan dan kembang api,"katanya saat ditemui dilokasi, Senin (15/06).

Lanjut kata Jono, untuk saat ini dikarenakan bulan Ramadhan masih tinggal beberapa hari lagi pelanggan belum begitu banyak, tetapi kalau sudah memasuki puasa pembeli sangat banyak.

"Kalau sekarang palingan juga sehari hanya dapat Rp50 ribu sampai Rp100 ribu,"ucapnya.

Hal yang sama juga dikatakan pedagang lainnya Reni, menjual petasan sudah menjadi kebiasaan yang dilakukan oleh dirinya, sebab sudah setiap memasuki bulan Ramadhan berjualan petasan.

"Petasan yang saya jual itu hanya yang kecil-kecil saja soalnya tidak berbahaya, karena kalau petasan besar selain suaranya terlalu keras juga bisa berbahaya, maka dari itu saya cuma menjual jenis kembang api, petasan disko, kupu-kupu, dan petasan kecil lainnya,"ungkapnya.

Dia juga menjelaskan, bahwa prospek keuntungan berjualan petasan dan kembang api adalah cukup besar mengenai harganya bisa bervariasi, yakni mulai dari RP 2.000 hingga puluhan ribu tergantung ukuran dan jenis kembang api.

Reni menambahkan, bahwa ia sebenarnya juga merasa resah dan was-was kalau ada polisi yang menggelar razia petasan dan kembang api. Makanya, ia hanya berjualan di pinggiran jalan raya menggunakan gerobak mini . 

"Ya saya ini hanya berusaha mencari makan dari uang halal. Saya berharap polisi dapat maklumi, yang saya jual hanya kembang api saja," katanya. 

(ron/ron)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Ramadhan
Komentar