BI Panen Raya Kebun Melon Percontohan

    Minggu, 15 Juni 2014 17:12 WIB

    PEKANBARU - Tahun 2014 ini, BI akan melakukan pelatihan terhadap petani dan masyarakat umum memanfaatkan lahan nganggur untuk kebun melon hidroponik agar memiliki nilai ekonomis. Selain meningkatkan kualitas SDM, pelatihan diharapkan akan dapat meningkatkan kesejahteraan petani dan masyarakat.

    Hal itu dikatakan Kepala Bank Indonesia Mahdi Muhammad, Ahad (15/6/14) di sela acara panen raya kebun melon Sakata oleh karyawan dan karyawati Bank Indonesia. Keberhasilan budidaya melon Sakata ini akan ditularkan ke petani di Riau, karena keuntungannya sangat lumayan.

    Bagaimana tidak, kebun bersistem hidroponik garapan karyawan Bank Indonesia Perwakilan Pekanbaru ini hanya memanfaatkan lapangan basket yang jarang digunakan. Areal seluas 40 X 18 meter ini disulap menjadi kebun melon hidroponik dengan media tanam poliback dan cocopeat (sabut kelapa) sebanyak 2000 poliback.

    "Setelah dipanen, hasilnya cukup lumayan dengan berat perbuahnya di atas 1 kilogram. Di pasaran, harga melon Sakata perkilonya mencapai Rp25 ribu," terangnya.

    Ditanyakan hitungan tehnisnya, Mahdi mengatakan bahwa areal untuk 2.000 pokok melon, modal awal Rp50 juta. Itu sudah termasuk bibit melon Sakata, alat fertigasi, konstruksi green house, pakai plas UV, tanaman tidak kena hujan dan panas matahari langsung.

    "Sekali panen bisa sampai 1800-an kilo. Jika sekilonya 25 ribu, maka sekali panen bisa langsung balik modal. Setelah panen perdana, maka modal selanjutnya cuma Rp10 juta yang digunakan untuk tanaman dan pupuk. Karena aset barang seperti atap plastik, sistem irigasi dan polibacknya masih bisa digunakan berkali-kali lagi," terangnya.***(H-we) 
    IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
    Tags
    Komentar