Buset, Sejumlah Imigran Gelap Diduga Jadi Gigolo
Rabu, 05 November 2014 11:08 WIB
merdekacom
PEKANBARU : Saat ini terdapat sekitar 400 imigran gelap dari berbagai negara, seperti Afghanistan, Banglades, Irak dan lainnya dalam pengamanan Kantor Imigrasi Pekanbaru.
Mereka ditempatkan di dua lokasi, yakni Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) di belakang Purna MTQ dan di Wisma Satria Jalan Cik Ditiro atau di belakang RRI.
Jumlah tersebut jauh melampui kapasitas tamping Rudenim dan Wisma Satria yang hanya berkapasitas 120 orang.
Akibatnya, setiap malam puluhan imigran harus tidur di alam terbuka. Menggelar alas alakadar di halaman Rudenim dan tempat pakir.
Kondisi tersebut terlihat tidak manusiawi. Namun bukan masalah itu yang perlu dicermati bagi instansi terkait terhadap keberadana ratusan pencari suaka ke Australia tersebut.
Hampir semua dari mereka dibiarkan bebas berkeliaran ke mana mereka suka. Tidak ada pengawasan, terlebih penjagaan ketat. Mereka terkesan dibiarkan bebas melakukan apa saja.
Bahkan, sejumlah informasi yang didapat riauterkini dari berbagai sumber, ada sejumlah imigran gelap, terutama yang berasal dari Afghanistan dan Irak menjadi pelacur pria alias gigolo.
Mereka melayani kencan singkat dengan tante-tante girang berduit dari berbagai kalangan. Mulai dari istri pengusaha sampai pegawai negeri sipil.
"Sudah lama mereka itu jadi seperti itu (gigolo.red). Setiap malam ada saja perempuan yang jemput ke sini," ujar seorang sumber yang bekerja di sekitar kantor Imigrasi Pekanbaru.
Terkait dengan dugaan adanya sejumlah imigran gelap yang menjadi gigolo di Pekanbaru, Kepala Bidang Intelijen dan Penindakan Kantor HUkum dan HAM Wiayah Riau, Icon Siregar tidak menampik.
"Kalaupun memang ada yang 'nakal' kita memang harus maklum. Berpisah dengan istri sekian lama karena adanya konflik di negara membuat mereka mencoba mencari pemenuhannya. Namun demikian, kita tetap melakukan pengawasan," ujarnya kepada riauterkinicom beberapa hari lalu.
Bahkan, secara berkelekar Icon mengungkapkan mungkin ada kelompok perempuan yang memang teropsesi dengan pria-pria berwajah Arab, seperti para imigran dari Afghanistan dan Irak.
(mad)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Politik
DPRD Pekanbaru Sahkan Ranperda Keuangan dan Administrasi
-
Hukrim
Kinerja Tim Saber Pungli Pekanbaru Dipertanyakan
-
Hukrim
Keributan di Rutan Sialang Bungkuk Dipicu Provokasi Napi
-
Hukrim
Tak Mau Dipindahkan, Narapidana Rutan Sialang Bungkuk Mengamuk
-
Hukrim
Pemilik Home Industri Ekstasi Tega Mengusir Istrinya di Pekanbaru
-
Kesehatan
Walikota Pekanbaru Bantah Pemberitaan Pejabat Pemko Keracunan Makanan

