HAM Membantah, Korban Dugaan Pencabulan Beberkan Rekaman
Senin, 11 Agustus 2014 12:08 WIB
PEKANBARU - Mawar (39), nama samara aktifis pendidikan yang merupakan putri seorang tokoh masyarakat Riau akhirnya bersedia menjelaskan musibah dan aib yang menimpa dirinya.
Setelah sebelumnya dilanda keraguan, antara membuka diri atau terus menutupi peristiwa tersebut. Terlebih setelah pejabat terpenting di Pemprov Riau berisial HAM membatah mencabuli sejumlah wanita, termasuk dirinya, bahkan menuding penyebar informasi tersebut diduga bermotif pemerasan.
“Masalah ini sudah terlanjur tersebar lewat media massa. Saya harus siap menghadapi semua ini. Sekarang saya siap menjelaskan semuanya,” tutur Mawar saat berbincang dengan wartawan kemarin.
Dikatakan Mawar, selain pernyataan kronologis peristiwa aib terhadap dirinya yang ditulisnya di atas kertas bermaterai, ia juga memiliki bukti kuat bahwa telah menjadi korban pencabulan seorang pejabat terpenting di Pemprov Riau berinisial HAM (74).
Setelah berkata begitu, Mawar lantas memperdengarkan rekaman percakapan dirinya dengan HAM beberapa hari setelah pencabulan yang terjadi pada Jumat, 30 Mei 2014 silam. Percakapan tersebut terjadi melalui sambungan telephon seluler Mawar dan HAM.
Dalam rekaman tersebut terdengar suara yang disebut sebagai suara HAM. Kepada Mawar HAM meminta maaf atas perbuatannya beberapa hari lalu dan menyebutnya tindakan tersebut hanya bermaksud bergurau.
Selain minta maaf dan menyebut tindakannya pada Mawar tidak ada maksud lain. Sekedar gurauan, dalam percakapan telephon tersebut, HAM juga melontarkan janji tidak akan mengulangi perbuatan tak senonohnya tersebut terhadap Mawar dan wanita lainnya.
Dalam kesempatan tersebut, Mawar juga meluruskan pemberitaan riauterkinicom sebelumnya, bahwa yang dibuka reseletingnya bukan pakaiannya, melainkan HAM yang membuka reseleting celananya sendiri dan mengeluarkan kemaluannya, lantas menarik tangan HAM untuk memegangnya.
“Jadi bukan reseleting pakaian saya yang terbuka, tetapi HAM yang membuka reseleting celananya, lalu menarik tangan saya untuk memegang kemaluannya,” paparnya.
Sebagai data tambahan, selain rekaman tersebut, bukti lain yang menguatkan telah terjadi tindak pencabulan oleh HAM terhadap Mawar adalah percakapan Mawar dengan HAM lewat telephon yang didengarkan Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat Lembaga Adat Melayu (LKA LAM) Riau Tenas Efendy.
Ketika itu, Mawar sedang bertamu ke secretariat LAM Riau, betemu Tenas dan kebetulan HAM menelphon Mawar. Suara telephon dibesarkan dan Tenas turut mendengarkan kemarahan HAM karena perbutan tak senonohnya pada Mawar tersebar.
“Suara HP-nya dikuatkan, saya ikut mendengar bagaimana HAM marah-marah pada Mawar, mengapa masalah itu tersebar,” cerita Tenas ketika ditemui riauterkinicom di ruang kerjanya beberapa hari lalu.***(dok)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Ekbis
6 Pilihan Popok Sweety Sesuai Kebutuhan Si Kecil, Mana yang Cocok untuk Anak Anda?
-
Sosial
Hari Raya Waisak 2026 Jadi Bukti Kokohnya Kerukunan Umat Beragama di Indonesia
-
Politik
Hewan Kurban Presiden di Dumai, Sapi Samson 950 Kilogram Jadi Kebanggaan Peternak Lokal
-
Sosial
Hari Kenaikan Yesus Kristus 2026, Menag Ajak Perkuat Harmoni dan Persatuan
-
Lingkungan
Bhabinkamtibmas Dorong Ketahanan Pangan Lewat Pekarangan Rumah di Dumai Kota
-
Ekbis
Hari Buruh Internasional 2026, Prabowo Resmikan UU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga

