Pendemo Tuntut Pj Gubri Usut Dugaan Ausila Bupati Inhu
Kamis, 06 Februari 2014 14:03 WIB
PEKANBARU - Penjabat Gubernur Riau (Pj Gubri) Djohermansyah Djohan didesak segera membentuk tim investigasi untuk mengusut kasus amoral yang dilakukan Bupati Indragiri Hulu (Inhu) Yopie Arianto.
Desakan itu diungkapkan sebelas aktivis Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Inhu Peduli Moral saat berunjukrasa di depan pintu masuk kantor gubernur, Kamis (6/2/14) pagi. Menurut Koordinator Aksi Ando Pardosi, beberapa minggu terakhir kabupaten Inhu diterpa isu kasus amoral pemimpinnya, yaitu Bupati Yopie Arianto.
“Sang bupati diduga melakukan perbuatan tercela yakni tindakan amoral yang sudah diberitakan di beberapa media massa di Riau maupun tingkat nasional,’’ terangnya.
Oleh karena itu, Pj Gubri sebagai pimpinan di Riau saat ini segera menyelidiki dugaan kasus amoral ini ke Inhu. JIka terbukti berikan lah sanksi tegas terhadap yang bersangkutan.
Setelah berorasi sekitar setengah jam, perwakilan aktivis Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Inhu Peduli Moral ini meminta petugas jaga Satpol PP kantor gubernur untuk menyampaikan aspirasi mereka , atau kalau tidak mereka diperbolehkan masuk untuk menjumpai Pj Gubri.
Tetapi jawaban petugas piket Satpol PP ini membuat para aktivis ini kecewa. Pasalnya, mereka tidak diperkenan masuk ke dalam komplek perkantor gubernur, dengan alasan Pj Gubri saat ini sudah tidak ada di tempat.
Hingga berita ini diturunkan para pengunjukrasa masih bertahan dengan cara berorasi secara bergiliran. Rencananya selain di kantor gubernur, para aktivis Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Inhu Peduli Moral ini akan melanjutkan aksi mereka ke kantor Lembaga Adat Melayu (LAM) Provinsi Riau.***(son)
Desakan itu diungkapkan sebelas aktivis Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Inhu Peduli Moral saat berunjukrasa di depan pintu masuk kantor gubernur, Kamis (6/2/14) pagi. Menurut Koordinator Aksi Ando Pardosi, beberapa minggu terakhir kabupaten Inhu diterpa isu kasus amoral pemimpinnya, yaitu Bupati Yopie Arianto.
“Sang bupati diduga melakukan perbuatan tercela yakni tindakan amoral yang sudah diberitakan di beberapa media massa di Riau maupun tingkat nasional,’’ terangnya.
Oleh karena itu, Pj Gubri sebagai pimpinan di Riau saat ini segera menyelidiki dugaan kasus amoral ini ke Inhu. JIka terbukti berikan lah sanksi tegas terhadap yang bersangkutan.
Setelah berorasi sekitar setengah jam, perwakilan aktivis Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Inhu Peduli Moral ini meminta petugas jaga Satpol PP kantor gubernur untuk menyampaikan aspirasi mereka , atau kalau tidak mereka diperbolehkan masuk untuk menjumpai Pj Gubri.
Tetapi jawaban petugas piket Satpol PP ini membuat para aktivis ini kecewa. Pasalnya, mereka tidak diperkenan masuk ke dalam komplek perkantor gubernur, dengan alasan Pj Gubri saat ini sudah tidak ada di tempat.
Hingga berita ini diturunkan para pengunjukrasa masih bertahan dengan cara berorasi secara bergiliran. Rencananya selain di kantor gubernur, para aktivis Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Inhu Peduli Moral ini akan melanjutkan aksi mereka ke kantor Lembaga Adat Melayu (LAM) Provinsi Riau.***(son)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Ekbis
6 Pilihan Popok Sweety Sesuai Kebutuhan Si Kecil, Mana yang Cocok untuk Anak Anda?
-
Sosial
Hari Raya Waisak 2026 Jadi Bukti Kokohnya Kerukunan Umat Beragama di Indonesia
-
Politik
Hewan Kurban Presiden di Dumai, Sapi Samson 950 Kilogram Jadi Kebanggaan Peternak Lokal
-
Sosial
Hari Kenaikan Yesus Kristus 2026, Menag Ajak Perkuat Harmoni dan Persatuan
-
Lingkungan
Bhabinkamtibmas Dorong Ketahanan Pangan Lewat Pekarangan Rumah di Dumai Kota
-
Ekbis
Hari Buruh Internasional 2026, Prabowo Resmikan UU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga

