Polres Dumai Gelar Operasi Mantap Brata 2014
Kamis, 06 Februari 2014 12:16 WIB
DUMAI - Dalam rangka menjamin stabilitas kamtibmas selama berlangsungnya Pemilu 2014 dan mengecek kesiapan personil serta sarana prasarana lainnya, Polres Dumai melaksanakan "Apel Gelar Pasukan Operasi Mantap Brata 2014" dalam rangka menghadapi Pemilihan Legislatif (Pileg) secara nasional bertempat di halaman Mapolres Dumai, Kamis pagi (6/2/14).
Kapolres Dumai AKBP Yudi Kurniawan dalam amanatnya mengatakan, perlunya mengatasi potensi kerawanan dan mempersiapkan sarana prasarana dalam mengamankan jalannya kegiatan tersebut, Polri menggelar operasi kepolisian dengan sandi "Mantap Brata 2014" yang akan dilaksanakan selama 224 hari.
"Kerawanan tersebut dapat terjadi dalam setiap tahapan Pemilu, berupa pelanggaran tindak pidana pemilu, termasuk tindak pidana umum yang harus dapat dikelola serta ditangani oleh Polri secara transparan dan akuntabel," ungkap Yudi Kurniawan usai menggelar apel operasi mantap brata 2014.
Dikatakan Yudi, Polri sebagai penanggungjawab keamanan negeri berkewajiban untuk mengawal, menjaga dan mengamankan pemilu 2014. Ia menjelaskan pengamanan pemilu akan dilakukan melalui manajemen terpadu dan komprehensif serta memberdayakan sumber daya.
"Selain itu, juga memperkokoh kerjasama sinergis dengan Komisi Pemilihan Umum, Badan Pengawas Pemilu, Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu, TNI, masyarakat serta mitra keamanan lainnya. Agar pesta demokrasi pemilu 2014 dapat berlangsung aman, jujur, adil dan demokratis," kata Yudi membacakan amanat dari Kapolri Sutarman.
Menurutnya, Polri sudah melakukan pemetaan kerawanan pemilu di seluruh wilayah Indonesia. Menurutnya, antisipasi dini terus dilakukan dengan menurunkan unit-unit intelijen Polri.
Sehingga mampu mengantisipasi secara dini di setiap tahapan pemilu baik menjelang, saat, maupun pascapemilu.
"Wilayah yang terdapat potensi kerawanan perlu perhatian serius, agar masalah ini tidak akan berkembang menjadi gangguan nyata pemilu 2014.
Sebagian potensi tersebut merupakan tindak pidana pemilu. Termasuk tindak pidana umum yang harus ditangani dengan baik oleh Polri di tingkat nasional secara transparan dan akuntabel," ungkapnya.
Terkait tindak pidana pemilu, Polri bekerja sama dengan kejaksaan dan Bawaslu. Peran Gakkumdu juga akan dioptimalkan untuk menyelesaikan tuntas pelanggaran pemilu di seluruh tahapan. Menurutnya, setiap pelanggaran yang dilaporkan masyarakat akan dinilai oleh kejaksaan sentra Gakkumdu dan Polri.
"Sehingga kita bisa menilai apakah pelangaran administrasi, kode etik, tindak pidana. Setelah itu ditindaklanjuti sesuai pelanggaran yang terjadi. Karenanya, untuk menjamin stabilitas keamanan Polri menggelar operasi Mantap Brata selama 224 hari. Operasi itu tetap mengedepankan preventif, preemtif, yang didukung dengan kegiatan intelijen, kuratif, rehabilitatif dalam mengamankan tahapan pemilu 2014," katanya.
Kapolres Dumai mengimbau, KPU, Bawaslu, DKPP, masyarakat jangan segan melaporkan pelanggaran dengan menghubungi petugas pengamanan pemilu. Hal itu, tegas dia, untuk menyelesaikan persoalan yang di daerah agar tidak berkembang menjadi gangguan nyata yang menjadi gangguan pemilu 2014.
Turut hadiri pada apel gelar operasi mantap brata 2014 itu, Wakil Walikota Dumai Agus Widayat, Timo Kipda Anggota DPRD Dumai, Kodim 0303 Bengkalis, TNI AL-AD, Satradar 232 Dumai, dan sejumlah instansi terkait pelaksanaan Pemilu 2014.***(die)
Kapolres Dumai AKBP Yudi Kurniawan dalam amanatnya mengatakan, perlunya mengatasi potensi kerawanan dan mempersiapkan sarana prasarana dalam mengamankan jalannya kegiatan tersebut, Polri menggelar operasi kepolisian dengan sandi "Mantap Brata 2014" yang akan dilaksanakan selama 224 hari.
"Kerawanan tersebut dapat terjadi dalam setiap tahapan Pemilu, berupa pelanggaran tindak pidana pemilu, termasuk tindak pidana umum yang harus dapat dikelola serta ditangani oleh Polri secara transparan dan akuntabel," ungkap Yudi Kurniawan usai menggelar apel operasi mantap brata 2014.
Dikatakan Yudi, Polri sebagai penanggungjawab keamanan negeri berkewajiban untuk mengawal, menjaga dan mengamankan pemilu 2014. Ia menjelaskan pengamanan pemilu akan dilakukan melalui manajemen terpadu dan komprehensif serta memberdayakan sumber daya.
"Selain itu, juga memperkokoh kerjasama sinergis dengan Komisi Pemilihan Umum, Badan Pengawas Pemilu, Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu, TNI, masyarakat serta mitra keamanan lainnya. Agar pesta demokrasi pemilu 2014 dapat berlangsung aman, jujur, adil dan demokratis," kata Yudi membacakan amanat dari Kapolri Sutarman.
Menurutnya, Polri sudah melakukan pemetaan kerawanan pemilu di seluruh wilayah Indonesia. Menurutnya, antisipasi dini terus dilakukan dengan menurunkan unit-unit intelijen Polri.
Sehingga mampu mengantisipasi secara dini di setiap tahapan pemilu baik menjelang, saat, maupun pascapemilu.
"Wilayah yang terdapat potensi kerawanan perlu perhatian serius, agar masalah ini tidak akan berkembang menjadi gangguan nyata pemilu 2014.
Sebagian potensi tersebut merupakan tindak pidana pemilu. Termasuk tindak pidana umum yang harus ditangani dengan baik oleh Polri di tingkat nasional secara transparan dan akuntabel," ungkapnya.
Terkait tindak pidana pemilu, Polri bekerja sama dengan kejaksaan dan Bawaslu. Peran Gakkumdu juga akan dioptimalkan untuk menyelesaikan tuntas pelanggaran pemilu di seluruh tahapan. Menurutnya, setiap pelanggaran yang dilaporkan masyarakat akan dinilai oleh kejaksaan sentra Gakkumdu dan Polri.
"Sehingga kita bisa menilai apakah pelangaran administrasi, kode etik, tindak pidana. Setelah itu ditindaklanjuti sesuai pelanggaran yang terjadi. Karenanya, untuk menjamin stabilitas keamanan Polri menggelar operasi Mantap Brata selama 224 hari. Operasi itu tetap mengedepankan preventif, preemtif, yang didukung dengan kegiatan intelijen, kuratif, rehabilitatif dalam mengamankan tahapan pemilu 2014," katanya.
Kapolres Dumai mengimbau, KPU, Bawaslu, DKPP, masyarakat jangan segan melaporkan pelanggaran dengan menghubungi petugas pengamanan pemilu. Hal itu, tegas dia, untuk menyelesaikan persoalan yang di daerah agar tidak berkembang menjadi gangguan nyata yang menjadi gangguan pemilu 2014.
Turut hadiri pada apel gelar operasi mantap brata 2014 itu, Wakil Walikota Dumai Agus Widayat, Timo Kipda Anggota DPRD Dumai, Kodim 0303 Bengkalis, TNI AL-AD, Satradar 232 Dumai, dan sejumlah instansi terkait pelaksanaan Pemilu 2014.***(die)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Lingkungan
Bhabinkamtibmas Dorong Ketahanan Pangan Lewat Pekarangan Rumah di Dumai Kota
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan
-
Sosial
Bupati Siak Afni Dorong Penyelesaian Konflik HGU di Jakarta
-
Hukrim
Operasi Narkotika Diperketat di Bengkalis, Ratusan Pelaku Ditangkap
-
Hukrim
Kejari Bengkalis Musnahkan Barang Bukti 110 Perkara Inkracht
-
Lingkungan
Rumah Kompos Pekanbaru Dorong Pengurangan Sampah TPA Muara Fajar

