• Home
  • Hukrim
  • Sesuai Data P2TP2A Bengkalis Kasus Pencabulan Terhadap Anak Meningkat

Sesuai Data P2TP2A Bengkalis Kasus Pencabulan Terhadap Anak Meningkat

Deri Adrian Minggu, 01 Oktober 2017 19:40 WIB
BENGKALIS - Kasus tindak kekerasan terhadap anak atau pencabulan mengalami peningkatan di Kabupaten Bengkalis. Pemerintah mencatat ada 21 kasus kekerasan anak atau pencabulan hingga September 2017.

Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Bengkalis, mengaku prihatin dengan meningkatnya jumlah kasus pencabulan tersebut. Padahal 2016 lalu hanya 16 kasus.

Menurut Ketua P2TP2A Kabupaten Bengkalis Elly Kusumawati Heru mengatakan, peningkatan ini belum bisa dipastikan karena semakin tingginya tindak kekerasan atau perlakuan tidak wajar terhadap anak dan perempuan. 

"Peningkatan ini kemungkinan bukan disebabkan kasus bertambah, tetapi masyarakat kita sudah tidak takut-takut lagi melaporkan ke kita, mungkin sebelumnya di pendam saja," ujar Elly, Sabtu (30/9/17) kemarin. 

Selain dari kasus tindakan persetubuhan terhadap anak dibawah umur, kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) pada 2016 berjumlah 3 kasus tahun ini meningkat menjadi 5 kasus.

Sementara pada kasus lainnya mengalami penurunan seperti kasus pencurian dari 17 menjadi 11 kasus, pelecehan seksual terhadap anak pada 2016, 22 kasus pada 2017 menjadi 9 kasus. 

Berdasarkan laporan yang ada, kebanyakan peristiwa kekerasan terhadap anak ini terjadi di pedesaan yang jauh dari pusat kota. Elly menambahkan, hal tersebut menurutnya kemungkinan bisa disebabkan karena kurangnya aktivitas ekstra kurikuler anak setelah kembali dari sekolah. 

P2TP2A saat mempunyai 2 orang dokter Psikolog dan satu orang penasehat hukum. Meskipun keterbatasan dana P2TP2A tetap berupaya memberikan perlindungan terhadap anak dan perempuan.

(der/der)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags AsusilaPemkab BengkalisPencabulan
Komentar