• Home
  • Infotorial
  • Nofliyani, Mengangkat Marwah Negeri Lewat Garasi Rumahnya

Nofliyani, Mengangkat Marwah Negeri Lewat Garasi Rumahnya

Riau Terkini Selasa, 04 September 2018 10:16 WIB
DUMAI - Untukmenjalankan sebuah terobosan, ternyata juga harus dibarengi dengan keberanian menghadapi cemoohan yang muncul. Terlebih lagi, terobosan yang dianggap mustahil oleh masyarakat sekitar untuk diwujudkan.



Namun kegigihan dan kesabaran, serta segala cemoohan yang dihadapi akan hilang seiring berjalannya waktu dan berganti menjadi pujian serta kekaguman.



Hal inilah yang ditunjukkan oleh seorang wanita bernama Nofliyani merintis usaha konveksi dan kerajinan sejak tahun 2012 lalu di sebuah garasi rumahnya yang berada di Jalan Kaharuddin Nasution, Gang Flamboyan, Kelurahan Jaya Mukti, Kecamatan Dumai Timur.



Perempuan berusia 49 tahun ini mengawali usahanya bersama empat rekannya dengan membentuk Kelompok Swadaya Mandiri (KSM) ADELI'S. Nama ini mereka pilih sesuai awalan nama kelima anggota pertama KSM di Kelurahan Jaya Mukti.



Modal awal mereka bermula dari koperasi kecil kecilan dengan simpanan pokok sebesar Rp 10.000 setiap bulannya. Total modal awal waktu itu sebanyak Rp 500.000 mereka gunakan untuk membeli benang dan kain perca untuk bros jilbab.



Dia mengatakan, merintis sebuah usaha tidaklah mudah. Jatuh bangun dalam menjalankan usaha kerajinan ini sudah pernah dilaluinya. Terkadang, dia kehabisan bahan dan modal sehingga tidak mampu memenuhi pesanan yang masuk.



Nofliyani bersama empat rekannya mengatakan, peralatan untuk menjahit juga menjadi kendala. Sebagai peserta PNPM Mandiri, mereka mendapat kesempatan menjalani pelatihan bordir dan menjahit yang digelar Pertamina RU II Dumai.



"Kami mengikuti pelatihan bordir dan menjahit yang dilaksanakan Pertamina. Kami merasa terbantu dari pelatihan itu. Sebab, selesai mengikuti pelatihan kami mendapatkan bantuan dari Pertamina," kata perempuan berkerudung itu kepada media ini, Senin (3/9/2018).



Dengan modal awal 2 unit mesin bordir bantuan Pertamina melalui PNPM Mandiri pada tahun 2013 lalu, kata dia, KSM Adeli's melayani pemesanan baju dan kaos seragam. Pesanan biasanya datang dari Pemerintah Kota Dumai.



Selain itu, KSM Adeli’s juga telah memproduksi dan menjual kerajinan bordir. Semua itu berkat dukungan Pertamina melalui program CSR, memberikan bantuan alat kerja berupa 8 unit mesin jahit dan bordir, serta 4 kilogram bahan kain.



"Dengan bantuan Pertamina yang diberikan ini, KSM Adeli’s saat ini telah memiliki 14 unit mesin bordir dan jahit. Dengan inilah kami mengembangkan usaha bersama anggota," ucap wanita asal Bukit Tinggi, Sumatera Barat ini.



Usaha yang mereka geluti selama ini berhasil memasarkan souvenir, busana muslim dan mukena hasil racikan dari dalam garasi rumahnya. Daerah pemasarannya sudah menjangkau luar Provinsi Riau. Seperti Sumatera Utara, Jakarta dan sejumlah daerah di Pulau Jawa.



"Saya pribadi sangat terharu karena mimpi kami perlahan terwujud dengan adanya bantuan mesin jahit dan bordir dari Pertamina. Dengan bertambahnya mesin, kami jadi bisa melayani lebih banyak pesanan dalam waktu yang lebih singkat," kata Ibu tiga anak ini.



Seiring perjalanan waktu dan jumlah anggota bertambah 20 orang, KSM Adeli's lagi-lagi berhasil melahirkan produk unggulan lain berupa sabun cair untuk cuci piring dan gelas. KSM Adeli's ini makin memperlihatkan eksistensinya.



"Alhamdulillah kami bisa membuat sabu cair untuk cuci piring dan gelas yang kami berikan merek Adelis. Sabun cair itu saat ini kita pasarkan di Kinta Swalayan yang berada dalam komplek perumahan Pertamina di Bukit Datuk," ucapnya.



Tak hanya itu saja, berbekal pengalaman yang cukup matang, Ani sapaan akrabnya juga kerap jadi narasumber di berbagai acara tingkat di kelurahan maupun kecamatan seperti PKK, LPMK hingga magang kerja bagi siswa SMK di Kota Dumai.



Program CSR Pertamina Banyak Memberikan Manfaat



Nofliyanimengatakan, berkat Program CSR Pertamina, kelompoknya mendapatkan suntikan motivasi untuk terus mengembangkan konveksi dan kerajinan. "Program CSR dari Pertamina ini membawa semangat baru bagi kami untuk terus maju mengangkat marwah negeri," ujarnya.



Program CSR Pertamina sudah banyak memberikan manfaat kepada para petani, pelaku usaha mikro, serta kelompok-kelompok swadaya masyarakat yang tersebar di wilayah operasi PT Pertamina RU II Dumai.



Program ini bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan pendapatan, penciptaan lapangan kerja, peningkatan kondisi sumber daya alam dan lingkungan, dan peningkatan sumber daya manusia.



Ruang lingkup sektor program meliputi pertanian/perkebunan, peternakan, wirausaha, keuangan mikro, air bersih dan sanitasi berbasis masyarakat, serta pusat pelayanan usaha kecil.



Program CSR Pertamina menerapkan strategi membantu pemerintah Indonesia memperbaiki Indeks Pembangunan Manusia (IPM), yang menitikberatkan pada penyediaan fungsi pendukung, yaitu akses ke berbagai layanan termasuk akses ke pengetahuan, keterampilan, bahan baku, pasar dan hubungan antar pasar, teknologi, dan lain-lain.



Selain pengembangan ekonomi lokal, program-program investasi sosial PT Pertamina RU II juga fokus pada pendidikan, kesehatan, lingkungan, rehabilitasi bencana, dan budaya.



Apresiasi Pertamina RU II Dumai



Pihak Pertamina RU II Dumai memberikan apresiasi atas pencapaian yang berhasil dikembangkan oleh KSM Adelis. Sebagai satu Mitra Binaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang sukses memanfaatkan dukungan Pertamina hingga menghasilan pundi-pundi keuntungan.



"Kita berharap keberadaan KSM Adelis bisa membantu peningkatan perekonomian masyarakat yang berada di sekitar lokasi Ring 1 operasional Peramina RU II Dumai," ujar Junior officer CSR & SMEPP Kevin Kurnia Gumilang, di ruang kerjanya, Senin (3/9/2018).



Dikatakannya, kemandirian KSM Adelis akan menjadi kepuasan dan kebanggaan tersendiri bagi Pertamina. Apalagi bantuan yang diserahkan itu berkontribusi dalam mengembangkan usaha KSM Adeli’s hingga menjadi mandiri, terlebih bila kelak KSM Adeli’s ini menjadi usaha konveksi lokal andalan di Kota Dumai.



Ditambahkannya, Pertamina berkomitmen penuh dalam menyalurkan dana CSR. Apalagi sudah ada amanat dari Undang-Undang No.40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, serta Peraturan Pemerintah No.47 tahun 2012 tentang tanggung jawab sosial dan lingkungan perseroan terbatas.



Oleh sebab itu, kata Kevin, kurun waktu tiga tahun belakangan ini (2015 hingga 2017) realisasi dana CSR di Pertamina RU II Dumai mencapai Rp 5,3 miliar. Dana CSR ini disalurkan untuk sejumlah bidang. Mulai dari pemberdayaan ekonomi, kesehatan, pemberdayaan sumber daya manusia, peningkatan infrastruktur hingga bantuan sosial.



Pertamina Dumai juga menjalankan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan. Hal ini sesuai Peraturan Menteri BUMN No.8 tahun 2013 tentang perubahan keempat atas Peraturan Menteri BUMN No.5 tahun 2007 tentang Program Kemitraan BUMN dengan usaha kecil dan program bina lingkungan.



Dijelaskan Kevin, program kemitraan disalurkan guna mendukung peningkatan pemodalan usaha. Nantinya bantuan yang disalurkan berupa pinjaman bergulir. Program ini dikhususkan bagi mereka yang sudah memiliki sebuah unit usaha, sehingga bantuan akses permodalan ini disalurkan secara selektif.



Lebih lanjut, kata Kevin, Pertamina juga memliki program CSR lainnya. Salah satunya tentang Progam CSR Kesehatan, khususnya terhadap masyarakat ring I yakni Kelurahan Tanjung Palas dan Kelurahan Jaya Mukti, Kecamatan Dumai Timur, Kota Dumai.



Penyaluran dana CSR sendiri, katanya diprioritaskan di empat kelurahan terdekat operasional kilang dan perumahan, yaitu Kelurahan Tanjung Palas, Jayamukti di Kecamatan Dumai Timur, serta Kelurahan Bukit Datuk dan Bukit Timah di Kecamatan Dumai Selatan.



Sejumlah kegiatan CSR yang pernah disalurkan diantaranya, di bidang pendidikan adalah renovasi taman pengajian Al Quran Al Qiam di Kelurahan Tanjung Palas, bidang lingkungan dengan penanaman pohon endemik di Bukit Datuk.



Kemudian, bidang pemberdayaan ekonomi seperti budidaya jamur tiram putih di Kelurahan Tanjung Palas, usaha konveksi di Kelurahan Jaya Mukti dan pengembangan kawasan pertanian perikanan terintegrasi di Kelurahan Bukit Datuk.



Diharapkan melalui program CSR ini masyarakat bisa merasakan manfaat baik kehadiran perusahaan, mampu meningkatkan silaturahmi dan mandiri dalam meningkatkan taraf ekonomi.



"Kami berharap program pembinaan kelompok tani yang dijalankan Pertamina dapat membantu pemerintah dalam hal ketahanan pangan, dan juga mendorong para petani agar semakin maju dalam hal hasil panendan berujung pada peningkatan perekonomiannya," ungkapnya



Pertamina, sambung Kevin lagi, akan terus melakukan pembinaan kepada KSM Adelis hingga nantinya kelompok ini bisa terus berkembang dan mandiri mengembangkan usaha yang selama ini digelutinya.



"Beberapa waktu yang lalu Pertamina mengadakan pelatihan dengan menggandeng Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Surakarta untuk pendampingan setidaknya selama 5 tahun ke depan," kata Kevin.



Keberadaan Pertamina RU II di Dumai, tidak hanya memberikan dampak bagi warga sekitar, tapi bahkan secara aktif membantu langsung masyarakat dalam menggapai angan untuk hidup tenang serta memiliki penghasilan cukup.



Maka dari itu, tak diragukan dan tak perlu ada rasa cemas lagi, Pertamina telah menjalankan perannya dengan penuh dedikasi dan tanggung jawab kepada masyarakat maupun negara dengan menjadi tulang punggung dalam membantu menyelesaikan permasalahan ekonomi, lingkungan, kesehatan dan mutu pendidikan di Indonesia.

Sumber: Riau Terkini
Tags KSM AdelisPertaminaPertamina Dumai
Komentar