Asap Kebakaran Lahan Mulai Selimuti Dumai

Selasa, 24 Februari 2015 19:36 WIB
DUMAI - Semenjak beberapa pekan terakhir, kondisi udara Kota Dumai semakin memburuk yang diduga diakibatkan asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Menanggapi hal tersebut, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Dumai Tengku Izmet, semenjak beberapa waktu terakhir bila diperkirakan, kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di beberapa Kecamatan Kota Dumai sudah sangat luas.

"Lahan tersebut tidak seluruhnya merupakan lahan kosong, namun ada juga yang beberapa diantaranya telah berisi perkebunan seperti perkebunan sawit, itu juga ikut terbakar dan menimbulkan asap," kata Izmet, Selasa (24/2).

Dijelaskannya, Senin (23/2) kemarin sudah terjadi kembali Karhutla di Kecamatan Bukit Kapur dan Kecamatan Sungai Sembilan. Lokasinya sendiri di Gurun Panjang dan Lubuk Gaung Jalan Sukabumi RT.06, dan untuk sementara kedua kasus Karhutla tersebut telah ditangani Masyarakat Peduli Api (MPA) dibantu oleh beberapa instansi terkait seperti TNI/Polri, Polisi Kehutanan, Manggala Agni, dan anggota BPBD Dumai.

Selain itu dikatakannya, kendala yang sering kali dihadapi oleh regu pemadam kebakaran selain kendala pada sulitnya mendapatkan air, sulitnya menuju medan atau lapangan tempat kejadian perkara dan keterbatasan personel, kendala yang dihadapi adalah bentuk dari tanah Kota Dumai sendiri yaitu semuanya terdiri dari tanah Gambut.

"Yang sangat sulit dihadapi bila tanah gambut adalah bagaimanapun bila api sudah berhasil dipadamkan oleh regu pemadam kebakaran, bila sudah berjarak 2 hari hingga 3 hari api tersebut dapat kembali hidup, sebab api dari dalam dapat kembali hidup meskipun bagian atasnya sudah berhasil dipadamkan," jelasnya.

Dilapangan, memang kejadian seperti apa yang menjadi kendala bagi BPBD Kota Dumai beserta regu pemadam kebakaran lainnya memang kerap kali terjadi, dan hal tersebutlah yang menyebabkan kebakaran hutan dan lahan di Kota Dumai setiap waktunya semakin meluas dan akan terus meluas hingga adanya hujan deras yang turun untuk membasahi seluruh lahan tersebut. 

KLH Sebut Kualitas Udara Masih Normal

Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Kota Dumai menyatakan, kualitas udara saat ini masih tergolong normal atau belum berbahaya meski kabut asap dampak kebakaran lahan mulai bermunculan.

"Kabut asap pada pagi hari terlihat lebih pekat dan jelang siang berangsur hilang, tapi sejauh ini kualitas udara masih tergolong belum berbahaya bagi kesehatan," kata Kepala KLH Dumai Bambang Suriyanto, Selasa.

Dia menjelaskan, pengukuran kualitas udara dengan mesin portable ISPU milik PT Chevron setempat, diketahui ketebalan kabut asap terjadi di beberapa wilayah, terutama di kawasan areal hutan dan perbatasan.

"Kabut asap hanya terpantau di beberapa tempat, namun sejauh ini belum signifikant menyelimuti Dumai," ungkap dia.

Sementara, Koordinator Laboratorium KLH Dumai Sri Ramadhani menyebutkan, karena Dumai belum memiliki alat pengukur kualitas udara, maka alat ISPU milik CPI dijadikan acuan sebagai gambaran tingkat cemaran lingkungan.

"Dumai belum ada alat pengukur kualitas udara, karena itu kita saat ini hanya mengacu Chevron meski mengukur tingkat cemaran di beberapa tempat dan lingkungan sekitar," ungkap dia.

Sebelumnya, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Dumai Tengku Ismet mengakui di sejumlah kawasan saat ini sudah mulai terdeteksi kemunculan titik panas kebakaran lahan.

"Namun penanggulangan kebakaran lahan kita kesulitan mendapatkan sumber air di lokasi karena saat ini sudah mengalami musim kemarau," ungkapnya. 

(via/via)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Lingkungan
Komentar