- Home
- Lingkungan
- BPBD Rohul Pasang 50 Mata Pantau Bencana di 10 Kecamatan
BPBD Rohul Pasang 50 Mata Pantau Bencana di 10 Kecamatan
Senin, 29 Desember 2014 15:21 WIB
ROKAN HULU : Untuk memantau bencana sejak dini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rokan Hulu memasang 'mata-mata' di setiap kecamatan. Dengan adanya itu diharapkan bisa memberikan data valid di setiap kejadian.
Sekitar 50 warga Rokan Hulu (Rohul) dari sepuluh kecamatan mengikuti Pelatihan Pemantauan dan Penyebarluasan Informasi Potensi Bencana Alam Menuju Masyarakat Tangguh Terhadap Bencana, Senin (29/12/14). Puluhan orang ini akan menjadi "mata" pemerintah daerah.
Acara diprakarsai Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dilaksanakan selama tiga hari di Gedung Wanita Pasirpangaraian, antara 29 Desember - 31 Desember 2014. Panitia mengundang pemateri dari BPBD Riau dan Basarnas Riau.
Saat membuka acara, Wakil Bupati Rohul Hafith Syukri mengharapkan peserta mengetahui dalam menyikapi fenomena bencana. Mereka juga diminta memberikan informasi tepat.
"Apalagi BPBD terus diawasi oleh intelijen, jadi harus memberikan data valid. Relawan BPBD Rohul juga harus memiliki jiwa sosial tinggi," kata Wabup Hafith saat membuka pelatihan.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Rohul Aceng Herdiana mengatakan 50 peserta pelatihan merupakan orang pilihan dari 40 desa yang masuk sebagai daerah rawan bencana tersebar di sepuluh kecamatan.
"Mereka merupakan orang pilihan dipilih oleh Kepala Desa, sesuai undangan BPBD kepada Camat," jelas Aceng.
Dari puluhan desa rawan banjir, di antaranya Desa sei Mandian Kecamatan Kepenuhan, Desa Sei Kuning Kecamatan Tandun, Desa Aliantan Kecamatan Kabun, beberapa desa di Kepenuhan Hulu, Bonaidarussalam, Kuntodarussalam, Rokan IV Koto, Rambah, Rambahsamo, dan Kecamatan Rambah Hilir.
Tujuan pelatihan, jelas Aceng, adalah untuk melatih masyarakat agar mereka lebih mengenal potensi bencana dan cara penanggulangan bencana alam.
"Mereka diharapkan akan menjadi ujung tombak BPBD seperti membuat laporan bencana alam dan tau cara penanggulangan," ujar dia.
Aceng mengungkapkan, selama pelatihan, peserta akan dilatih cara pemadaman api, berenang, menggunakan speed boat, menggunakan mobil pemadam kebakaran (Damkar) dan mengenal seluruh peralatannya.
Materi pelatihan sendiri, yakni peserta diajari tentang kebencanaan, pemadam kebakaran, penggunaan peralatan, dan penyelematan atau rescue.
(zal/zal)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Lingkungan
Pertamina Drilling Tanam 1.000 Pohon Mangrove di Pesisir Jakarta Utara
-
Lingkungan
Sejarah dan Tema Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2023
-
Lingkungan
Minyak CPO Diduga Milik IPB Tumpah ke Laut Dumai
-
Lingkungan
Pelatihan Pengelolaan Pohon Menjadi Langkah Pekanbaru Wujudkan Kota Ramah Lingkungan
-
Hukrim
Kapolres Dumai Tindaklanjuti Aktivitas Illegal Logging Hutan Senepis
-
Lingkungan
Link Download Logo Twibbon Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2022

