- Home
- Lingkungan
- Bupati Siak Gelar Perpisahan dengan 50 Anggota Tim Karhutla
Bupati Siak Gelar Perpisahan dengan 50 Anggota Tim Karhutla
Rabu, 02 April 2014 19:19 WIB
SIAK - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI-AD) tim Satuan Petugas Kebakaran Hutan dan Lahan (Satgas Karhutla) di Kabupaten Siak, Selasa (1/4/14) sekitar pukul 21.00 WIB ikuti acara perpisahan yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Siak. Acara berlangsung di balai pertemuan komplek Rumah Dinas (Rumdis) bupati.
Perpisahan tersebut dihadiri Bupati Siak Syamsuar, Wakil Bupati (Wabup) Siak Alfedri, Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Siak Zainul Arifin, Ketua Pengadilan Negeri (PN) Irfanuddin, Komandan Kodim (Dandim) 0303 Bengkalis Letkol CZI Mahfud, dan petugas Pemadam Kebakaran (Damkar), serta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).
Dalam sambutannya, Bupati Syamsuar mengungkapkan terima kasihnya terhadap tim Satgas Karhutla dari TNI-AD yang telah bertugas satu bulan lebih untuk memadamkan api. Ke depan, Pemkab Siak akan menyusun program-program menghadapi Karhutla.
"Untuk antisipasi Karhutla kedepan, kita akan membentuk tim desa tanggap bencana. Yang mana seluruh anggotanya dari masyarakat dan akan diberikan insentif, hal ini agar apabila terjadi titik api yang masih kecil dapat cepat diatasi sehingga tidak membesar," ujar Bupati Syamsuar.
Tim desa tanggap bencana itu, akan dibentuk di beberapa titik desa yang dianggap rawan karhutla atau berlahan gambut, dan hutan. "Selain itu kita akan buat, embung-embung atau kolam-kolam air agar memudahkan kita memadamkan api," tambah Syamsuar.
Sementara itu diungkapkan Dandim 0303 Bengkalis Letkol CZI Mahfud usai acara tersebut, bahwa tentara atau TNI sifatnya hanya membantu, dan melaksanakan kebijakan-kebijakan dalam menghadari Karhutla ini. "Ini sama dengan misi di bencana sunami Aceh, bedanya saat ini yang dihadapi api dan asap yang harus dipadamkan," ujarnya.
Selain itu Dandim 0303 Bengkalis menambahkan, untuk mengantisipasi Karhutla diharapkan Pemkab dapat mensosialisasikan dampak Karhutla tersebut. Agar masyarakat tahu dampak negatifnya," tambahnya.***(vila)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Ekbis
6 Pilihan Popok Sweety Sesuai Kebutuhan Si Kecil, Mana yang Cocok untuk Anak Anda?
-
Sosial
Hari Raya Waisak 2026 Jadi Bukti Kokohnya Kerukunan Umat Beragama di Indonesia
-
Politik
Hewan Kurban Presiden di Dumai, Sapi Samson 950 Kilogram Jadi Kebanggaan Peternak Lokal
-
Sosial
Hari Kenaikan Yesus Kristus 2026, Menag Ajak Perkuat Harmoni dan Persatuan
-
Lingkungan
Bhabinkamtibmas Dorong Ketahanan Pangan Lewat Pekarangan Rumah di Dumai Kota
-
Ekbis
Hari Buruh Internasional 2026, Prabowo Resmikan UU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga

