Cagar Biosfer Giam Siak Kecil Terancam Kena Karhutla

Minggu, 15 Februari 2015 13:10 WIB
BENGKALIS - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) sulit dipadamkan di wilayah Kabupaten Bengkalis. Kebakaran yang terjadi di beberapa titik yang hampir padam kembali berkobar. Akibatnya Cagar Biosfer GSK-BB dan beberapa tempat lainnya terancam.

Di desa Buruk Bakul Kecamatan Bukit Batu, Bengkalis saat ini mengancam pemukiman penduduk. Kendati pemadaman sudah dapat dilakukan dan masih menyisakan bara, namun api dikhawatirkan akan mengarah ke bagian utara yang notabene pemukiman penduduk.

Sementara bara bekas kebakaran masih sangat potensial menimbulkan api. Kepala BPBD-Damkar Bengkalis M Jalal, mengatakan penduduk di bagian yang bermukim di bagian utara kawasan itu kini sangat khawatir api akan menjalar ke pemukiman mereka.  

"Masyarakat  memang sudah khawatir dengan kondisi yang ada. Jika melihat arah angin, tidak tertutup kemungkinan api akan menjalar ke bagian utara," katanya kepada sejumlah awak media, kemarin. 

"Memang lokasi yang terbakar mikik PT PAN sudah  rata terbakar dan sisa kebakaran belum  sepenuhnya habis. Dengan  kondisi cuaca terik dan angin   seperti sekarang bukan tidak mungkin api terus berkibar ke arah utara," ungkap Jalal. 

Mengantisipasi kekhawatiran tersebut kata Jalal,  kini lokasi tersebut diberi police line dan dibuat pos jaga dengan menempatkan tim terpadu karhutla di posko tersebut. Diharapkan, itu bisa meminimalisir kemungkinan terjadi karhutla kembali. 

"Di kawasan itu juga sudah dibuat parit mengantisipasi meluasnya kebakaran di pemukiman tersebut," ungkapnya. Jala menyebut pula kendati luas lahan yang terbakar sudah mencapai 120 hektar lebih, namun soal asap tidak perlu dikhawatirkan karena di sekitar lokasi banyak air.

(der/der)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Lingkungan
Komentar