- Home
- Lingkungan
- Ombudsman Minta Bupati Bengkalis Maksimalkan Pemadaman Karhutla
Ombudsman Minta Bupati Bengkalis Maksimalkan Pemadaman Karhutla
Sabtu, 29 Maret 2014 17:22 WIB
BENGKALIS - Ombudsman RI Perwakilan Riau, Dasuki menilai penanganan Karhutla di Kecamatan Bantan dan Bengkalis dinilai masih belum maksimal.
Penanganan terkesan hanya dilimpahkan sepenuhnya kepada BPBD-Damkar kendati dalam beberapa kesempatan satker terkait sering mengeluhkan minimnya personel dan peralatan, juga kesulitan menemukan sumber air di lapangan.
Kurang maksimalnya penanganan Karhutla di Pulau Bengkalis sebut Dasuki dapat dilihat dari banyaknya perkebunan masyarakat yang terbakar. Selain itu, di beberapa titik kebakaran regu pemadam juga tidak bisa berbuat banyak disebabkan sumber air tidak ada.
"Terkesan semuanya diserahkan kepada BPBD-Damkar, padahal satker bersangkutan masih minim personel dan peralatan. Sejatinya, ketika BPBD-Damkar kewalahan, satker lain ikut membantu," ujar Dasuki.
Bupati sebagai Kepala Daerah kata Dasuki, juga diduga tidak membentuk tim secara khusus guna untuk menangani Karhutla yang ada di Pulau Bengkalis.
"Semuanya terkesan hanya dilimpahkan ke BPBD-Damkar. Leading sector-nya memang di BPBD-Damkar, tapi karena satker ini masih kekurangan personel dan peralatan mestinya dibantu satker yang lain," tuturnya.
Dikatakan Dasuki, dirinya menerima banyak panggilan dari masyarakat Kecamatan Bantan, terkait banyaknya lahan perkebunan mareka yang terbakar. Berpuluh tahun kebun menjadi tumpuan hidup keluarga, dalam sekelip mata ludes dimakan api.
"Karhutla ini persoalan serius, bukan hanya menyangkut asap dan dampak penyakit yang ditimbulkan, tapi juga ratusan keluarga yang harus kehilangan mata pencaharian," sebutnya.
Karena persoalan Karhutla menjadi persoalan serius dan luar biasa, maka penanganannya harus luar biasa juga. Tidak bisa hanya dengan alasan tidak ada sumber air di loasi kebakaran lalu regu pemadaman balik kanan.
"Kemarin saya telepon BPBD-Damkar Bengkalis, saya saampaikan kalau di lokasi kebakaran tidak ada sumber air, kan bisa dibuat dengan alat berat. Alhamdulillah, Kamis kemarin sudah ada satu alat berat yang dibawa ke lokasi kebakaran," sebut Dasuki.
Diakui, penanganan Karhutla yang sudah sangat luas tidaklah mudah. Selain jarak tempuh yang jauh, terkadang hembusan angin berganti-ganti arah sehingga menyulitkan bahkan membahayakan petugas.
"Terkait persoalan inim saya juga sudah hubugi Lanud Pekanbaru, meminta agar penanganan karhutla di pulau Bengkalis dilakukan dengan bom air dari udara. Memang belum ada kepastian, tapi katanya akan diusahakan,’’ papar Dasuki.
Terpisah, anggota DPRD Bengkalis asal Bantan, Sofyan SPdI mengaku prihatin atas nasib ratusan masyarakat yang kehilangan mata pencaharian karena kebun karet dan kelapangan terbakar.
Secara pribadi, dirinya sudah memberikan bantuan beberapa unit mesin robin untuk dimanfaatkan warga memadamkan kebakaran.
"Saya nilai penanganannya memang belum maksimal. Mestinya Bupati bersama seluruh kepala satker duduk bersama membahas bagaimana solusi terbaik dan tercepat. Lalu keroyokan terjun bersama-sama ke lapangan," sarannya.
Sejumlah warga kata Sofyan sejak beberapa hari lalu terpaksa bermalam di kebun-kebun. Berjaga-jaga agar kebun mereka tidak ludes terbakar.***(and)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Lingkungan
Bhabinkamtibmas Dorong Ketahanan Pangan Lewat Pekarangan Rumah di Dumai Kota
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan
-
Sosial
Bupati Siak Afni Dorong Penyelesaian Konflik HGU di Jakarta
-
Hukrim
Operasi Narkotika Diperketat di Bengkalis, Ratusan Pelaku Ditangkap
-
Hukrim
Kejari Bengkalis Musnahkan Barang Bukti 110 Perkara Inkracht
-
Lingkungan
Rumah Kompos Pekanbaru Dorong Pengurangan Sampah TPA Muara Fajar

