• Home
  • Lingkungan
  • Pastikan Limbah Hitam, Besok BLH Meranti Datangi EMP Malacca Strait SA

Pastikan Limbah Hitam, Besok BLH Meranti Datangi EMP Malacca Strait SA

Rabu, 05 Februari 2014 14:33 WIB

SELATPANJANG - Besok, Kamis (6/2/2014) Badang Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Kepulauan Meranti akan mendatangi Energi Mega Persada (EMP) Malacca Strait SA. Keberangkatan ini untuk memastikan limbah hitam yang sejak Sabtu (1/2/2014) mencemari laut Sungai Gayung Kiri, Kecamatan Rangsang, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau.

Demikian disampaikan Yonari, selaku Kepala Bidang (Kabid) Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) BLH Kepulauan Meranti, ketika ditemui di kantornya Jalan Banglas Selatpanjang.

Kata Yonari, untuk memastikan apakah itu tumpahan minyak mentah, ataupun limbah bahan berbahaya dan beracun (LB3) pihaknya akan berangkat ke EMP Malacca Strait SA, sebab di BLH sendiri belum memiliki alat untuk mengetahui kebenaran dari limbah itu.

"LB3 dan minyak mentah itu sama bentuknya, makanya untuk memastikan itu kita akan ke EMP. Kita sudah koordinasi dengan mereka, mereka siap membantu. Besok kita akan berangkat," kata Yonari.

Ditambahkannya lagi, jika nanti limbah tersebut terbukti sebagai LB3 ditambah lagi terkontaminasi bahan kimia (digunakan untuk mencuci kapal tangker, red), ini sangat berbahaya, baik bagi ikan maupun tumbuh-tumbuhan laut (mangroove, red). Sebab, kata Yonari, LB3 ini tidak bisa terurai lagi.

"Kalau lepas ke media, baik itu pencemaran air maka ikan akan mati. Kalau sampai ke pantai, maka mangroove juga akan mati," jelasnya pula.

Selain itu, Yonari juga memperlihatkan foto-foto limbah berwarna hitam yang berhasil didokumentasikan oleh nelayan pada tanggal 2 Februari 2014 yang lalu. Selain itu, dampak limbah ini juga menyebabkan 8 jaring nelayan berwarna hitam dan tidak bisa digunakan.

"Dari 8 nelayan yang jaringnya rusak itu, 2 diantaranya tidak bisa digunakan sama sekali. Kalau yang 6 nya lagi, masih bisa digunakan tapi jaringnya harus dipotong-potong," tambah Yonari.

Sementara itu, ketika ditanya apakah sudah ada laporan masyarakat atau temuan ikan mati di lokasi pencemaran, Yonari mengaku belum mendapat laporan maupun menemukan ikan mati.

"Kalau untuk ikan mati, kita belum menemukan," tutupnya.***(fan/grc)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Lingkungan
Komentar