• Home
  • Lingkungan
  • Warga Minta Pemkab Meranti Perbaiki Jalan Poros Mayangsari

Warga Minta Pemkab Meranti Perbaiki Jalan Poros Mayangsari

Jumat, 17 Januari 2014 15:05 WIB
ilustrasi
SELATPANJANG -  Jalan poros desa Mayangsari yang menjadi akses penghubung sejumlah desa dengan pusat kota Belitung, rusak parah. Meskipun sampai hari ini masyarakat masih mengaktifkan jalan tersebut, kondisinya tak lagi nyaman. 

Body jalan sudah retak-retak, berlobang dan miring, menyebabkan body jalan dengan ukuran 2,5 meter tersebut tak lagi mampu memikul seluruh aktifitas pemakai jalan.

Sunarto (46 th) mengatakan, kondisi jalan poros Mayangsari sudah tak lagi mampu memikul beban aktifitas masyarakat yang kian padat. Perkembangan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat yang terus meningkat, menjadikan jalan poros Mayangsari ini kian memikul beban berat. 

Jalan ini tidak hanya menjadi nadi ekonomi bagi masyarakat desa Mayangsari, ribuan warga desa tetangga lainnya, juga menjadikan jalan poros Mayangsari ini sebagai satu-satunya akses yang paling dekat dan mudah untuk mencapai kota Belitung. 

Untuk itu, dengan beban yang semakin meningkat kondisi jalan poros mayangsari tak lagi layak untuk memikul semua beban pungsi yang ditanggungnya. 

Masyarakat berharap agar Pemkab Meranti memprioritaskan pembangunan jalan poros Mayangsari ini. Melihat beban pungsi yang semakin besar dan berat, kontruksi dan volumenya juga harus lebih besar layaknya jalan poros utama.

"Kita berharap pembangunan jalan poros ini bisa direalisasikan tahun 2014 ini. Lebih cepat lebih bagus, bagaimanapun juga masyarakat sudah lama berharap agar jalan ini segera dibangun dengan kualitas yang lebih bagus,” ungkap Bapak empat anak ini.

Harapan senada juga diungkapkan Herman (53 th) warga desa Mayangsari lainnya. Menurut lelaki paruh baya ini, sebagai salh satu akses jalan poros idealnya jalan Mayangsari ini dibongkar dan dobangun dengan kualitas layaknya jalan lintas utama. 

Soalnya, seluruh beban aktifitas sosial, ekonomi masyarakat tertumpu pada jalan ini.  Apalagi dengan semakin tingginya aktifitas masyarakat, jelas kondisi jalan yang sudah pecah-pecah dan besi mal yang mulai bermunculan ditengah-tengah jalan, tak lagi resprentatif. 

Bukan hanya peroslan nyaman tidak nyamannya lagi, tapi juga menyangkut persoalan keselamatan penggunanya. Dalam berbagai rapat di desa, masyarakat terus berteriak agar Pemdes mengajukan permohonan pembangunan jalan poros Mayangsari ini.

"Terlepas apakah sudah diajukan atau belum, yang jelas masyarakat akan terus mendesak dan meminta agar Pemkab Meranti memprioritaskan pembangunan jalan poros Mayangsari ini," kata Herman.

"Dengan kondisi jalan yang tak lagi resprentatif ini, bagaimana ekonomi masyarakat mau tumbuh pesat. Gara-gara kondisi jalan yang buruk ini, masyarakat harus menanggung beban biaya kemahalan dari semua produk kebutuhan rumah tangga” beber Herman.

Kepala Desa Mayangsari Mukari mengakui desakan dan harapan masyarakat agar jalan poros Mayangsari ini dibangun memang terus mengelinding. Dalam setiap rapat desa, musrembang usulan pembangunan jalan poros ini menjadi bahan perdebatan yang terus berlanjut. 

Bahkan, masyarakat menganggap pemerintah desa Mayangsari tak aspiratif.  Padahal, proposal pembangunan jalan poros ini sudah beberapa kali disampaikan ke Pemkab Meranti tapi tak kunjung ada realisasi. 

Baik melalui DPRD, Bappeda maupun Dinas PU Meranti yang memang berkompeten mengalokaskan anggaran pembangunan infrastruktur jalan di daerah ini. 

“Setiap tahun pengajuan program pembangunan, kita terus mengajukan permohonan pembangunan jalan poros Mayangsari ini. Dan untuk tahun anggaran 2014 ini, juga sudah kita ajukan proposalnya. Kita berharap, Pemkab Kepulauan Meranti menagakomodirnya di tahun 2014 ini,” tandas Kades Mukari.***(fan)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Lingkungan
Komentar