- Home
- Lingkungan
- Warga Parit Indah Khawatirkan Papan Reklame Roboh Timpa Rumah
Warga Parit Indah Khawatirkan Papan Reklame Roboh Timpa Rumah
Jumat, 13 Juni 2014 14:54 WIB
PEKANBARU - Rosmida mencemaskan sebuah papan (billboard ) ukuran raksasa, sekitar 3 X 10 meter di Jalan Parit Indah Pekanbaru, tepatnya persimpangan jalan menuju Hotel Labersa, Kampar.
Pasalnya papan reklame itu dikhawatirkannya membahayakan keselamatan jiwanya. Betapa tidak, papan reklame itu persis berada di depan rumahnya. Parahnya lagi, di balik billboard terdapat tiang listrik dengan kabel yang berseliweran,
"Jika ada angin kencang dan menerpa papan reklame itu dan roboh, yang kena timpa jelas rumah kami," katanya kepada sejumlah wartawan.
Kata Rosmida lagi, dulu dirinya mengizinkan papan reklame itu dibangun persis di depan rumahnya karena pemiliknya menyatakan hanya sementara, unrtuk sosialisasu acara Munas Partai Golkar di Hotel Labersa, awal tahun 2012. Sebagai uang ucapan terimakasih karena mengizinkan berdirinya papan reklame itu, dirinya diberi uang Rp500 ribu.
'Memang waktu pertama kali saya diberi uang Rp500 juta oleh pemilik papan reklame, Karena katanya hanya sementara, saya mengizinkan. Tetapi anehnya papan reklame itu tidak juga dibongkar. Malah kini pasangan iklan silih berganti,' tuturnya.
Dari kwitansi uang 'sewa' yang pertama dan terakhir diterimanya diduga papan reklame raksasa itu milik PT Swastika. Tetapi dirinya tidak tahu mesti menyampaikan kemana karena di baleho tidak tertera alamat dan nomor telepon perusahaan periklanan itu.
Menangapi keluhan warga itu, Ketua Komisi II DPRD Kota Pekanbaru Nofrizal kepada wartawan menyebutkan, dalam waktu dekat akan melakukan peninjauan ke lapangan.
Kecuali itu, dia juga meminta kepada dinas pengawasan dan penertiban bangunan Pekanbaru untuk mengecek kembali perizinan bangunan reklame tersebut.
"Kita khawatir kalau ternyata papan reklame tersebut mengalami kerusakan, bisa membahayakan warga yang bertempat tinggal di belakangnya. Aparat terkait juga mesti mengecek izinnya,' katanya.
Sementara itu, Chandra yang oleh sumber riauterkinicom bertanggungjawab terhadap pemasangan papan reklame pihak PT Swastika, tidak mau mengangkat panggilan telepon guna keperluan konfirmasi. Pesan SMS pun tak dibalas.***(son)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Sosial
Regulasi Perizinan Berbasis Risiko Diperkuat Pemko Dumai Lewat Bimtek
-
Ekbis
Proyek Pipa Transmisi Gas Dumai-Sei Mangke Capai 30 Persen
-
Nasional
Budi Arie Setiadi, Video Viral dan Sanksi Projo
-
Hukrim
Tengku Muhammad Nasir Ditangkap di Aceh Setelah Jadi Buronan Kasus Korupsi Dishub Dumai
-
Politik
KUA-PPAS Perubahan 2026 Disepakati, APBD Dumai Naik Jadi Rp2,246 Triliun
-
Sosial
Instalasi Jaringan Listrik PLN di Ratu Sima Dikeluhkan Warga

