- Home
- Lingkungan
- Warga Perumahan Cipta Karya Mandiri Kecewa Kinerja DPU Pekanbaru
Proyek Jalan Terbengkalai
Warga Perumahan Cipta Karya Mandiri Kecewa Kinerja DPU Pekanbaru
Kamis, 04 Desember 2014 11:31 WIB
PEKANBARU : Warga Perumahan Cipta Karya Mandiri, Kelurahan Sidomulyo Barat, Tampan kecewa dengan kinerja Dinas Pekerjaan Umum Kota Pekanbaru. Pasalnya Jalan Eka Tunggal yang berada di komplek mereka tak kunjung di aspal.
Ketua Rw 01, Komplek Perumahan Cipta Karya Mandiri, Albazar mengaku didatangi sejumlah warga perumahan. Mereka menanyakan tentang pengerjaan perbaikan Jalan Eka Tunggal yang tak kunjung dilakukan pengaspalan.
Padahal jalan telah ditimbun dengan tanah bercampur kerikil sejak dua bulan yang lalu. Tapi entah kenapa jalan tersebut tidak juga diaspal. "Jalan hanya disiram dengan aspal curah tipis sekedarnya saja," ungkap Albazar.
Ditambahkannya, tertera di papan proyek, perbaikan jalan dianggarkan Rp3,3 milair dengan panjang sekitar 2.000 meter.
Sebagai Ketua Rukun Warga (RW), Albazar menyatakan, sudah menjadi tugasnya untuk menyalurkan aspirasi warga ke Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru yang dipimpin Walikota Firdaus.
"Kami harapkan instansi terkait segera meninjau ke lapangan kondisi Jalan Eka Tunggal, karena jalan ini kerap digunakan warga Sukakarya, Jalan Cipta Karya dan Purwodadi sebagai jalan alternatif untuk menghindari kemacetan di Jalan HR Soebrantas," tutupnya.
Salah seorang warga, Johny Setiawan Mundung juga mengaku prihatin melihat kondisi Jalan Eka Tunggal yang tak diaspal.
"Saya sangka kontraktor yang mengerjakan jalan ini menunggu penimbunan jalan ini memadat, ternyata tidak, sampai sekarang tak terlihat kelanjutan dari pengerjaan jalan ini," ungkap mantan aktivis lingkungan hidup.
Jhony Setiawan Mundung yang disapa akrab dengan panggilan Mundung, kecewa dengan kinerja pemerintah yang jauh dari harapan masyarakat. Jangan timbul pikiran negatif dalam pengerjaan proyek ini, karena belum apa-apa jalan sudah rusak kembali. "Ada apa sebenarnya ini," pungkas Mundung.
Dari pantauan di lapangan, Jalan Eka Tunggal dipenuhi lubang-lubang berukuran kecil dan besar. Jalan itu berdebu dan batu kerikil tajam berserakan, meskipun terlihat bekas aspal curah berceceran di badan jalan. Kondisi ini membahayakan pengendara yang melintas, sedangkan jalan itu minim penerangan jalan.
(dok/dok)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Lingkungan
Pertamina Drilling Tanam 1.000 Pohon Mangrove di Pesisir Jakarta Utara
-
Lingkungan
Sejarah dan Tema Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2023
-
Lingkungan
Minyak CPO Diduga Milik IPB Tumpah ke Laut Dumai
-
Lingkungan
Pelatihan Pengelolaan Pohon Menjadi Langkah Pekanbaru Wujudkan Kota Ramah Lingkungan
-
Hukrim
Kapolres Dumai Tindaklanjuti Aktivitas Illegal Logging Hutan Senepis
-
Lingkungan
Link Download Logo Twibbon Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2022

