Juni, Kampar Mulai Eksor Ikan ke Sejumlah Negara
Sabtu, 08 Maret 2014 13:44 WIB
BANGKINANGKOTA - Di berbagai kesempatan, Bupati Kampar Jefry Noer selalu mengatakan bahwa mulai bulan Juni mendatang, Kampar sudah mengekspor ikan ke beberapa Negara. Sasaran awal adalah Malaysia, Afrika dan Arab Saudi. “Kita sudah siap untuk itu,” tegasnya.
Kepala Dinas Perikanan Kampar Usman Amin merinci, ikan yang bakal diekspor nanti antara lain patin dan nila. Ada dua pilihan bentuk ikan yang bakal diekspor itu. Bentuk fillet (daging tanpa tulang) dan ikan tanpa isi perut dan insang.
“Malaysia juga sudah minta ekspor ikan salai patin,” terang Usman di Bangkinang, Jumat (7/3/14) petang kemarin. “Kita siap kok mengekspor berapa pun permintaan. Yang penting harganya oke,” tambahnya.
Sebab kata Usman, saat ini produksi ikan Kabupaten Kampar di kisaran 200-250 ton per hari. Ikan patin di kisaran 120 ton, ikan mas 60 ton, sisanya jelawat, bawal dan baung.
“Ikan-ikan itu tersebar di Koto Masjid XIII Koto Kampar, Sipungguk Kecamatan Bangkinang, Kuok, Kampar, Gunung Sahilan dan Kampar Kiri.
Produksi tadi kata Usman ditopang oleh sekitar 120 pembenihan milik rakyat dan tiga komplek pembenihan milik pemerintah. Milik Kabupaten Kampar di Bangkinang dan Sipungguk, sementara milik Pemprov Riau di Tibun.
“Sebenarnya, kita bisa menggenjot produksi hingga di level 400 ton per hari. Tapi belum kita lakukan biar harga tetap stabil. Kalau ekspor sudah benar-benar oke, produksi akan kita naikkan di angka tadi,” katanya.***(man)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Ekbis
6 Pilihan Popok Sweety Sesuai Kebutuhan Si Kecil, Mana yang Cocok untuk Anak Anda?
-
Sosial
Hari Raya Waisak 2026 Jadi Bukti Kokohnya Kerukunan Umat Beragama di Indonesia
-
Politik
Hewan Kurban Presiden di Dumai, Sapi Samson 950 Kilogram Jadi Kebanggaan Peternak Lokal
-
Sosial
Hari Kenaikan Yesus Kristus 2026, Menag Ajak Perkuat Harmoni dan Persatuan
-
Lingkungan
Bhabinkamtibmas Dorong Ketahanan Pangan Lewat Pekarangan Rumah di Dumai Kota
-
Ekbis
Hari Buruh Internasional 2026, Prabowo Resmikan UU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga

