3 Manusia Lari Tercepat Asal Desa Tanah Merah
Kamis, 02 Januari 2014 19:06 WIB
SELATPANJANG – c
Meskipun ketiga putra Tanah Merah ini tidak berada di posisi pertama, tapi mereka cukup puas dengan prestasi yang dicapai. “Kami tidak ada persiapan apa-apa untuk mengikuti lomba ini, latihan secara khusus juga tidak. Cuma latihan-latihan biasa aja, karena pada dasarnya kita memang setiap hari melakukan olahraga rutin dan teratur,” ucap Ramdan yang meraih juara 2 pada lomba Marathon 10 KM dalam rangka HUT Kabupaten Kepulauan Meranti ke 5 kemarin.
Waktu yang dicatat oleh Ramdan, Akmal dan Tomi, tidak terpaut jauh. Ramdan yang bernomor punggung 276 mencatat waktu 35 menit, 43,39 detik, kurang cepat dibandingkan dengan Irwan (Siak) yang memperoleh posisi pertama dengan catatan waktu 34 menit, 05,57 detik. Catatan Waktu yang ditoreh oleh Akmal pada posisi ketiga yaitu 35 menit, 52,73 detik dan kemudian disusul oleh Tomi 35 menit 54,32 detik.
“Target memperoleh juara, sebenarnya tidak ada. Bisa sampai ke garis finish saja itu sudah cukup. Ajang ini kami jadikan untuk pulang kampong dan untuk uji coba kemampuan kami, kalau ternyata bisa menang, Alhamdulillah” ujar Akmal merendahkan diri, yang kini sedang kuliah di Universitas Riau.
Senada dengan Ramdan dan Akmal, Tomi pun mengatakan tidak ada persiapan khusus untuk untuk mengikuti lomba 10K, yang penting menurutnya seorang atlet marathon harus bisa menjaga stamina tubuh, dengan latihan rutin yang terprogram. “Kita latihannya seperti biasa-biasa aja. Karena sehari-hari juga kita membiasakan diri untuk berlari.
1O K Perlu Latihan Terprogram
Ramdan yang pernah bersekolah di SMP Negeri 3 Rangsang Barat ini, mengakui untuk mengikuti berbagai ajang marathon diperlukan latihan yang terprogram dengan pelatih, tidak bisa dilakukan secara instan. Tanpa itu, akan sulit meraih prestasi yang baik.
“Banyak peserta tidak tau kemampuan fisik mereka sejauh mana. Lari 10K diperlukan latihan yang terprogram sesuai kebutuhan dan kondisi dengan bantuan instruktur, kita bisa mengukur kemampuan diri,” ucap Ramdan yang pernah meraih juara 2 marathon pada Pekan Olahraga Pelajar Nasional di Yogyakarta belum lama ini.
Ramdan melanjutkan, program latihan lari yang tepat bukan hanya membantu mencapai garis finish dengan catatan waktu yang baik, namun juga bisa mengurangi risiko cedera setelah lari. Karenanya, Ramdan menyarankan untuk tidak memaksakan diri mengikuti marathon jika tak menyiapkan diri dengan baik lewat latihan tepat. Pola latihan yang keliru bisa menyebabkan cedera hingga berbulan-bulan. Akibatnya, aktivitas harian pun terganggu, kesakitan saat naik turun tangga, dan rasa sakit ini tidak kunjung hilang.
“Kalau dipaksakan bisa saja mencapai garis finish, namun setelah lomba, otot bisa cedera dan tidak pulih setelah berhari-hari pascalomba, lalu merasa sakit di bagian tertentu terutama kaki, bahkan bisa sakit hampir di semua bagian tubuh. Kalau sudah sakit berkepanjangan karena cedera akibat pola latihan keliru, tak cukup pijat atau obat, bahkan bisa operasi,” tandasnya. (roy)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Lingkungan
Bhabinkamtibmas Dorong Ketahanan Pangan Lewat Pekarangan Rumah di Dumai Kota
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan
-
Sosial
Bupati Siak Afni Dorong Penyelesaian Konflik HGU di Jakarta
-
Hukrim
Operasi Narkotika Diperketat di Bengkalis, Ratusan Pelaku Ditangkap
-
Hukrim
Kejari Bengkalis Musnahkan Barang Bukti 110 Perkara Inkracht
-
Lingkungan
Rumah Kompos Pekanbaru Dorong Pengurangan Sampah TPA Muara Fajar

