• Home
  • Pendidikan
  • Enam Mahasiswa STP Bandung Lakukan Penelitian di Meranti

Enam Mahasiswa STP Bandung Lakukan Penelitian di Meranti

Sabtu, 25 Oktober 2014 12:38 WIB
goriau.com

SELATPANJANG - Kabupaten Kepulauan Meranti kembali kendatangan tamu. Sebanyak 6 orang mahasiswa dan beserta dosen pembimbing dari Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung, Jumat (24/10/2014) mengunjungi Desa Bokor Kecamatan Rangsang Barat. Mereka datang untu melakukan penelitian.

Ismail Arsyad, Sekretaris Disparpora Kepulauan Meranti, mengatakan bahwa kunjungan pertama ke Bokor oleh mahasiswa semester 5 itu adalah sebagai basic researc, karena beberapa hari lagi mahasiswa itu akan melakukan kajian di Kepulauan Meranti, termasuk Desa Bokor.

"Hasil dari penelitian itu sendiri nantinya akan diseminarkan oleh pihak kampus. Bahkan dalam seminar tersebut pihak Disparpora Meranti juga turut diundang sebagai narasumber," kata Ismail, kepada sejumlah awak media.

Ismail menambahkan, bahwa hasil kajian yang telah diperbaiki akan direkomendasikan kepada Disparpora Kepulauan Meranti sebagai acuan dalam melaksanakan pembangunan.

Sementara itu, terkait dipilihnya Desa Bokor untuk diteliti, tambah Ismail, desa Bokor kedepannya akan dijadikan sebagai tempat destinasi para wisatawan dan kunjungan bagi para mahasiswa yang akan melakukan riset dan penelitian.

"Desa bokor ini akan kita jadikan kunjungan bagi para mahasiswa untuk melakukan kajian sebagai kebutuhan studi mereka. Saya rasa ini merupakan tempat satu satu nya di Riau bagi mahasiswa yang melakukan riset tentang kepariwisataan"ungkap Ismail

Rombongan yang berangkat dari Selatpanjang itu disambut baik oleh Kepala Desa Bokor Aminullah SAg, dan masyarakat setempat. 

Dosen pembimbing yang merangkap sebagai ketua jurusan destinasi pariwisata STPB Hariyadi Darmawan, mengatakan bahwa kedatangan mereka harus bisa memberi kontribusi untuk masyarakat Bokor. 

Katanya, ini merupakan bentuk pengabdian mereka kepada masyarakat. "Ini merupakan program khusus dari STPB untuk mengadakan penelitian apa yang menjadi kebutuhan daerah. Output kajiannya berupa strategi pengembangan pariwisata," katanya. 

Sedangkan untuk hasilnya sendiri, tambahnya, akan diseminarkan di kampus tahun 2015 mendatang dan pihaknya akan kembali mengirimkan mahasiswa untuk membuat masterplan pariwisata di desa yang dikunjunginya.***(fan)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Pendidikan
Komentar