Orang Waras Berdebat dengan Ruhut, malah turun Kelas
Rabu, 27 November 2013 11:25 WIB
JAKARTA - Jika orang waras berdebat dengan Ruhut Sitompul, sama saja mendegradasi (menurunkan) kelas. Jika Ruhut Sitompul ingin berdebat, maka yang cocok adalah dengan Sutan Batugana atau Eyang Subur, Anas Urbaningrum, bahkan dengan Ketua Umum Partai Demokrat.
“Jadi kalau Ruhut menantang Jokowi untuk berdebat, salah alamat, karena Jokowi adalah orang waras, Jokowi pemimpin dunia sekelas Barack Obama, Nehru, Tito, Gambal Abdul Nasser,” kata Syafti Hidayat Ketua DPP Relawan Jokowi (Bara JP), di Jakarta Rabu (27/11).
Syafti mengatakan, debat, berasal dari bahasa Inggris, debate, yang maknanya mempertukarkan gagasan. Kalau tidak ada pertukaran atau perbandingan gagasan, bukan debat (debate). Elektabilitas Partai Demokrat terus menurun, karena tidak dibangun debat sehat.
“Publik tahu kelas apa itu si Ruhut, apakah dia melakukan sesuatu yang berguna untuk publik, atau hanya membela pemimpin yang bicara dan bicara. Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menurun terus, inflasi terus menanjak, jadi Ruhut dari kelompok bicara dan bicara,” katanya.
Untuk membuktikan bahwa Ruhut memang kurang waras, Syafti Hidayat menyatakan siap berdebat dengan Ruhut. Dari perdebatan tersebut, orang akan tahu apakah memang Ruhut masih waras atau tidak.
Seperti diketahui, Juru bicara Partai Demokrat, Ruhut Sitompul, menantang Gubernur DKI Jokowi untuk berdebat secara terbuka di depan umum. Tantangan itu dia lontarkan terkait dengan tingginya popularitas dan elektabilitas Jokowi.
Ruhut mengatakan, tingginya elektabilitas Jokowi, dikarenakan bekas Wali Kota Solo itu selalu muncul di televisi. "Kalian yang angkat Jokowi, padahal dia tidak pernah debat. Yang kayak begitu mestinya diperhatikan dengan detail," kata Ruhut di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa, 26 November 2013.
Ruhut juga membandingkan tokoh dan partai lain yang setiap hari beriklan di televisi. Tak heran, kata dia, popularitas tokoh tersebut menjadi tinggi.
Ruhut mengatakan, partainya sudah terpuruk terlalu dalam saat dipimpin Anas Urbaningrum. Saat itu, elektabilitas Demokrat terpuruk hingga angka 7 persen. (RJ)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Sosial
Hari Raya Waisak 2026 Jadi Bukti Kokohnya Kerukunan Umat Beragama di Indonesia
-
Politik
Hewan Kurban Presiden di Dumai, Sapi Samson 950 Kilogram Jadi Kebanggaan Peternak Lokal
-
Sosial
Hari Kenaikan Yesus Kristus 2026, Menag Ajak Perkuat Harmoni dan Persatuan
-
Lingkungan
Bhabinkamtibmas Dorong Ketahanan Pangan Lewat Pekarangan Rumah di Dumai Kota
-
Ekbis
Hari Buruh Internasional 2026, Prabowo Resmikan UU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan

