• Home
  • Politik
  • Partisipasi Pemilih Kabupaten Inhu di Prediksi 85 Persen

Partisipasi Pemilih Kabupaten Inhu di Prediksi 85 Persen

Rabu, 09 April 2014 16:15 WIB

RENGAT - Hasil pemantauan Komisi Pemilihan Umum (KPU, Rabu (9/4/14), partisipasi masyarakat dalam Pemilihan Legislatif tahun 2014 di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau, akan meningkat tajam dari pesta demokrasi lainnya yang dilaksanakan dalam tiga tahun terakhir ini.

Pada Pemilu tahun 1999, persentase pemilih di Inhu mencapai 92 persen. Kemudian pada Pemilu tahun 2004, menurun dengan partisipasi lebih kurang 84 persen. Pemilu tahun 2009, persentase kembali menurun, menjadi 71 persen partisipasi pemilih.
 
Contoh yang terdekat adalah Pemilihan Gubernur Riau beberapa waktu lalu. Putaran pertama partisipasi 53 persen, namun pada putaran kedua menurun menjadi hanya 43 persen saja.

Namun pada Pileg 2014 ini, menurut komisioner KPU Inhu, Hendri A Saleh, di prediksi partisipasi masyarakat yang akan menggunakan hak pilihnya akan mencapai 80-85 persen dari DPT yang ada.

Ditegaskan Hendri, beberapa faktor sangat mempengaruhi tingginya partisipasi pemilih dalam Pileg ini, terutama faktor ketokohan yang sangat menonjol. “Masyarakat datang untuk memberikan dukungan kepada jagoan mereka, agar caleg yang mereka dukung tersebut betul-betul mendapatkan suara, jelasnya.

Dikatakan Hendri, berbeda dengan pemilihan Gubernur yang lalu, dimana calon kurang menyentuh ke masyarakat, termasuk juga tim mereka, sehingga membuat hubungan emosional dengan para calon menjadi sangat jauh. 

Beda dengan pileg, dimana setiap calon langsung mendatangi masyarakat, bahkan berkali-kali, sehingga hubungan emosional tersebut terbangun dengan baik.

Diungkapkannya, bahkan saat akan pemilihanpun, sms atau bbm ajakan untuk memilih, banyak masuk ke masyarakat. Caleg intens mengajak karena memang mereka butuh suara tersebut.

Jadi, menurut pria yang sudah periode kedua menjadi komisioner KPU ini, partisipasi pemilih tersebut, ternyata bisa didongkrak, jika undangan formal dan non formal mereka dapatkan.

Namun Hendri, membantah, peningkatan ini merupakan slaah satu upaya maksimal yang dilakukan oleh KPU. Karena memang KPU yang ada saat ini merupakan KPU yang baru, tidak akan mungkin dan mustahil bisa banyak berbuat.

"Apalagi anggaran untuk sosialisasi tersebut juga tidak ada. Jadi bohong, jika ini adalah kerja keras KPU," tegasnya lagi.***(guh/mcr)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Politik
Komentar