Wakil Rakyat Prihatin, Anggaran Pemberantasan HIV/Aids Kecil
Senin, 16 Juni 2014 17:36 WIB
PEKANBARU - Anggota Komisi D DPRD Riau khawatir virus HIV/Aids semakin menyebar. Pasalnya, anggarannya di APBD sangat kecil sehingga upaya pihak-pihak terkait untuk menanggulanginya tidak bisa maksimal.
Meningkatnya jumlah penderita penyakit AIDS dan HIV di Riau tidak sebanding dengan anggaran yang disediakan untuk memberantasnya, terutama pada Komisi Penanggulangan AIDS dan HIV (KPA) Provinsi Riau.
“Anggarannya minim kali, sangat minim dan tidak bisa begerak,” kata Bagus Santoso, Ketua Komisi D DPRD Riau usai menerima laporan perkembangan AIDS dan HIV di Riau dari KPA, Senin (16/06/14).
Lebih lanjut politisi PAN ini menyebut, dalam APBD tahun 2013 yang lalu, anggaran yang disiapkan untuk KPA ini sebesar Rp400 juta. Kemudian, tahun 2014 hanya Rp500 juta.
“Inilah yang menjadi keprihatinan kita dari Komisi D yang juga membidangi kesehatan. Apalagi jumlah penderitanya tiap tahu terus meningkat di Riau,” ungkapnya.
Dari laporan yang diterimanya tersebut, Kota Pekanbaru merupakan kota yang tertinggi angka penderta AIDS/HIV di Riau. Hal ini lantas menjadi perhatian khusus bagi Komisi D DPRD Riau.
“Padahal penyakit ini merupakan sebuah penyakit yang sangat menakutkan, justru itu, baiknya anggaran untuk mengatasinya harus ditingkatkan jumlahnya,” tutupnya. ***(ary)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Ekbis
6 Pilihan Popok Sweety Sesuai Kebutuhan Si Kecil, Mana yang Cocok untuk Anak Anda?
-
Pendidikan
Tahun Baru Islam Jadi Momentum Pemko Dumai Perkuat Karakter Religius Pemuda
-
Lingkungan
Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Kapolda Riau Pimpin Penanaman Mangrove di Dumai
-
Sosial
Hari Lahir Pancasila 2026 di Dumai Berlangsung Khidmat, Perkuat Persatuan Bangsa
-
Sosial
Hari Raya Waisak 2026 Jadi Bukti Kokohnya Kerukunan Umat Beragama di Indonesia
-
Politik
Hewan Kurban Presiden di Dumai, Sapi Samson 950 Kilogram Jadi Kebanggaan Peternak Lokal

