Annas Maamun Ngaku Pernah Ditolak PMI Saat Minta Darah
Senin, 05 Mei 2014 14:21 WIB
PEKANBARU - Gubernur Riau Annas Maamun ternyata pernah merasakan ketidaknyamanan pelayanan dari Palang Merah Indonesia (PMI) Riau. Saat membutuhkan darah, dia ditolak dengan alasan kehabisan stok darah.
Hal itu dikatakan Annas di hadapan Ketua Umum PMI Riau Jusuf Kalla, saat memberikan kata sambutan pelantikan Pengurus PMI Riau periode 2014-2019 di Gedung Daerah, Senin (5/5/14).
Menurut Annas, saat itu dirinya memang belum menjabat sebagai gubernur. Karena ditolak, dia pun terpaksa meminta bantuan kepada adiknya yang duduk sebagai anggota DPRD Riau.
Anehnya ketika meminta bantuan dengan adiknya itu, bantuan darah pun datang. "Istri saya pernah kekurangan darah, meminta tolong dengan PMI, ditanggapi tak ada, tapi staf lain bilang ada. Terus dia nelpon adek dia jadi anggota Dewan untuk meminta darah, baru ada," sindir Annas di hadapan para undangan.
Karena itu, Annas minta pelayanan yang minta pelayanan tidak pilih kasih. Pelayanan tidak boleh hanya melihat dari penampilannya saja.
Lebih lanjut, Annas juga meminta kepada pengurus PMI jangan hanya membantu saat senang saja. Kemudian jangan bekerja pilih kasih. Tetapi sebaliknya, pengurus PMI harus bekerja sepenuh hati.
"Bekerja itu sepenuh hati, tidak boleh pilih kasih. Jangan hanya melihat penampilan. PMI harus dapat memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat," ungkap Annas lagi.***(mok)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Lingkungan
Bhabinkamtibmas Dorong Ketahanan Pangan Lewat Pekarangan Rumah di Dumai Kota
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan
-
Sosial
Bupati Siak Afni Dorong Penyelesaian Konflik HGU di Jakarta
-
Hukrim
Operasi Narkotika Diperketat di Bengkalis, Ratusan Pelaku Ditangkap
-
Hukrim
Kejari Bengkalis Musnahkan Barang Bukti 110 Perkara Inkracht
-
Lingkungan
Rumah Kompos Pekanbaru Dorong Pengurangan Sampah TPA Muara Fajar

