• Home
  • Sosial
  • Disbun Sulsel Berjalar Budidaya Sagu ke Kabupaten Meranti

Disbun Sulsel Berjalar Budidaya Sagu ke Kabupaten Meranti

Rabu, 22 April 2015 16:00 WIB
MERANTI - Sebanyak 15 orang dari Dinas Perkebunan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) berkunjung ke Kabupaten Meranti, Selasa (21/4/15). Mereka berkunjung dalam rangka ingin belajar bagaimana membudidaya sagu. Sebab di Sulsel sagu bukan di tanam dari bibit, tapi tumbuh sendiri menjadi hutan sagu.

Rombongan dari Sulses ini dibawa oleh Dishutbun Meranti ke kebun dan kilang sagu milik amir di Desa Tanjung Darul Takzim Kecamatan Tebingtinggi Barat. Rombongan dari Sulsel ini ditunjukkan bagaimana cara menanam hingga mengolah sagu menjadi tepung sagu.

Ketua Rombongan Pemprov Sulsel, M Syarir yang juga merupakan Kepala Seksi (Kasi) Pembenihan Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Perkebunan Sulsesl mengaku bahwa dari informasi yang mereka dapat bahwa sagu di Meranti dibangun secara budidaya. Makanya mereka ingin melihat dari dekat bagaimana membudidayakan sagu-sagu yang ada di wilayah Provinsi Sulsel.

Dari 24 Kabupaten/ Kota di Sulsel, M Syarir menambahkan potensi sagu terdapat di empat Kabupaten/Kota di Sulsel diantaranya Kabupaten Luwu, Luwu Utara, Luwu Timur dan Kota Palopo. Namun disana sagu belum menjadi komoditas unggulan.

"Makanya kita mau menjadikan sagu sebagai komoditas unggulan. Sebab sagu berpotensi untuk dikembangkan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat nantinya," terangnya.

Apalagi, tambahnya industri hilir atau berbagai jenis makanan dari sagu sudah sangat diminati dan bernilai ekonomi tinggi. Namun hal itu belum sejalan dengan produksi hulu dari sagu itu sendiri.

"Harga dan penyajian berbagai jenis makanan berbahan sagu di Sulsel sudah high class dan sudah disajikan di restoran khusus. Harganya pun paling murah Rp 25 ribu per porsi makanan. Namun harga untuk satu batang sagu hanya bernilai Rp100 ribu," katanya.

Sementara di Akui M Syarir dalam mengolah sagu di Sulsel, masih dilakukan secara manual. Belum ada kilang seperti Meranti. "Makanya kami sebanyak 15 orang yang terdiri dari 10 orang penakar dari 4 Kabupaten dan 5 orang dari Pemprov ingin melihat bagaimana budidaya dan pengolahan sagu di Kepulauan Meranti," kata Syarir lagi.

Kabid Perkebunan Suparna didampingi Kasi Produksi Tanaman semusim dan tahunan, Sudarmadi SP yang mendampingi tamu dari Silsel tersebut mengaku bahwa dengan kunjungan tersebut menjadi bukti bahwa Meranti menjadi daerah yang sudah berhasil mengembangkan sagu.

"Ini menjadi penghargaan yang tinggi bagi kita. Selain kita ajak melihat kebun sagu, kilang sagu, juga kita tunjukkan bagaimana proses pembibitan yang kita lakukan," terang Suparna.

(adv/hum/fan)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags
Komentar