• Home
  • Sosial
  • Dua Bulan, Terjadi 11 Kasus Kebakaran Rumah

Dua Bulan, Terjadi 11 Kasus Kebakaran Rumah

Senin, 03 November 2014 16:39 WIB

DUMAI : Jumlah kasus bencana Kebakaran Rumah di kota Dumai tahun 2014 ini terbilang masih tinggi, bedasarkan rekapitulasi laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk 2 bulan terakhir ini (September dan Oktober) ada sekitar 11 bencana kebakaran rumah yang terjadi.

Ditambah beberapa bencana lainnya seperti angin puting beliung, kebakaran meteran listrik, pohon tumbang, sambaran petir dan kebakaran lahan, "ya selama saya dilantik 3 bulan yang lalu, tercatat ada sekitar 11 bencana kebakaran rumah/gedung ditambah bencana lainnya", jelas Kepala BPBD Tengku Izmet, Senin (3/11/14)

Saat dikomfirmasi ia mengatakan, faktor kebakaran didominasi  akibat konseleting listrik. "Guna mengatasi hal itu, petugas UPT Pemadam kebakaran  langsung sigap turun kelapangan ketika menerima laporan, apalagi  petugas kita standby 24 jam menerima laporan penggaduan masyarakat bila ada kejadian kebakaran," sebutnya.

Kemudian saat disinggung berapa jumlah personil, ia menjawab setakat ini ada 28 orang khusus di UPT  pemadam kebakaran yang berada Jalan H.R.Soebrantas. Jumlah tersebut diakuinya masih belum pas, seharusnya  100 orang  lebih.

"Bahkan kita menginginkan setiap Kecamatan itu harus ada petugas unit kebakaran yang standby seperti di Kecamatan Sungai Sembilan, Bukit Kapur, Medang Kampai dan Kecamatan yang jauh dari jangkauan kita, hal ini bertujuan apabila terjadi kebakaran dapat langsung cepat turun," ujarnya.

Selain kurangnya personil, ia juga mengeluhkan kurangnya fasilitas pemadam kebakaran seperti mobil pemadam yang dianggap masih kurang. Saat ini pihaknya hanya memilki 4 unit mobil  box, 1 unit mobil Tangki Supply dan 2 Unit  fayer Jib.

Terkait kondisi kendaraan, sudah banyak yang rusak karena faktor sudah tua. Seperti 4 unit mobil Box itu merupakan pengadaan barang dari tahun 2000 hingga sekarang dan itu pun merupakan bantuan dari Provinsi dan Bengkalis, bukan Kota Dumai.

"Kalau dari Dumai itu ya, pengadaan 2 unit fayer Jip itu saja, dan itu merupakan pengadaan tahun lalu," keluhnya.

Karena kondisi mesin sudah tua, jangkauan untuk menyemprotkan air pun tidak begitu jauh hanya sekitar 50 meter dengan muatan  4000 liter. Seharusnya kapasitas air untuk mobil damkar yang harus dimiliki adalah 8000 hingga 10000 liter. Begitu pula  2 unit Fayer Jip hanya memiliki kapasitas 1500 liter air.

"Terkadang kondisi seperti ini yang membuat petugas kita dilapangan kesulitan karena harus bolak balik mengambil sumber air, kita ingin memiliki mobil Damkar seperti yang dimiliki Pertamina. Kalaulah tidak dibantu dengan mobil damkar dari pihak lain jujur saja petugas kita pasti akan sangat kewalahan dalam memadamkan sijago merah," jelasnya.

Sebenarnya ia ingin melakukan peremajaan atau penambahan personil juga fasilitas, tetapi menurutnya pagu anggaran yang ada diBPBD saat ini tidak mencukupi untuk membeli dan merealisasikan hal itu.

"2015 ini saja, pagu anggaran kita sekitar 2,4 Milyar yang dimanfaatkan untuk semua kebutuhan di BPBD seperti pembayaran gaji pegawai, tunjangan, perbaikan mobil damkar, kebutuhan personil dan lainnya.  Tentu saja itu tidak mencukupi bila dibelikan untuk unit mobil," sebutnya.

Mau ataupun tidak dengan penuh semangat, ia menerangkan bahwa apapun itu BPBD akan tetap menjalankan tugasnya sebagaimana mestinya. Seperti bantuan untuk korban kebakaran, dan lainnya tetap akan dilakukan BPBD.

Terakhir diingatkannya, agar masyarakat memberikan informasi dikontak penggaduan kebakaran itu dengan benar-benar akurat, karena terkadang ada warga yang jahil kepetugas kita dengan memberikan informasi palsu.

(Silvia)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Sosial
Komentar