• Home
  • Sosial
  • Gubri Diminta Berantas Mafia Obat di RSUD Arifin Achmad

Gubri Diminta Berantas Mafia Obat di RSUD Arifin Achmad

Minggu, 11 Mei 2014 16:20 WIB

PEKANBARU - Gubernur Riau Annas Maamun diminta untuk memberantas praktek mafia dalam penebusan obat pasien yang berobot di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Afirin Achmad Pekanbaru. 

Selama ini sering terjadi, pasien terpaksa membeli obat resep dokter ke apotek luar, karena obat tersebut tidak tersedia di rumah sakit pemerintah itu.

"Praktek mafia obat ini sudah lama terjadi. Diduga oknum dokter RSUD Arifin Achmad bekerja sama dengan produsen obat tertentu. Jika sang dokter berhasil merekomendasikan obat-obat yang mereka produksi dalam jumlah tertentu, hadiahnya bisanya berlibur ke luar negeri," ungkap Arhammizi, Direktur Eksekutif LSM Riau Care, Ahad (11/5/14).

Modus yang dilakukan oknum dokter ini, tambahnya, sang pasien diberikan resep obat. Saat mau ditebus ke apotek rumah sakit, obat tersebut tidak tersedia karena memang biasanya obatnya bukan yang disubsidi pemerintah (generik) tetapi jenis obat mahal.

Karena tidak ada stok, ucap pria yang akrab disapa Mizi ini, sang pasien lalu mencari ke apotek luar. Harga obatnya tentu tergolong mahal. Tak jarang, saat menebus obat tersebut, pasien terkejut harganya yang mahal. Akhirnya, pasien yang ekonominya yang pas-pasannya terpaksa menebus separuh dari jumlah yang akan ditebusnya.

Oleh sebab itu, Mizi menyambut program Gubri Annas Maamun yang meminta pihak RSUD Arifin Achmad tidak lagi memberikan obat-obat murah kepada masyarakat Riau, tetapi justru obat berkualitas yang harganya tentu mahal.

"Harapan Gubri dengan ketersediaan obat mahal yang berkualitas dan sudah pasti nanti disubsidi Pemprov Riau, masyarakat tentu akan berobat ke RSUD Arifin Achmad, tidak lagi memilih rumah sakit swasta," pungkasnya.***(son)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Sosial
Komentar