Kadisnakkanla Dumai: Kebutuhan Sapi Kurban Diprediksi 2.000 Ekor
Kamis, 18 September 2014 17:49 WIB
DUMAI - Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kota Dumai, Syafrizal memprediksi kebutuhan permintaan hewan kurban sapi terkait perayaan Idul Adha 1435 Hijriah adalah sebanyak 2.000 ekor.
Kebutuhan hewan kurban yang akan disembelih umat muslim di daerah ini, sebutnya, tidak bisa hanya mengandalkan produksi peternak lokal, melainkan diperlukan tambahan penyediaan stok dari sejumlah daerah pemasok.
"Permintaan hewan kurban kita prediksi bakal meningkat dibanding sebelumnya, yaitu mencapai 2 ribuan ekor sapi," kata Kadisnakkanla Kota Dumai ketika dikonfirmasi di ruang kerjanya, Kamis (18/9/14).
Dia menjelaskan, hewan kurban dari peternak lokal diperkirakan hanya bisa memenuhi sekitar 15 persen atau sekitar 250 ekor saja. Sedangkan kekurangan kebutuhan akan dipasok dari sejumlah daerah, seperti Bengkulu, Lampung dan Sumatera Barat.
Agar hewan kurban dinyatakan layak konsumsi dan memenuhi syarat sertifikasi, maka pihaknya intesifkan pengawasan dan pemeriksaan lalulintas hewan di jalur distribusi lintasan kota dengan menempatkan petugas kesehatan hewan.
Selain itu, setiap hewan kurban dari luar daerah mesti disertai sertifikat kesehatan yang dikeluarkan instansi daerah terkait untuk kepastian kondisi hewan sehat, baik dan layak serta mengantisipasi terjangkit penyakit yang menyerang hewan.
"Tentunya sapi yang didatangkan harus memiliki sertifikasi sehat dan tidak terkena penyakit berbahaya. Pihak pemasok sudah diperingatkan agar hewan yang disuplay mesti dalam keadaan sehat dan layak konsumsi manusia," jelasnya.
Bagi hewan kurban yang tidak disertai sertifikat sehat maka tidak akan dibenarkan masuk untuk disembelih dan diperjualbelikan di tengah masyarakat yang akan mempersiapkan kebutuhan Idul Adha yang jatuh pada 5 Oktober 2014 mendatang.
Pihaknya juga sudah mempersiapkan sejumlah tempat penampungan hewan kurban yang disuplay dari berbagai daerah tersebut untuk kepentingan pemeriksaan kesehatan lebih lanjut oleh tim pengawas yang telah dibentuk.
"Hewan ternak yang dinyatakan dalam kondisi sehat, maka akan dipasangi tanda kesehatan dan layak untuk dikonsumsi. Pengawasan ini akan dilakukan secara intensif agar masyarakat muslim yang menyembelih tetap terlindungi dari sumber penyakit yang dibawa hewan tersebut," terangnya.
Disnakan Dumai juga mensosialisasikan syarat sapi sehat dan layak untuk kurban kepada panitia kurban di seluruh wilayah kota ini, serta menyurati pengurus mubaligh agar menyampaikan tata cara penyembelihan kepada umat.***(adi)
Kebutuhan hewan kurban yang akan disembelih umat muslim di daerah ini, sebutnya, tidak bisa hanya mengandalkan produksi peternak lokal, melainkan diperlukan tambahan penyediaan stok dari sejumlah daerah pemasok.
"Permintaan hewan kurban kita prediksi bakal meningkat dibanding sebelumnya, yaitu mencapai 2 ribuan ekor sapi," kata Kadisnakkanla Kota Dumai ketika dikonfirmasi di ruang kerjanya, Kamis (18/9/14).
Dia menjelaskan, hewan kurban dari peternak lokal diperkirakan hanya bisa memenuhi sekitar 15 persen atau sekitar 250 ekor saja. Sedangkan kekurangan kebutuhan akan dipasok dari sejumlah daerah, seperti Bengkulu, Lampung dan Sumatera Barat.
Agar hewan kurban dinyatakan layak konsumsi dan memenuhi syarat sertifikasi, maka pihaknya intesifkan pengawasan dan pemeriksaan lalulintas hewan di jalur distribusi lintasan kota dengan menempatkan petugas kesehatan hewan.
Selain itu, setiap hewan kurban dari luar daerah mesti disertai sertifikat kesehatan yang dikeluarkan instansi daerah terkait untuk kepastian kondisi hewan sehat, baik dan layak serta mengantisipasi terjangkit penyakit yang menyerang hewan.
"Tentunya sapi yang didatangkan harus memiliki sertifikasi sehat dan tidak terkena penyakit berbahaya. Pihak pemasok sudah diperingatkan agar hewan yang disuplay mesti dalam keadaan sehat dan layak konsumsi manusia," jelasnya.
Bagi hewan kurban yang tidak disertai sertifikat sehat maka tidak akan dibenarkan masuk untuk disembelih dan diperjualbelikan di tengah masyarakat yang akan mempersiapkan kebutuhan Idul Adha yang jatuh pada 5 Oktober 2014 mendatang.
Pihaknya juga sudah mempersiapkan sejumlah tempat penampungan hewan kurban yang disuplay dari berbagai daerah tersebut untuk kepentingan pemeriksaan kesehatan lebih lanjut oleh tim pengawas yang telah dibentuk.
"Hewan ternak yang dinyatakan dalam kondisi sehat, maka akan dipasangi tanda kesehatan dan layak untuk dikonsumsi. Pengawasan ini akan dilakukan secara intensif agar masyarakat muslim yang menyembelih tetap terlindungi dari sumber penyakit yang dibawa hewan tersebut," terangnya.
Disnakan Dumai juga mensosialisasikan syarat sapi sehat dan layak untuk kurban kepada panitia kurban di seluruh wilayah kota ini, serta menyurati pengurus mubaligh agar menyampaikan tata cara penyembelihan kepada umat.***(adi)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Ekbis
6 Pilihan Popok Sweety Sesuai Kebutuhan Si Kecil, Mana yang Cocok untuk Anak Anda?
-
Pendidikan
Tahun Baru Islam Jadi Momentum Pemko Dumai Perkuat Karakter Religius Pemuda
-
Lingkungan
Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Kapolda Riau Pimpin Penanaman Mangrove di Dumai
-
Sosial
Hari Lahir Pancasila 2026 di Dumai Berlangsung Khidmat, Perkuat Persatuan Bangsa
-
Sosial
Hari Raya Waisak 2026 Jadi Bukti Kokohnya Kerukunan Umat Beragama di Indonesia
-
Politik
Hewan Kurban Presiden di Dumai, Sapi Samson 950 Kilogram Jadi Kebanggaan Peternak Lokal

