Kecewa, Wawako Dumai Ajak Istri Meninggalkan Acara
Kamis, 18 September 2014 17:51 WIB
DUMAI - Merasa tidak dianggap dan tidak dihargai pada acara Bulan Bakhti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) dan Hari Kesatuan Gerak PKK ke-42 tingkat kota Dumai pada tahun 2014, Wakil Walikota Dumai Agus Widayat langsung menarik tangan istri untuk meninggalkan acara.
Sontak kejadi itu langsung mendapatkan sorotan awak media. Semua itu ditunjukkan wakil kepala daerah karena merasa tidak dilibatkan di acara tersebut, dan keberadaannya hanya sebagai penonton Agus Widayat langsung meninggalkan acara.
Rangkaian acara yang sudah diikutinya sejak awal, yang dimulai dari senam pagi bersama, penanaman pohon, hingga peninjauan dan penilaian bazar kemudian ditinggalkannya begitu saja lantaran dibiarkan tanpa ada perhatian.
Pada saat pidato pembukaan dan pengarahan yang seharusnya disampaikan Walikota Dumai dan diwakili oleh Wakil Walikota Dumai, justru dibuka oleh Sekretaris Kota Dumai Said Mustafa. Padahal dari sebelum-sebelumnya sudah dikonfirmasikan kepada Agus Widayat untuk membuka acara BBGRM dan Hari Kesatuan Gerak PKK ke-42 tersebut.
"Saya sangat kecewa, karena sebelumnya saya di undang untuk menghadiri acara tesebut guna membuka acara dan menyampaikan sambutan mewakili Walikota yang pada saat itu tidak dapat mengahadri acara BBGRM dan Hari Kesatuan Gerak PKK ke-42 itu. Namun pada saat acara, malah Sekda yang diminta untuk memberikan sambutannya," ungkapnya kecewa, Kamis (18/9/14).
Selain merasa tidak dihargai, orang nomor dua di Kota Dumai ini juga merasa heran saat protokoler menyampaikan padanya untuk menjemput tamu di Bandara Pinang Kampai pukul 09:00 WIB, dan hal itu belum dikonfirmasi dari sebelum-sebelumnya.
"Sebelumnya saya tidak diberi tahu bahwa saya yang harus menjemput tamu tersebut di Bandara Pinang Kampai, karena saya sudah berada diacara tersebut dan belum ada persiapan maka saya meminta agar di wakili oleh Sekda. Namun protokoler tetap saja meminta agar saya yang pergi untuk menjemput. Saya berfikiran bahwa kalau diwakili oleh Sekda, nanti malam sayakan masih dapat bertemu pada acara ramah tamah dan makan malam bersama di Hotel Grand Zuri," katanyanya.
Kejadian seperti ini tidak hanya terjadi satu kali, namun sudah yang kesekian kalinya. Ia mengharapkan kedepannya, agar dapat lebih menghargai siapapun itu orangnya termasuk pemimpin daerah kota Dumai.
Kegitan BBGRM merupakan kegiatan rutin tahunan yang diselenggarakan secara Nasional. Kegiatan ini dilaksanakan agar budaya gotong royong di kota Dumai tetap dilestarikan. Kendati demikian, acara yang dilaksanakan ini justru dibarengi dengan unsur politis antara Walikota Dumai dengan Wakil Walikota Dumai.
Penyampaian sambutan berubah dari Wakil Walikota ke Sekda disinyalir karena ada intervensi dari istri Walikota Dumai, Nefi Agustina selaku Ketua TP.PKK kota Dumai. Karena, Nefi Agustina datang belakangan untuk menyampaikan sambutan sebagai Ketua TP.PKK, dan setelah Nefi Agustina menyampaikan sambutannya, barulah kemudian Sekda yang diminta untuk menyampaikan sambutannya.***(adi)
Sontak kejadi itu langsung mendapatkan sorotan awak media. Semua itu ditunjukkan wakil kepala daerah karena merasa tidak dilibatkan di acara tersebut, dan keberadaannya hanya sebagai penonton Agus Widayat langsung meninggalkan acara.
Rangkaian acara yang sudah diikutinya sejak awal, yang dimulai dari senam pagi bersama, penanaman pohon, hingga peninjauan dan penilaian bazar kemudian ditinggalkannya begitu saja lantaran dibiarkan tanpa ada perhatian.
Pada saat pidato pembukaan dan pengarahan yang seharusnya disampaikan Walikota Dumai dan diwakili oleh Wakil Walikota Dumai, justru dibuka oleh Sekretaris Kota Dumai Said Mustafa. Padahal dari sebelum-sebelumnya sudah dikonfirmasikan kepada Agus Widayat untuk membuka acara BBGRM dan Hari Kesatuan Gerak PKK ke-42 tersebut.
"Saya sangat kecewa, karena sebelumnya saya di undang untuk menghadiri acara tesebut guna membuka acara dan menyampaikan sambutan mewakili Walikota yang pada saat itu tidak dapat mengahadri acara BBGRM dan Hari Kesatuan Gerak PKK ke-42 itu. Namun pada saat acara, malah Sekda yang diminta untuk memberikan sambutannya," ungkapnya kecewa, Kamis (18/9/14).
Selain merasa tidak dihargai, orang nomor dua di Kota Dumai ini juga merasa heran saat protokoler menyampaikan padanya untuk menjemput tamu di Bandara Pinang Kampai pukul 09:00 WIB, dan hal itu belum dikonfirmasi dari sebelum-sebelumnya.
"Sebelumnya saya tidak diberi tahu bahwa saya yang harus menjemput tamu tersebut di Bandara Pinang Kampai, karena saya sudah berada diacara tersebut dan belum ada persiapan maka saya meminta agar di wakili oleh Sekda. Namun protokoler tetap saja meminta agar saya yang pergi untuk menjemput. Saya berfikiran bahwa kalau diwakili oleh Sekda, nanti malam sayakan masih dapat bertemu pada acara ramah tamah dan makan malam bersama di Hotel Grand Zuri," katanyanya.
Kejadian seperti ini tidak hanya terjadi satu kali, namun sudah yang kesekian kalinya. Ia mengharapkan kedepannya, agar dapat lebih menghargai siapapun itu orangnya termasuk pemimpin daerah kota Dumai.
Kegitan BBGRM merupakan kegiatan rutin tahunan yang diselenggarakan secara Nasional. Kegiatan ini dilaksanakan agar budaya gotong royong di kota Dumai tetap dilestarikan. Kendati demikian, acara yang dilaksanakan ini justru dibarengi dengan unsur politis antara Walikota Dumai dengan Wakil Walikota Dumai.
Penyampaian sambutan berubah dari Wakil Walikota ke Sekda disinyalir karena ada intervensi dari istri Walikota Dumai, Nefi Agustina selaku Ketua TP.PKK kota Dumai. Karena, Nefi Agustina datang belakangan untuk menyampaikan sambutan sebagai Ketua TP.PKK, dan setelah Nefi Agustina menyampaikan sambutannya, barulah kemudian Sekda yang diminta untuk menyampaikan sambutannya.***(adi)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Lingkungan
Bhabinkamtibmas Dorong Ketahanan Pangan Lewat Pekarangan Rumah di Dumai Kota
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan
-
Sosial
Bupati Siak Afni Dorong Penyelesaian Konflik HGU di Jakarta
-
Hukrim
Operasi Narkotika Diperketat di Bengkalis, Ratusan Pelaku Ditangkap
-
Hukrim
Kejari Bengkalis Musnahkan Barang Bukti 110 Perkara Inkracht
-
Lingkungan
Rumah Kompos Pekanbaru Dorong Pengurangan Sampah TPA Muara Fajar

