Kondisi Pasien Terduga Virus MERS-CoV Sudah Membaik di Dumai
Kamis, 15 Mei 2014 11:08 WIB
DUMAI - Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Dumai Syaiful ketika dikonfirmasi terkait kondisi pasien terduga terkena virus Middle East Respiratory Syndrome Corona Virus (MERS-CoV) atas nama Mulyadi Aziz, warga Dumai yang usai menjalankan ibadah umroh kondisinya sudah mulai membaik.
"Kondisi pasien sudah mulai membaik setelah mendapatkan perawatan intens yang kita lakukan. Yang jelasnya, kita saat ini tengah mantauan perkembangan kondisi kesehatan pasien pada ruangan rawat khusus," ungkap Syaiful ketika dikonfirmasi media ini melalui telepon selulernya, Kamis (15/5/14).
Ketika disinggung mengenai kondisi pasien selama menjalani perawatan media, Syaiful mengaku, bahwa suhu badan pasien yang diduga terjangkit virus MERS-CoV itu sudah mulai normal. Padahal, sebelumnya kondisi suhu badan pasien pada perawatan pertama mencapai 39 derjat dan sekarang turun menjadi 36 derjat.
"Ini bukti keseriusan kita setiap menangani pasien yang diduga menderita penyakit membahayakan. Alhammadulillah kondisi pasien cukup baik dan kondisi demam sudah mulai turun. Selain itu, kita sudah melakukan rontgen sebanyak dua kali dan alhamdulillah gejalanya sudah mulai menemukan titik terang," ungkapnya.
Sebagai data tambahan, Seorang jemaah umroh asal Kota Dumai bernama, Mulyadi Aziz (53) Warga Kelurahan Mekar Sari Kecamatan Dumai Selatan yang baru saja tiba di Pelabuhan Pelindo I Dumai diduga terkena virus Middle East respiratory syndrome coronavirus (MERS-CoV) setelah usai menjalankan ibadah umroh di Mekah, Arab Saudi.
Petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Dumai menemukan tanda-tanda MERS seperti panas tubuh 38 derajat disertai batuk-batu yang saat ini di derita Mulyadi Aziz. Selasa (13/5/14), setibanya di pelabuhan penumpang Pelindo I Dumai, Mulyadi sendiri langsung dilarikan ke RSUD Dumai untuk perawatan lebih lanjut.
Suprapto, Kepala Seksi Pengendalian Karantina dan Surpelen Epidemologi Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Dumai mengatakan, sebelum dilarikan ke RSUD Dumai, Petugas KKP melakukan pemeriksaan kepada Mulyadi Aziz (53) dan ditemukan tanda-tanda MERS seperti suhu tubuhnya mencapai 38 derajat disertai batuk.
"Saat diperiksa menggunakan alat pengukur suhu tubuh (Thermalscanner) dan Infrared Thermometer, suhu tubuhnya mencapai 38 derajat disertai batuk. Tanda-tanda lain yang bersangkutan terlihat lemas bahkan tidak sanggup mengangkat barang bawaannya. Oleh sebab itu, yang bersangkutan langsung dilarikan ke RSUD," jelasnya.
Tambahnya, selain melakukan pemeriksaan panas suhu tubuh, KKP Dumai juga melakukan body clean menggunakan cairan alkohol 90 persen kepada seluruh jemaah umroh yang baru tiba di Pelabuhan Penumpang Pelindo I Kota Dumai, Jalan Datuk Laksamana Kecamatan Dumai Timur.
"Selain memeriksa panas suhu tubuh jemaah umroh, kami juga melakukan body clean menggunakan cairan alkohol 90 persen kepada seluruh jemaah yang baru tiba. Hal ini dilakukan untuk membunuh virus MERS yang menempel pada pakaian dan tas yang dibawa jemaah dari tanah cuci," pungkasnya.
Mulyadi Aziz sendiri ketika dikonfirmasi terpisah mengaku bahwa kondisi tubuhnya mulai sudah tidak enak sejah dua hari jelang pemulangannya menuju Indonesia setelah menjalankan ibadah umroh yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Dumai sejak 15 hari lalu.
"Benar kondisi kesehatan saya kurang enak. Saya sendiri tidak tau penyakit apa yang saya derita ini. Saya sendiri menyebutkan kondisi kurang enak ini karena kecapekaan saja mungkin," ungkap Mulyadi sebelum akhirnya dirawat di RSUD Kota Dumai.***(din)
"Kondisi pasien sudah mulai membaik setelah mendapatkan perawatan intens yang kita lakukan. Yang jelasnya, kita saat ini tengah mantauan perkembangan kondisi kesehatan pasien pada ruangan rawat khusus," ungkap Syaiful ketika dikonfirmasi media ini melalui telepon selulernya, Kamis (15/5/14).
Ketika disinggung mengenai kondisi pasien selama menjalani perawatan media, Syaiful mengaku, bahwa suhu badan pasien yang diduga terjangkit virus MERS-CoV itu sudah mulai normal. Padahal, sebelumnya kondisi suhu badan pasien pada perawatan pertama mencapai 39 derjat dan sekarang turun menjadi 36 derjat.
"Ini bukti keseriusan kita setiap menangani pasien yang diduga menderita penyakit membahayakan. Alhammadulillah kondisi pasien cukup baik dan kondisi demam sudah mulai turun. Selain itu, kita sudah melakukan rontgen sebanyak dua kali dan alhamdulillah gejalanya sudah mulai menemukan titik terang," ungkapnya.
Sebagai data tambahan, Seorang jemaah umroh asal Kota Dumai bernama, Mulyadi Aziz (53) Warga Kelurahan Mekar Sari Kecamatan Dumai Selatan yang baru saja tiba di Pelabuhan Pelindo I Dumai diduga terkena virus Middle East respiratory syndrome coronavirus (MERS-CoV) setelah usai menjalankan ibadah umroh di Mekah, Arab Saudi.
Petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Dumai menemukan tanda-tanda MERS seperti panas tubuh 38 derajat disertai batuk-batu yang saat ini di derita Mulyadi Aziz. Selasa (13/5/14), setibanya di pelabuhan penumpang Pelindo I Dumai, Mulyadi sendiri langsung dilarikan ke RSUD Dumai untuk perawatan lebih lanjut.
Suprapto, Kepala Seksi Pengendalian Karantina dan Surpelen Epidemologi Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Dumai mengatakan, sebelum dilarikan ke RSUD Dumai, Petugas KKP melakukan pemeriksaan kepada Mulyadi Aziz (53) dan ditemukan tanda-tanda MERS seperti suhu tubuhnya mencapai 38 derajat disertai batuk.
"Saat diperiksa menggunakan alat pengukur suhu tubuh (Thermalscanner) dan Infrared Thermometer, suhu tubuhnya mencapai 38 derajat disertai batuk. Tanda-tanda lain yang bersangkutan terlihat lemas bahkan tidak sanggup mengangkat barang bawaannya. Oleh sebab itu, yang bersangkutan langsung dilarikan ke RSUD," jelasnya.
Tambahnya, selain melakukan pemeriksaan panas suhu tubuh, KKP Dumai juga melakukan body clean menggunakan cairan alkohol 90 persen kepada seluruh jemaah umroh yang baru tiba di Pelabuhan Penumpang Pelindo I Kota Dumai, Jalan Datuk Laksamana Kecamatan Dumai Timur.
"Selain memeriksa panas suhu tubuh jemaah umroh, kami juga melakukan body clean menggunakan cairan alkohol 90 persen kepada seluruh jemaah yang baru tiba. Hal ini dilakukan untuk membunuh virus MERS yang menempel pada pakaian dan tas yang dibawa jemaah dari tanah cuci," pungkasnya.
Mulyadi Aziz sendiri ketika dikonfirmasi terpisah mengaku bahwa kondisi tubuhnya mulai sudah tidak enak sejah dua hari jelang pemulangannya menuju Indonesia setelah menjalankan ibadah umroh yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Dumai sejak 15 hari lalu.
"Benar kondisi kesehatan saya kurang enak. Saya sendiri tidak tau penyakit apa yang saya derita ini. Saya sendiri menyebutkan kondisi kurang enak ini karena kecapekaan saja mungkin," ungkap Mulyadi sebelum akhirnya dirawat di RSUD Kota Dumai.***(din)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Sosial
Hari Raya Waisak 2026 Jadi Bukti Kokohnya Kerukunan Umat Beragama di Indonesia
-
Politik
Hewan Kurban Presiden di Dumai, Sapi Samson 950 Kilogram Jadi Kebanggaan Peternak Lokal
-
Sosial
Hari Kenaikan Yesus Kristus 2026, Menag Ajak Perkuat Harmoni dan Persatuan
-
Lingkungan
Bhabinkamtibmas Dorong Ketahanan Pangan Lewat Pekarangan Rumah di Dumai Kota
-
Ekbis
Hari Buruh Internasional 2026, Prabowo Resmikan UU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan

