• Home
  • Sosial
  • Minta Putra-Putri Meranti Jadi Polisi Masih Rendah

Minta Putra-Putri Meranti Jadi Polisi Masih Rendah

Jumat, 11 April 2014 13:44 WIB

SELATPANJANG - Minat putra-putri Kabupaten Kepulauan Meranti sangat rendah untuk mengikuti tes penerimaan Brigadir Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) tahun ini.

Selain jarak tempuh, persoalan yang paling mendasar karena banyak di antara mereka yang tidak mengerti internet, sehingga pendaftaran secara online sangat sulit mereka lakukan.

Padahal kuota penerimaan Nasional tahun ini sangat banyak dengan jumlah untuk Polisi Laki-laki (Polki) sebanyak 10,750 Orang dan Polisi Wanita (Polwan) sebanyak 7000 Orang.

Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Zahwani Pandra Arsyad SH MSi, Kamis (10/4/2014) siang kemarin mengatakan, bahwa sejak pendaftaran dibuka sejak 26 Maret, tercatat hanya sebanyak 35 orang yang baru mendaftar.

Bahkan, dari keseluruhan jumlah tersebut baru sembilan orang yang sudah benar-benar melengkapi administrasi.

"Padahal target kita besar, karena kita sangat mengharapkan anak-anak Meranti ini banyak yang jadi polisi. Tapi kenyataannya malah tidak demikian, animo masyarkat di sini terlalu rendah sekali. Mudah-mudahanlah dalam waktu dekat ini akan semakin banyak yang mendaftar,"Harap AKBP Pandra.

Mantan Abang-None Jakarta itu juga menegaskan bahwa pendaftaran Brigadir tersebut dilakukan secara gratis. Bahkan ada Tim Independenden yang akan memantau proses seleksi berazaskan BETAH (Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis).

Setiap peserta yang ingin mendaftarkan diri bisa langsung mendatangi Mapolres Kepulauan Meranti dengan membawa seluruh persyaratan yang telah ditentukan. Peserta juga akan dibantu oleh petugas yang selalu standby di posko, baik mengenai informasi penerimaan maupun yang berkaitan dengan pendaftaran secara online.

Selain gratis, untuk mempermudah bagi peserta di posko penerimaan juga dilengkapi dengan fasilitas komputer yang dilengkapi internet. Sehingga, peserta yang datang bisa mendaftarkan langsung jika persyaratannya lengkap.

Tidak hanya itu, persayaratan seperti tinggi badan dan nilai rata-ratanya juga dikurangi. Kebijakan tersebut sengaja dibuat, sehingga bagi mereka yang berminat namun terkendala masalah tinggi badan dan nilai bisa terbantukan.

"Kalau ada yang pungut biaya pendaftarannya tolong laporkan ke saya atau Propam. Semuanya kita lakukan secara gratis, kecuali untuk foto copy atau legalisir itu ditangung oleh peserta sendiri," sebuta Pandra lagi.

Dia juga mengajak kepada tamanan SMA sederajat untuk mengubah pola pikir. Hal itu mengingat banyaknya tamatan SMA di daerah ini yang lebih berminat untuk menjadi honorer/PNS dari pada polisi dan lainnya. Padahal pekerjaan tersebut juga merupakan pekerjaan mulia.

Dalam penerimaan Brigadir Polisi ini, sebenarnya sosialisasi baik melalui media maupun dengan mendatangi langsung sejumlah sekolah sudah dilakukan aparat kepolisian setempat. 

Tidak hanya Kapolres, sosialisasi juga dilakukan oleh para Kasat, Kapolsek hingga Kanit. Sosialisasi juga dilakukan dengan menyebarkan brosur ke sekolah-sekolah dan sejumlah tempat lainnya.***(rud)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Sosial
Komentar