PPL Pertanian Diminta Berperan Maksimal di Meranti
Senin, 30 September 2013 20:27 WIB
MERANTI, RIAUHEADLINE.COM- Transformasi teknologi pertanian perlu segera dilakukan di Kabupaten Kepulauan Meranti. Untuk memaksimalkan pemahaman atau Sumber Daya Manusia (SDM) para petani akan pentingnya pemanfaatan teknologi, peran maksimal dari Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Pertanian sangat diharapkan.
Hal itu diungkapkan Bupati Kepulauan Meranti, Drs Irwan MSi, belum lama ini dalam sebuah acara di Selatpanjang. Menurutnya, persoalan yang paling berat dalam membangun ketangguhan sektor Pertanian di Kabupaten Kepulauan Meranti, adalah merubah pola pikir masyarakat yang masih bekerja dengan pola pertanian tradisional.
“Tidak hanya butuh waktu, tapi juga kesabaran, ketekunan dan kegigihan. Untuk itu, langkah terpenting yang harus dilakukan sekarang, bagaimana secara perlahan bisa merubah pola pikir masyarakat tradisional kita di pedesaan, agar lebih siap dan terbuka untuk mengadopsi teknologi dalam meningkatkan sektor pertanian,” ujarnya.
Upaya ini dinilai bisa maksimal, kata Irwan, jika seluruh tenaga penyuluh pertanian yang bertugas di pedesaan benar-benar memiliki kemampuan dan siap terjun ke lapangan, menjadi agen of change dan mendampingi masyarakat dalam melaksanakan transformasi teknologi guna meningkatkan pembangunan sektor pertanian.
Kepala Dinas Pertanian, Peternakan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Kepulauan Meranti, Yulian Norwis SE MM, juga mengatakan pola pengembangan pertanian di berbagai pelosok pedesaan di Kepulauan Meranti masih berorientasi pada budaya cukup makan. Masyarakat petani tradisional di daerah ini berasumsi dengan memenuhi kebutuhan beras untuk sendiri, dianggap sudah cukup. Meskipun hamparan sawah yang berpotensi digarap masih cukup luas, tidak dimaksimalkan seluruhnya.
“Perlu pencerahan tahap demi setahap. Untuk itu, tentunya harus dilakukan secara intens dengan melibatkan peran maksimal tenaga PPL (Petugas Penyuluh Lapangan) yang benar-benar siap dan berkualitas. Tidak hanya menguasai ilmu-ilmu pertanian, tapi juga mampu membangun komunikasi yang interaktif dengan petani kita yang masih sangat tradisional,” ucap Yulian Norwis.
Berdasarkan data Kantor Dinas Pertanian, Peternakan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Kepulauan Meranti, sejak tahun 2011 telah melakukan rekrutmen tenaga penyuluh berkualitas yang benar-benar tunak dan siap turun ke lapangan. Untuk membangun mainset, moral dan spirit petani, pada tahap awal Pemkab Kepulauan Meranti sudah menerjunkan 30 orang tenaga PPL.
“Meskipun hasilnya belum maksimal, paling tidak dari hasil evaluasi program secara bertahap sudah mulai membuahkan hasil. Kalau pada tahap awal sosialisasi program peningkatan produksi panen beras, melalui program optimalisasi pertanian belum bisa diserap, tapi pada musim tanam 2012/2013, program ini mulai berjalan setahap-demi setahap. Artinya, masyarakat petani tradisional sudah berangsur-angsur membuka diri, untuk membangun sinergi program. Dan hasilnya, panen musim tanam 2012/2013 produksi gabah kering giling petani di Rangsang Barat dan Pesisir, meningkat secara signifikan,” ungkapnya. (dok)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Lingkungan
Bhabinkamtibmas Dorong Ketahanan Pangan Lewat Pekarangan Rumah di Dumai Kota
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan
-
Sosial
Bupati Siak Afni Dorong Penyelesaian Konflik HGU di Jakarta
-
Hukrim
Operasi Narkotika Diperketat di Bengkalis, Ratusan Pelaku Ditangkap
-
Hukrim
Kejari Bengkalis Musnahkan Barang Bukti 110 Perkara Inkracht
-
Lingkungan
Rumah Kompos Pekanbaru Dorong Pengurangan Sampah TPA Muara Fajar

