Pemkab Meranti Tingkatkan Produksi Makanan Berbahan Sagu
Jumat, 06 November 2015 19:13 WIB
MERANTI - Kebijakan Pemerintah Pusat untuk meningkatkan ketahanan pangan, dalam rangka mengurangi ketergantungan terhadap beras, terus dilakukan. Salah satu upaya yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti yakni melalui peningkatan produksi makanan berbahan dari komoditi sagu.
Sagu salah satu pangan lokal di Kepulauan Meranti yang telah lama dikonsumsi oleh masyarakat. Mulai dari tradisi zaman nenek moyang dahulu kala, hingga saat ini, makanan dari turunan sagu menjadi ciri utama makanan khas daerah Meranti.
Apalagi Meranti memiliki hasil bumi dari perkebunan sagu yang telah menjadi komoditi utama kepulauan tersebut. Dan saat ini tanaman ini juga kian dikembangkan bahkan dengan pengelolaan teknologie modern.
"Kita akan terus menggalakkan makanan khas dari turunan sagu, mulai dari mie sagu, sagu rendang, sagu basah, makanan sempolek, dan belasan jenis makanan untuk memperkaya pangan lokal yang menjadi bagian dari ketahanan pangan nasional," kata Kadis Pertanian Peternakan Ketahanan Pangan Kabupaten Kepulauan Meranti, Yulian Norwis.
Dijelaskan Icut, panggilan akrab Kadis DPPKP itu, pihaknya terus mendorong pengayaan bahan pangan yang menjadi pengganti konsumsi beras bagi masyarakat.
Sagu menurutnya salah satu komoditi bahan pangan yang telah lama dikenal di kalangan masyarakat Kepulauan Meranti. Untuk itu dengan mendorong peningkatan produksi dan upaya pengayaan makanan turunan sagu tersebut nantinya ketergantungan masyarakat terhadap beras akan bisa dikurangi.
Kalau selama ini umumnya masyarakat mengonsumsi nasi 3 x 1 hari, maka dengan ajakan atau dengan pengayaan serta upaya peningkatan produksi pangan dari turunan sagu tersebut, minilal bisa mengurangi konsumsi nasi tersebut sati kali sehari.
Satu kali makan dialihkan menjadi makanan sagu. Dengan demikian, kebutuhan beras di tengah masyarakat pada akhirnya akan bisa dikurangi. Sebaliknya konsumsi sagu akan semakin bertambah.
Sebab budidaya sagu sangat sesuai dengan kultur alam yang dimiliki Meranti. Untuk itulah pemerintah juga terus memberikan dorongan untuk pertumbuhan usaha masyarakat dalam memperkaya bahan makanan turunan sagu untuk dijadikan sebagai bahan pangan lokal,"sebut Icut.
Ditambahkan Asrul, untuk tahun 2015 saat ini Pemerintah Provinsi Riau melalui anggaran APBD telah dan akan menyalurkan bantuan peralatan bagi usaha masyarakat untuk memproduksi mie sagu.
Sejauh ini ada 4 kelompok masyarakat usaha masyarakat yang akan mendapat bantuan pengembangan pangan lokal di Kepulauan Meranti. Seperti kelompok Maju Bersama atas nama Anwar Ridwan yang berlokasi di Desa Banglas Kecamatan Tebingtinggi.
Kemudian Kelompok Wanita Mandiri juga di Banglas Kecamatan Tebingtinggi serta Tiga Putra dan Yakup dimana ke empat kelompok masyarakat ini akan mendapat bantuan dan dukungan dari Pemerintah Provinsi.
(rdk/rmc)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Sosial
Bupati Meranti Ajak Seluruh Masyarakat Dukung Program Pembangunan
-
Sosial
Bupati Meranti Klaim Sukses Turunkan Angka Kemiskinan Meski Anggaran Minin
-
Ekbis
Sekda Klaim Kemampuan Anggaran Pemda Kepulauan Meranti Memprihatinkan
-
Hukrim
Puluhan Pengunjukrasa Geruduk Kantor Bupati dan DPRD Meranti
-
Hukrim
Korupsi Dana Desa, Dua Oknum Kades di Kepulauan Meranti Menghilang
-
Sosial
Wabup Meranti Hadiri Peringatan Ke-71 Bhayangkara dan Sunatan Massal

