Pemko Pekanbaru Dituding Kurang Perhatikan Peningkatan SDM
Jumat, 28 Februari 2014 20:35 WIB
PEKANBARU - Sektretaris Komisi III DPRD Kota Pekanbaru Ade Hartati Rahmad menuding pemerintah kota (Pemko) lebih mementingkan pembangunan fisik melalui program multiyears ketimbangan membangun sumber daya manusia (SDM).
'Padahal, pasca Kota Hirosima dan Nagasaki dibombardir pasukan sekutu, pertama kali yang ditanya pemerintah Jepang adalah berapa orang guru yang masih ada. Bukan dia tanya berapa jembatan yang masih berdiri,' tukasnya saat menerima perwakilan pengunjukrasa dari tenaga honorer kategori II (K-II), terutama dari para guru dan tenaga pendidikan Kota Pekanbaru.
Oleh karena itu, Ade mengaku, dirinya tidak pernah lagi menghadiri setiap paripurna menyangkut program multiyears Pemko Pekanbaru 2014-2016. Betapa tidak dalam program multiyears senilai Rp1,4 triliun itu, lebih banyak tersedot untuk proyek-proyek fisik, semisal untuk bangunan perkantoran Pemko sekitar Rp775 miliar.
'Saya tidak pernah lagi mengikuti rapat-rapat paripurna rancangan RAPBD Pekanbaru 2014 karena tidak sesuai lagi dengan hati nurani saya. Karena sidang paripurna hanya membahas proyek-proyek fisik saja. Bagaimana tentang sumber daya manusia kita, guru kita, tenaga kesehatan kita,' tukasnya.
Padahal, kata politisi perempuan dari PAN ini sudah mengingatkan kepada Walikota Pekanbaru Firdaus ST MT dua tahun yang lalu, dokter-dokter dan perawat-perawat tidak ada tunjangan risiko pekerjaan. 'Sementara yang mereka hadapi setiap hari ada 1.700 orang warga,' pungkasnya.***(son)
'Padahal, pasca Kota Hirosima dan Nagasaki dibombardir pasukan sekutu, pertama kali yang ditanya pemerintah Jepang adalah berapa orang guru yang masih ada. Bukan dia tanya berapa jembatan yang masih berdiri,' tukasnya saat menerima perwakilan pengunjukrasa dari tenaga honorer kategori II (K-II), terutama dari para guru dan tenaga pendidikan Kota Pekanbaru.
Oleh karena itu, Ade mengaku, dirinya tidak pernah lagi menghadiri setiap paripurna menyangkut program multiyears Pemko Pekanbaru 2014-2016. Betapa tidak dalam program multiyears senilai Rp1,4 triliun itu, lebih banyak tersedot untuk proyek-proyek fisik, semisal untuk bangunan perkantoran Pemko sekitar Rp775 miliar.
'Saya tidak pernah lagi mengikuti rapat-rapat paripurna rancangan RAPBD Pekanbaru 2014 karena tidak sesuai lagi dengan hati nurani saya. Karena sidang paripurna hanya membahas proyek-proyek fisik saja. Bagaimana tentang sumber daya manusia kita, guru kita, tenaga kesehatan kita,' tukasnya.
Padahal, kata politisi perempuan dari PAN ini sudah mengingatkan kepada Walikota Pekanbaru Firdaus ST MT dua tahun yang lalu, dokter-dokter dan perawat-perawat tidak ada tunjangan risiko pekerjaan. 'Sementara yang mereka hadapi setiap hari ada 1.700 orang warga,' pungkasnya.***(son)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Sosial
Hari Raya Waisak 2026 Jadi Bukti Kokohnya Kerukunan Umat Beragama di Indonesia
-
Politik
Hewan Kurban Presiden di Dumai, Sapi Samson 950 Kilogram Jadi Kebanggaan Peternak Lokal
-
Sosial
Hari Kenaikan Yesus Kristus 2026, Menag Ajak Perkuat Harmoni dan Persatuan
-
Lingkungan
Bhabinkamtibmas Dorong Ketahanan Pangan Lewat Pekarangan Rumah di Dumai Kota
-
Ekbis
Hari Buruh Internasional 2026, Prabowo Resmikan UU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan

