• Home
  • Sosial
  • Presiden SBY Sebut Kebakaran Lahan di Riau Disengaja

Presiden SBY Sebut Kebakaran Lahan di Riau Disengaja

Minggu, 16 Maret 2014 17:05 WIB

PEKANBARU - Dihadapan Gubernur Riau, bupati/walikota se Riau, Presiden Susilo Bambang Yudoyono (SBY)kembali menyatakan ketidakpercayaannya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Riau karena faktor alam yang rentan dengan api. 

Tetapi, manajmen pengelolaan pembukaan lahan yang dinilai kurang baik. Bahkan SBY, dengan tegas mengatakan bencana kebakaran lahan yang terjadi di Riau, lebih tepat disebut dengan kebakaran lahan yang sengaja dibakar. 

"Seringnya terjadi kebakaran, atau lebih tepat lagi kebakaran lahan yang sengaja dibakar. Riau adalah provinsi yang paling sering terjadi Karhutla," tegas SBY, Minggu (16/3/14). 

Hadir juga pada kesempatan tersebut, Kepala BNPB Syamsul Maarif, Dandrem 031/WB Brigjend TNI Prihadi Agus Irianto, Kapolda Riau Brigjend Pol Condro Kirono, para camat, kepala desa, pimpinan perusahaan serta berbagai undangan lainnya.

 SBY pun menyebut, diantara provinsi yang ada di Indonesia, Riau adalah daerah yang paling sering terjadi Karhutla. SBY pun menyatakan keheranannya. 

Pada hal di negeri ini ada pemimpinnya, ada gubernur, bupati/walikota, camat hingga kepala desa. Sebagai contoh, tahun lalu baru saja di Riau terjadi Karhutla. 

Tapi tahun ini dalam waktu tidak lama, kembali terjadi. Selain itu, persoalan lahan gambut, kemarau ekstrim bukan hanya di Riau. Tetapi juga beberapa daerah ainnya juga sama, seperti Sumsel, Jambi, Kalimantan. 

Tetapi persoalan kebaran lahan, tidak separah di Riau. Menurut SBY, saat kebakaran tahun lalu, sempat berpikir dan berharap bencana asap tak terjadi lagi, setelah menerjunkan ribuan personil TNI/Polri, peralatan pemadaman, yang memerlukan anggaran tak sedikit. 

Tapi kenyataannya, Karhutla ini kembali terjadi. SBY pun lantas meminta kepada semua pihak, mulai pemerintahan, TNI/Polri agar terbuka, dan jangan ada yang ditutupi. 

Persoalan Karhutla harus ditangani bersama-sama. Jika hal ini tak ditangani dengan baik, maka ratusan miliar yang seharusnya bisa digunakan untuk kepentingan lain, hanya habis untuk Karhurla saja.***(musa)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Sosial
Komentar