Wawako Dumai Buka Peringatan HPS Ke-34 Tahun 2014
Kamis, 27 November 2014 19:47 WIB
DUMAI : Wakil Walikota Dumai, H. Agus Widayat, secara resmi membuka kegiatan peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-34 Tahun 2014 tingkat Kota Dumai yang dipusatkan di terminal Agro Bisnis kelurahan Purnama, Kecamatan Dumai Barat, Kamis (27/11/14).
Hadir pada kesempatan itu, pimpinan DPRD Kota Dumai beserta Anggota, Anggota Forkopimda Kota Dumai, Asisten dan Staff Ahli Di Lingkup Pemko Dumai, para Pejabat Eselon Dan Pimpinan Instansi Dilingkup Pemko Dumai.
Wawako Dumai Agus Widayat, dalam sambutannya mengatakan tujuan umum peringatan HPS adalah untuk meningkatkan pemahaman dan kepedulian masyarakat dan para stakeholder terhadap pentingnya penyediaan pangan yang cukup dan bergizi, baik bagi masyarakat Indonesia maupun dunia.
"Tujuan khususnya untuk memperkuat kerjasama dan membangun koordinasi fungsional yang efektif dengan melibatkan seluruh komponen pemerintahan dan masyarakat dalam rangka mempertahankan ketahanan pangan nasional," katanya.
Menstimulasi dan memotivasi para stakeholder, kata dia, semua untuk berpartisipasi aktif dalam pembangunan ketahanan pangan dan penyebaran teknologi yang efektif dan efisien untuk peningkatan produksi pangan.
"Penyebaran informasi kepada masyarakat tentang pentingnya optimalisasi sumber daya lokal untuk kemandirian pangan, serta meningkatkan pemahaman dan kepedulian masyarakat dan para stakeholder terhadap pentingnya penyediaan pangan yang cukup," jelasnya.
Menurut Wawako, pemantapan ketahanan pangan mempunyai peran strategis dalam pembangunan daerah maupun nasional karena ketahanan pangan merupakan salah satu pilar utama yang menopang ketahanan ekonomi dan ketahanan nasional yang berkelanjutan.
Disamping itu, kata dia menambahkan, akses terhadap pangan dengan kualitas gizi yang cukup merupakan hak yang paling azazi dan unsur yang amat menentukan bagi pembentukan sumberdaya manusia yang berkualitas.
Kepala Distanbunhut Kota Dumai, Dwi Oristiawan mengatakan bahwa tema Peringatan HPS tahun ini adalah "Pertanian Bio Industri Berbasis Pangan Lokal Potensial".
"Sebagaimana kita maklumi sistem pertanian bio-industri merupakan suatu sistem pertanian yang memungkinkan pengembangan konsep zero waste management dengan mengintegrasikan aspek lingkungan dengan sosial ekonomi masyarakat pertanian untuk mempertahankan ekosistem alami lahan pertanian yang sehat, melestarikan kualitas lingkungan dan sumber daya alam," katanya.
Dijelaskannya, melalui sistem ini diharapkan dapat mendukung pemenuhan kebutuhan pangan dan energi nasional. Bio industri adalah teknologi pertanian memanfaatakan limbah pertanian yang dapat ditingkatkan nilai tambah atau sisitem pertanian terpadu.
"Salah satu bentuk bio industri paling sederhana terdapat pada pemanfaatan tanaman tebu sehingga tidak ada sisa dari tanaman itu yang terbuang. Ampas tebu untuk bahan bakar dan tetes untuk etanol maupun pupuk," urainya.
Terakhir peringatan HPS ditutup dengan pemberian penghargaan kepada petugas PNS dan Non PNS, pelaku usaha, para petani, baik itu dalam lingkup GAPOKTAN, POKTAN dan seluruh, peternak dan nelayan atas jasa-jasanya dalam berkarya bagi ketahanan pangan di Kota Dumai.
(adi/adi)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Pendidikan
5 Tips Bijak Bermedia Sosial Ala Remaja Terbaru 2024
-
Hiburan
Via Vallen Teriak Histeris Dengar Suara Rintihan Saat Live IG
-
Sosial
Mensos Bersama Gubernur Riau Kunjungi Balai Abiseka Pekanbaru
-
Sosial
Menteri Sosial Minta Bank Buka Blokir Kartu Bansos di Riau
-
Lingkungan
Upaya Pemerintah Dalam Pelaksanaan Perhutanan Sosial Riau
-
Ekbis
Gubernur Riau Promosikan Produk UMKM Masyarakat Lewat Medsos Pribadinya

