• Home
  • Traveler
  • Bahasa Melayu Penghubung Antar Etnis Nusantara

Bahasa Melayu Penghubung Antar Etnis Nusantara

Selasa, 09 September 2014 10:07 WIB
Husni Thamrin
PEKANBARU - Bahasa Melayu sejak zaman dakwah Islamiah telah digunakan oleh pendakwah dalam menyebarkan Islam dari sabang sampai merauke dan merupakan bahasa penghubung antar atnis yang mendiami kepulauan  nusantara.

Hal itu dikemukakan Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau Drs Husni Thamrin Msi dalam seminar internasional peradaban Melayu, di Hotel Jatra Pekanbaru, kemarin.

Husni memaparkan, selain menjadi bahasa penghubung multi etnis nusantara, bahasa Malayu juga menjadi bahasa transaksi perdagangan Internasional dikawasan Kepulauan Nusantara yang digunakan oleh para suku bangsa dengan para pedagang asing.

"Kondisi nyata ini berkoinsidensi dengan suasana gerakan keagamaan (mushala) dan juga gerakan kepesantrenan seperti pondok Dayah di Aceh, surau di Minang Kabau, Madrasah di tanah Papua," ujar Husni.

Hasil konkrit dari gerakan itu, menurut Husni sekat-sekat antar etnis menjadi kian melebur, lahir disana sini cendikiawan (ulama) yang tidak sedkit, khusus di Indonesia hingga lahirnya bahasa kesatuan, bahas Indonesia.

"Sekrang bahasa Melayu dipakai di kawasan Asia Tenggara melebihi 200 juta lebih, sekarang tugas kita bagaimana bahasa ini dapat dijadikan sebagai bahasa Internasional dikancah ilmu pengetahuan dan perpolitikan internasional," pungkasnya.

Husni menambahkan, Masyarakat Melayu yang menganut ajaran Islam, secara jelas dipengaruhi oleh sistem Islam dan selanjutnya akan mempengaruhi pula terhadap pandangan hidupnya.

"Orang Melayu akan mengatakan bahwa Agama Islam itu dapat dipakai untuk hidup dan dapat ditumpangi untuk mati. Bermakna bahwa Islam dengan segala aspeknya dapat dipakai untuk menyelesaikan persoalan hidup," jelas dosen Antropologi Budaya ini.***(mcr-din)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags
Komentar