• Home
  • Traveler
  • Bupati Berang, Kawasan Lindung Danau Mablu Jadi Kebun Sawit

Bupati Berang, Kawasan Lindung Danau Mablu Jadi Kebun Sawit

Jumat, 07 November 2014 15:09 WIB
TEMBILAHAN : Bupati Inhil HM Wardan 'meradang' dikarenakan rusaknya kawasan Danau Mablu di Kecamatan Kuala Indragiri (Kuindra). Kerusakan ini disebabkan penebangan kawasan hutan oleh perusahaan sawit di kawasan ini. 

Ia telah meminta Dinas Kehutanan dan Badan Lingkungan Hidup (BLH) Inhil melakukan pengusutan dan memproses sesuai ketentuan yang berlaku atas kerusakan kawasan Danau Mablu. 

"Sangat disayangkan rusaknya kawasan Danau Mablu ini karena pembukaan lahan oleh perkebunan sawit di sana. Saya sudah minta Dinas Kehutanan dan Badan Lingkungan Hidup mengusut dan memprosesnya," tegas bupati di hadapan pengurus PWI Riau dan Inhil, Kamis (6/11/14). 

Mantan Kadisdik Riau ini pernah sampai ke kawasan Danau Mablu ini yang kondisinya sangat indah dan layak dikembangkan sebagai destinasi wisata di Kabupaten Inhil. Saat berkunjung ke sana, ia menjumpai para pekerja melakukan penebangan pohon. 

"Saya itu saya juga saya meminta mereka berhenti, sangat sayang sampai kawasan ini rusak," sebutnya. Apalagi, di kawasan ini pada musim tertentu (sekitar Juli sampai September) akan berdatangan ribuan burung migrasi, disebutkan dari Australia. 

Wardan khawatir, pembukaan perkebunan kelapa sawit tersebut, apalagi pembuatan kanal akan merusak ekosistem di kawasan danau nan eksotis ini. 

Untuk diketahui, di kawasan Danau Mablu yang masuk kawasan Hutan Lindung Pulau Bakong ini memiliki keanekaragaman hayati yang perlu dilindungi, seperti beberapa fauna yang dilindungi di antaranya Burung Bangau Bluwok (Myceteria Cinera), Buaya Muara (Crocodiles Porosos) dan beberapa jenis flora Bungai Kantong Semar (Nepenthes), Kayu Meranti dan lain-lain. 

Karena pemandangan alamnya yang sangat eksotis dan keaneragaman hayati yang dimiliki Danau Mablu ini, maka kawasan ini sangat layak dikembangkan menjadi destinasi wisata alam di kawasan Indragiri Hilir.

(mar/mar)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags
Komentar